Yandex

Terkini Nasional

Mantan Menteri ESDM Sudirman Said Prihatin Dengan Kasus Korupsi di Indonesia Tidak Berhenti

Minggu, 26 September 2021 19:36 WIB
Tribun Padang
Editor: Bintang Nur Rahman | Video Production: Tia Kristiena

TRIBUN-VIDEO.COM - Mantan Menteri ESDM Sudirman Said mengaku prihatin dengan terjeratnya Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin sebagai tersangka kasus dugaan suap pengurusan perkara di KPK.

"Kita patut prihatin, kok lembaga tinggi negara kita tidak berhenti memproduksi koruptor," kata Sudirman kepada wartawan, Minggu (26/9/2021).

Diingatkan Sudirman, sudah dua Wakil Ketua DPR terlibat korupsi.

Sebelumnya, Ketua DPR, Ketua DPD, Ketua MK, dan Sekretaris MA, juga sudah terseret kasus korupsi di KPK.

Baca: Fakta-fakta Penangkapan Aziz Syamsuddin, Terjerat 3 Kasus Korupsi hingga Mengaku Sedang Isoman

"Ada juga Ketua BPK sempat berstatus tersangka, tapi diloloskan oleh proses praperadilan," imbuhnya.

Sudirman menyesalkan ulah para wakil rakyat dan pemimpin yang melakukan praktik rasuah tersebut.

Soalnya, menurut dia, rakyat sedang haus teladan.

"Ironisnya, yang disuguhkan adalah perilaku korup dan tamak, mencuri hak-hak rakyat," kata Sudirman.

Kondisi ini diperparah dengan seringnya Mahkamah Agung memberi diskon hukuman bagi para koruptor.

Baca: 9 Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka korupsi Pembangunan RSUD, Satu di Antaranya Wabup Lombok Utara

"Sebutan koruptor sudah menjadi kata netral, tidak berkonotasi negatif lagi. Sanksi hukum bisa didiskon, seperti yang sedang ngetren belakangan ini," kata dia.

Ia berpandangan, untuk menimbulkan efek jera, sanksi sosial dan ekonomi harus diperkuat.

Untuk sanksi sosial, sebutan koruptor, katanya, perlu diganti dengan pencuri atau perampok uang rakyat.

"Sementara sanksi ekonomi, harta hasil korupsi harus disita, dikembalikan ke negara," ujar dia.

Selain lembaga peradilan, dia juga menyoroti KPK yang kini dinilainya tidak lagi luar biasa.

Baca: Periksa Anies terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Lahan, KPK Dalami Usulan PMD ke Perumda Sarana Jaya

Padahal, diingatkan Sudirman, KPK merupakan lembaga extra ordinary.

Komisi antirasuah itu dibentuk untuk memberantas korupsi, yang merupakan kejahatan yang extraordinary.

Sudirman pun berpendapat, lebih baik, KPK dibubarkan.

"Sekarang suasana ‘luar biasa’ tidak ditampilkan lagi oleh KPK baik dari skala kasusnya maupun cara penanganannya. Jadi untuk apa dipertahankan," tuturnya.

Makin ke sini, kata Sudirman, KPK makin sulit diharapkan.

Sebab, proses seleksi pimpinan atau komisionernya makin kompromistis.

Kualitas komisioner yang dipilih pun semakin menurun.

"Skandal TWK mungkin menjadi titik nadir dari pelumpuhan peran KPK. Saat ini KPK mengalami ‘distrust’ dari rakyat. Ketuanya pernah melanggar etika, salah satu pimpinannya melakukan kolusi dengan calon tersangka," beber Sudirman.

Sudirman pun menegaskan, melihat kondisi KPK saat ini, merupakan keniscayaan bagi Polri dan Kejaksaan untuk memperbaiki integritas dan kinerjanya.

"Bila mau memperkuat peran dalam pemberantasan korupsi, keduanya harus bebas dari praktik korupsi juga," katanya.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Azis Syamsuddin Jadi Tersangka Suap, Sudirman Said Prihatin

Sumber: Tribun Padang
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved