Mancanegara

Sosok Angela Merkel, Kanselir Wanita Jerman Pertama, Tinggalkan Posisinya setelah 16 Tahun Menjabat

Kamis, 30 September 2021 11:33 WIB
TribunWow.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Angela Merkel, kanselir wanita pertama Jerman akan bersiap mengakhiri kekuasaanya di negara berekonomi terkuat di Eropa itu setelah 16 tahun menjabat.

Angela Merkel tidak mencalonkan diri kembali dalam pemilihan nasional dan akan mundur begitu pemerintahan baru Jerman menjabat.

Jerman melakukan pemilihan umum pada Minggu (26/9/2021) untuk mencari pengganti Angela Merkel sebagai kanselir.

Partai sayap kiri, Sosial Demokrat (SPD) ditetapkan sebagai pemenang pemilihan umum, mengalahkan partai pendukung Angela Merkel, Partai Uni Demokratik Kristen (CDU).

Karir politik Merkel dimulai setelah reunifikasi Jerman pada 1990 sebagai Menteri Perempuan dan Pemuda, diangkat oleh mantan Kanselir Helmut Kohl, dikutip dari VOA pada Sabtu (25/9/2021).

Merkel kemudian menjadi pemimpin partai CDU pada tahun 2000 dan memenangkan pemilihan umum 2005 yang membuatnya mengepalai pemerintahan koalisi SPD dan CDU sebagai kanselir Jerman.

Selama 16 tahun menjabat, Angela Merkel sudah berhasil menghadapi beberapa krisis di Jerman.

Krisis keuangan global 2008 menjadi masalah pertama yang harus dihadapinya.

Baca: Donald Trump Malah Buang Muka saat Menolak Jabat Tangan dengan Kanselir Jerman

Masalah perbankan di Jerman kemudian berubah menjadi krisis hutang Euro.

Tantangan terbesar Angela Merkel berlanjut saat krisis pengungsi pada 2015.

Merkel menolak menutup perbatasan Jerman ketika para pengungsi dan migran membanjiri Eropa.

Lebih dari 1 juta pengungsi tiba di Jerman dan banyak di antara mereka melarikan diri dari perang di Suriah.

Hal itu memicu reaksi keras dari banyak orang di partainya sendiri, CDU, yang kehilangan banyak suara pada pemilu 2016.

Meskipun begitu, Merkel tetap bisa mempertahankan posisinya sebagai kanselir dalam pemilihan yang dilakukan setiap empat tahun di Jerman.

Kebijakan Merkel membuka gerbang seluas-luasnya bagi pengungsi, mendorong dukungan untuk sayap kanan yang antipengungsi yaitu AfD.

Terkait kebijakannya itu, Merkel mengakui tidak menyesal.

Baca: Potret Mantan Menteri Komunikasi Afghanistan, Lulusan Oxford Tapi Kini Jadi Kurir Pizza di Jerman

“Jika kita harus mulai memaafkan diri sendiri karena menunjukkan wajah ramah di saat krisis, maka ini bukan negara saya,” katanya.

“Dia percaya bahwa orang-orang ini (pengungsi) harus diperlakukan dengan baik, bahwa mereka tidak boleh terjebak di belakang perbatasan,” kata Nico Friedl, seorang koresponden parlemen untuk surat kabar Süddeutsche Zeitung, dikutip dari VOA pada pada Sabtu (25/9/2021).

Tetapi Merkel juga sempat menyatakan pembukaan perbatasan yang memungkinkan ratusan ribu orang masuk adalah kesalahan yang tak boleh terulang.

“(Kebijakan) itu lebih banyak memecah belah Eropa daripada menyatukannya. Pertanyaan tentang bagaimana blok itu harus menangani migrasi masih belum terpecahkan hari ini,” tambah Nico Friedl.

Tekanan radikalisme menguat di Eropa setelah krisis pengungsi kembali terjadi di perbatasan Turki-Yunani pada tahun ini.

Merkel sangat berhati-hati dalam menangani krisis itu dengan kepopuleran partai AfD yang terus meningkat.

Dia percaya negara-negara Uni Eropa harus bekerja sama dalam mengahadapi krisis pengungsi itu.

Angela Merkel juga dikenal sebagai ‘kanselir iklim’, dikutip dari AFP.

Dia mendorong energi terbarukan dan menghadapi gerakan aktivis muda yang berargumen bahwa Merkel gagal mengatasi krisis iklim karena Jerman tidak memenuhi komitmennya mengurangi emisi.

Merkel kemudian banyak dikritik karena penanganannya atas pandemi virus Covid-19, termasuk peluncuran vaksin yang lamban.

Merkel juga mengecam teori konspirasi dan berita bohong yang bermunculan di masyarakat terkait pandemi.

Angela Merkel lahir di kota pelabuhan, Hamburg, pada 17 Juli 1954 sebagai putri seorang pendeta Lutheran dan guru sekolah.

Dia pandai dalam matematika dan Bahasa Rusia, yang membantunya mempertahankan dialog dengan Presiden Vladimir Putin, terutama saat konflik di perbatasan Eropa setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 2014.

Dalam 16 tahun memimpin Jerman, Merkel mengakhiri wajib militer dan menetapkan negara tanpa tenaga nuklir dan bahan bakar fosil di masa depan, dikutip dari AP News.

Baca: Inggris Keluar Uni Eropa, Jusuf Kalla: Efeknya Bagi Kita Tidak Besar

Merkel juga memungkinkan legalisasi pernikahan sesama jenis, memperkenalkan upah minimum nasional dan tunjangan yang mendorong para ayah untuk menjaga anak-anak.

Meskipun namanya muncul dalam daftar orang yang diharapkan memegang jabatan penting di Uni Eropa dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Merkel mengatakan dia akan meninggalkan politik sepenuhnya.

Sementara itu, Merkel akan tetap bertugas sebagai kanselir sampai negosiasi dan pembentukan pemerintahan baru Jerman selesai yang biasanya membutuhkan waktu berbulan-bulan.
(*)

Artikel ini telah tayang di TribunWow.com dengan judul Sosok Angela Merkel, Kanselir Jerman yang akan Tinggalkan Posisinya setelah 16 Tahun Menjabat

Baca berita terkait lainnya di sini


Editor: Danang Risdinato
Video Production: Dimas Wira Putra
Sumber: TribunWow.com

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved