Kamis, 9 April 2026

Terkini Daerah

Buya Yahya Menjawab soal Roh yang Dirampas Nyawanya pada Kasus Subang Tuti & Amalia

Jumat, 8 Oktober 2021 10:46 WIB
Tribun Jabar

TRIBUN-VIDEO.COM - Lebih dari sebulan kasus perampasan nyawa ibu dan anak di Subang masih diselidiki.

Sejauh ini, kepolisian masih mencari pelaku rajapati ibu dan anak di Subang tersebut.

Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23) ditemukan tak bernyawa di dalam bagasi mobil Alphard di rumahnya, Rabu (18/8/2021) lalu.

Lamanya kasus Subang itu belum diungkap, tak jarang menimbulkan rasa penasaran dari masyarakat.

Termasuk mempertanyakan nasib roh yang dibunuh seperti kasus Tuti dan Amalia di Subang yang kerap dianggap gentayangan.

Terkait hal ini Buya Yahya menjawab bagi yang menganggap roh gentayangan.

Sejak kasus Subang mencuat, tak sedikit sebagian publik yang mengaitkannya dengan hal-hal mistis hingga klenik.

Beberapa pihak menganggap roh Tuti dan Amalia gentayangan.

Hal tersebut karenanya munculnya video viral orang kesurupan mengatasnamakan korban kasus Subang tersebut.

Lantas terkait hal itu, apakah roh orang yang meninggal dirampas nyawanya atau merampas sendiri nyawanya sendiri akan gentayangan?

Terkait hal tersebut, Buya Yahya, ulama karismatik asal Cirebon menjawab menerangkan antara nasib roh keduanya.

Menurutnya, jika seorang muslim yang dirampas nyawanya maka akan mendapat menikmat.

Berbeda halnya dengan seorang yang sengaja melenyapkan nyawanya sendiri maka mendapat siksa pedih.

Hal ini diterangkan Buya Yahya dikutip Tribunjabar.id dalam tayangan Al-Bahjah TV, (7/10/2021).

Dalam suatu kajian, Buya Yahya menjawab pertanyaan roh gentayangan.

Ulama karismatik itu menjelaskan pada dasarnya setiap orang meninggal akan berurusan dengan alam barzah.

“Alam barzah itu alam, Anda akan mengetahui setelah Anda memasukinya nanti,”

“Alam barzah itu adalah jembatan, alam penantian menuju akhirat kita dibangkitkan nanti di Padang Mahsyar,” jelas Buya Yahya.

Lanjut Buya menerangkan roh yang meninggal dunia mempunyai urusan.

Jika seseorang itu baik, maka akan mendapatkan kenikmatan.

Sebaliknya, jika seseorang yang meninggal itu tak baik maka mendapatkan siksa.

“Gak ada itu roh gentayangan sementara ia punya urusan,” tegas Buya Yahya.

Adapun ulama itu menegaskan adanya peristiwa kesurupan menurutnya melainkan karena penjelmaan dari jin-jin dan setan untuk menjerumuskan manusia.

Ia juga menjelaskan jin dan setan menjelma mengikuti pikiran manusia.

Adapun roh orang yang di alam barzah itu berurusan dengan orang di dunia berupa babul karomah.

Babul karomah adalah kemuliaan kekasih Allah memberikan pertolongan.

Karena kehidupan selama di dunia baik menolong orang maka di saat meninggal dunia diberikan pertolongan.

Demikian, kembali lagi ke pembahasan kasus perampasan nyawa di Subang belakangan berkembang pada hal-hal mistis sejumlah pihak.

Ada juga sebagian pihak melakukan hal mistis itu dengan tujuan membantu mencari pelaku rajapati kasus Subang tersebut.

Dari berkembangnya hal itu, tak jarang sebagian masyarakat pun masih mempercayainya.

Seperti menganggap orang yang meninggal karena dirampas nyawanya rohnya gentayangan.

Ada juga yang beranggapan di mana lokasi kejadian menjadi objek mistis seolah menyisakan hal-hal gaib.

Sementara itu, di sisi lain pihak kepolisian masih melakukan penyidikan hingga perkembangan untuk mengungkap gambaran detail dari persitiwa tersebut.

Kepolisan pun telah mengumpulkan keterangan dari para saksi, barang bukti, hingga sejumlah tes pemeriksaan intenstif.

Belakangan, polisi juga telah melakukan autopsi untuk kedua kalinya untuk menemukan petunjuk baru.

Adapun semua barang bukti dan petunjuk tersebut mengacu secara ilmiah sehingga nyata kebenarannya.

Perkembangan Kasus Subang

Polisi yakin segera mengungkap kasus Subang atau kasus pembunuhan ibu dan anak di subang.

Keyakinan ini diungkap Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Erdi A Chaniago.

Yakinnya polisi itu karena mereka menemukan petunjuk-petunjuk yang menguatkan dugaan-dugaan.

Hanya, kata Kombes Erdi, petunjuk atau temuan-temuan itu harus lebih dulu disesuaikan atau dicocokkan.

Polisi memeriksa sejumlah saksi hingga berulang kali, mendatangi TKP berulang kali, dan terakhir melakukan autopsi ulang terhadap jasad korban.

Autopsi ulang dilakukan akhir pekan lalu.

Menurut Kombes Pol Erdi A Chaniago, pihaknya tak ingin berandai-andai dalam menungkap pelaku kasus Subang.(*)

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Kasus Subang Tuti & Amalia Berlanjut, Bagaimana Roh yang Dirampas Nyawanya, Begini Kata Buya Yahya

Editor: Khaira Nova Hanugrahayu
Sumber: Tribun Jabar

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved