Yandex

Terkini Daerah

Fakta Lain Ibu Tiri Sewa Algojo untuk Bunuh Anak di Indramayu, Pura-pura Khawatir & Ikut Cari Korban

Jumat, 24 September 2021 21:42 WIB
Tribun Jabar
Editor: Dita Dwi Puspitasari | Video Production: Fitriana SekarAyu

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUN-VIDEO.COM - Kasus ibu tiri menghabisi nyawa anak di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, masih menjadi perbincangan masyarakat.

Kasus penghilangan nyawa secara berencana tersebut masih menyisakan misteri.

Terlebih, sosok SA (21), ibu tiri korban, dikenal sosok yang tertutup tapi baik terhadap MYK (7), bocah malang yang menjadi korban penghilangan nyawa.

Perempuan dan anak tirinya itu tercatat sebagai warga Desa Benda, Kecamatan Karangampel, Kabupaten Indramayu.

Dalam kesehariannya, ibu tiri korban tinggal di rumah kontrakan di Desa Pringgacala, Kecamatan Karangampel, yang lokasinya dekat dengan kediaman nenek korban.

Adapun MYK tinggal di rumah neneknya.

Baca: Wanita di Indramayu Nekat Sewa Pembunuh Bayaran Habisi Anak Tiri, Kesal karena Korban Bandel

Ia baru tinggal bersama ibu tirinya itu jika sang ayah pulang dari melaut.

Korban adalah anak pertama dari hubungan ayah korban dengan istri sebelumnya. Saat itu mereka dikaruniai 2 orang anak.

Adik korban diasuh oleh bibi korban dari pihak ibu kandung.

Ibu mereka saat ini berada di luar negeri bekerja sebagai TKW.

Dari hubungan tersangka, ayah korban dikaruniai satu orang anak.

Paman korban, Bali (33), kepada Tribuncirebon.com saat korban dikabarkan menghilang, SA berdalih tidak mengetahui keberadaan anak tirinya tersebut.

Menurut Bali, SA pun ikut khawatir dan mencari keberadaan korban.

SA bersama keluarga bahkan mendatangi berbagai lokasi yang kemungkinan menjadi tempat MYK berada.

"Sampai sekarang masih gak nyangka, apalagi waktu kejadian hilang itu SA ikut mencari," ujar Bali, Jumat (24/9/2021).

Hingga akhirnya, korban ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa dan sudah membusuk di Sungai Prawira di Desa Rawadalem, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, Kamis (19/8/2021).

Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya menemukan fakta, meninggalnya bocah tersebut bukan karena kecelakaan biasa, melainkan karena dibunuh.

Baca: Bocah Dibunuh Ibu Tiri di Indramayu, Pembunuh Bayaran Ternyata Diberi Imbalan Miras

Ia diceburkan ke sungai oleh pembunuh bayaran atau algojo berinisial S (26) atas suruhan ibu tiri korban.

Hubungan antara ibu tiri dan algojo itu adalah teman dekat.

Setelah berhasil menghilangkan nyawa MYK, algojo diberi hadiah berupa minuman keras (miras) oleh ibu tiri korban.

Keduanya kini ditetapkan sebagai tersangka dan sudah diamankan polisi.

Kapolres Indramayu, AKBP M Lukman Syarif mengatakan, kedua tersangka dikenai Pasal 340 KUHP atau Pasal 338 KUHP atau Pasal 80 Ayat (3) UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak.

"Dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya 20 tahun, atau dipidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 3 miliar," ujar Lukman, yang didampingi Kasat Reskrim Polres Indramayu, AKP Luthfi Olot Gigantara saat konferensi pers di Mapolres Indramayu, Kamis (23/9/2021). (*)

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Fakta Lain Kasus Ibu Tiri Habisi Anak di Indramayu, Sempat Pura-pura Khawatir, Ikut Mencari Korban

Baca berita terkait lainnya

Sumber: Tribun Jabar
Tags
   #Indramayu   #pembunuhan   #Algojo   #ibu tiri
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved