TRAVEL
Tolak Vaksin Covid-19, Ratusan Karyawan Maskapai di AS Terancam PHK
TRIBUN-VIDEO.COM - Persoalan vaksinasi Covid-19 nampaknya masih menjadi kendala pada sejumlah maskapai penerbangan dunia.
Masih banyak karyawan yang menolak vaksinasi meski sudah menjadi mandat dari maskapai.
Seperti halnya ratusan karyawan yang bekerja untuk maskapai United Airlines, yang bermarkas di Amerika Serikat.
Alhasil, United Airlines harus mengambil tindakan tegas terhadap penolakan tersebut.
Melansir Insider, Sabtu (2/10/2021), United Airlines berencana akan memecat hampir 600 karyawan yang gagal mematuhi persyaratan vaksinasi Covid-19.
Baca: Maskapai AirAsia Indonesia Kembali Mengoperasikan Penerbangan, Secara Bertahap dan Berjadwal
Pada hari Rabu (29/9/2021), maskapai mengonfirmasi bahwa mereka telah memulai proses pemecatan 593 karyawan yang menolak untuk disuntik vaksin.
Maskapai juga mengatakan bahwa 99 persen dari total 67.000 karyawannya yang tidak dikecualikan telah divaksinasi.
"Ini adalah keputusan yang sangat sulit, tetapi menjaga keamanan tim selalu menjadi prioritas pertama bagi kami," Scott Kirby, CEO United Airlines, dan Brett Hart, presiden maskapai, mengatakan dalam memo yang ditujukan kepada para karyawan.
Sementara pada Kamis (30/9/2021), United Airlines mengeluarkan pernyataan dengan mengatakan bahwa jumlah orang yang direncanakan untuk dipecat turun menjadi 320 orang.
Belakangan diketahui bahwa karyawan yang dikeluarkan dari proses pemecatan sebenarnya sudah divaksinasi, namun terlambat dalam menyerahkan status vaksinasi mereka.
United Airlines pun berharap dapat menemukan lebih banyak kasus-kasus serupa, sehingga tak perlu memecat banyak karyawan.
United Airlines menjadi maskapai penerbangan Amerika Serikat pertama yang menerapkan mandat vaksin pada 6 Agustus 2021 lalu.
Baca: Kampung Ulung Jadi Destinasi Wisata setelah Bersolek, Dulu Dikenal Kampung Kumuh
Mandat tersebut mengharuskan karyawan untuk divaksin dalam waktu lima minggu setelah FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan AS) menyetujui suntikan.
Seperti diketahui, vaksin Pfizer telah disetujui FDA pada 23 Agustus 2021.
United Airlines kemudian memberi tahu karyawan bahwa mereka memiliki waktu hingga 27 September 2021 untuk menerima setidaknya satu dosis vaksin Moderna atau Pfizer atau dosis tunggal vaksin Johnson & Johnson.
CEO United Airlines, Scott Kirby, mengatakan dia hanya mengetahui "segelintir" staf yang mengundurkan diri dari maskapai karena persyaratan vaksinasi.
United Airlines kemudian mengumumkan bahwa mereka akan menetapkan kebijakan yang mengizinkan karyawan untuk meminta pengecualian vaksinasi dengan alasan agama atau medis.
Para pekerja ini akan ditempatkan pada cuti pribadi sementara tanpa bayaran mulai 2 Oktober 2021.
Namun kebijakan itu digeser menjadi 15 Oktober 2021 setelah enam karyawan menggugat maskapai tersebut.
Gugatan mengatakan mandat vaksin United Airlines mendiskriminasi pekerja dan menolak permintaan pengecualian mereka.
Secara keseluruhan, kurang dari 3 persen karyawan United Airlines telah mengajukan pengecualian.
Maskapai berencana untuk mempekerjakan sekira 25.000 orang selama beberapa tahun ke depan dan akan mewajibkan semua karyawan baru untuk divaksin, kata juru bicara perusahaan.
(*)
Artikel ini telah tayang di TribunTravel.com dengan judul Ratusan Karyawan Maskapai di AS Terancam PHK Gara-gara Tolak Vaksin Covid-19
Baca berita terkait lainnya di sini
Video Production: Ignatius Agustha Kurniawan
Sumber: TribunTravel.com
Tribunnews Update
Mesin Mati di Udara Setelah Lepas Landas, Pilot United Airlines Teriak Mayday Sebelum Mendarat
Selasa, 5 Agustus 2025
To The Point
Pesawat United Airlines Putar Balik Gara-gara Pilot Lupa Bawa Paspor, Delay Lebih dari 3 Jam
Kamis, 27 Maret 2025
TRIBUNNEWS UPDATE
Panik! Pesawat United Airlines Airbus A319 Alami Kebakaran Pada Sayap Pesawat Sebelum Lepas Landas
Senin, 3 Februari 2025
To The Point
Vaksin AstraZeneca Disebut Punya Efek Samping Berbahaya Berupa TTS, Benarkah?
Senin, 6 Mei 2024
HAJI 2023
Mengenal Sejumlah Vaksinasi yang Perlu Dilakukan Jemaah Haji, Ada Vaksin Covid-19 hingga Polio
Kamis, 1 Juni 2023
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.