Yandex

TRIBUNNEWS UPDATE

Haris Azhar Tolak Minta Maaf pada Luhut, Kini Justru Tantang Buka Data soal Bisnis Tambang Papua

Jumat, 24 September 2021 13:21 WIB
Kompas TV
Editor: Alfin Wahyu Yulianto | Reporter: Nila | Video Production: Muhammad Eka Putra

TRIBUN-VIDEO.COM - Kasus dugaan pencemaran nama baik yang dilaporkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan terhadap Direktur Lokataru Haris Azhar dan Koordinator Kontras Fatia Maulida masih bergulir.

Luhut memutuskan untuk menempuh jalur hukum setelah menganggap terlapor enggan membuat permohonan maaf.

Pihak Haris Azhar sendiri tegas mengatakan bahwa kliennya tidak akan meminta maaf pada Luhut.

Ia justru menyebut, akan membuka data soal bisnis tambang di Papua.

Pengacara Haris Azhar, Nurkholis Hidayat menjelaskan, kliennya memang tidak bersedia meminta maaf pada Luhut.

Pasalnyam ia menganggap bahwa isi percakapan dalam video yang dilaporkan Luhut benar adanya dan belum terbantahkan.

"Kami tekankan dalam konteks ini, klien kami akan selalu bersikap ksatria, jika memang salah akan minta maaf, tapi kalau tidak salah, tentu akan mempertahankan kebenaran dengan apapun resikonya, termasuk gugatan ini," kata Nurkholis dalam konpers daring, Rabu (22/9/2021).

Nurkholis sendiri, menyesalkan sikap Luhut yang melaporkan Haris dan Fatia ke Polda Metro Jaya.

Luhut dianggap langsung membuat laporan kepolisian tanpa mencoba menunjukkan data yang dimiliki untuk membantah pernyataan dari Haris Azhar.

Nurkholis meyakini kliennya tidak asal bicara, mengingat hal itu berdasarkan hasil riset koalisi masyarakat sipil.

Menurut Nurkholis, tidak adanya data yang ditunjukkan Luhut justru membuka kesempatan bagi pihaknya untuk membuka data soal dugaan keterlibatan atau jejak Luhut dalam bisnis tambang Papua.

"Di satu pihak ini (pelaporan Luhut) sangat disayangkan, namun di pihak yang sama ini justru kesempatan bagi kita untuk membuka seluas-luasnya data mengenai dugaan keterlibatan atau jejak dari LBP di Papua dalam blok Wabu," ungkapnya.

"Kita buka saja dalam proses ini, sehingga publik akan melihat siapa sebenarnya sosok LBP, bagaimana proses dia selama ini jejak langkahnya dalam dugaan konflik kepentingan di dalam bisnis tambang di Papua yang berdampak pada penderitaan warga Papua," kata Nurkholis.

Untuk diketahui, Luhut melaporkan Haris Azjar dan Fatia atas dugaan pencemaran nama baik, fitnah hingga berita bohong.

Laporan itu didaftarkan Luhut pada Rabu (22/9/2021).

Luhut menyebut laporan ini dibuat lantaran somasi yang ia layangkan kepada Haris Azhar dan Koordinator Kontras tak kunjung direspons.

"Ya karena sudah dua kali (somasi) dia enggak mau, saya kan harus mempertahankan nama baik saya, anak cucu saya, jadi saya kira sudah keterlaluan karena dua kali saya sudah minta maaf enggak mau minta maaf, sekarang kita ambil jalur hukum jadi saya pidanakan dan perdatakan," kata Luhut.

Dugaan pencemaran nama baik itu disebutkan Luhut dilakukan terlapor saat diskusi ang dilakukan Haris dan Fatia mengenai dugaan keterlibatan Luhut dalam bisnis tambang di Papua.

Diskusi ini disiarkan melalui kanal YouTube Haris Azhar berjudul "Ada Lord Luhut di Balik Relasi Ekonomi-OPS Militer Intan Jaya!! Jenderal BIN Juga Ada!! NgeHAMtam".

(Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di KompasTV dengan judul 'Tanggapi Laporan, Haris Azhar Tolak Minta Maaf ke Luhut dan Siap Buka Data soal Bisnis Tambang Papua'

# TRIBUNNEWS UPDATE # Kontras # Haris Azhar # Luhut Binsar Pandjaitan # pencemaran nama baik

    

Sumber: Kompas TV
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved