Terkini Daerah
Suasana Desa Kranggan Klaten yang Terdampak Pembangunan Tol Solo-Jogja, Tersisa Puing Rumah Warga
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto
TRIBUN-VIDEO.COM, KLATEN - Sejumlah rumah yang terdampak Proyek Strategi Nasional (PSN) Tol Solo-Jogja di Dukuh Ngentak, Desa Kranggan, Kabupaten Klaten mulai dirobohkan.
Sebagian besar masyarakat di sana sudah meninggalkan dan membongkar rumahnya.
Suasana tersebut bagaikan kampung yang mati ditinggalkan wargannya.
Nampak, sejumlah rumah hanya tinggal puing-puing bangunan.
Hanya beberapa tembok rumah yang masih berdiri, dan menunggu untuk dirobohkan.
Baca: Rumah Kena Proyek Tol Solo-Jogja, Warga Sawit Boyolali Keluhkan UGR Tak Cukup untuk Beli Rumah Baru
Bahkan, ada beberapa warga yang tengah membongkar rumahnya.
Tampak ia membongkar dinding rumahnya dengan palu untuk mengambil barang-barang yang bisa dipasang kembali seperti jendela, pintu, ventilasi udara dan lain-lain.
Salah satu warga yang tak mau disebutkan identitasnya mengaku warga sudah lama meninggalkan rumahnya sejak lama.
"Kami sudah meninggalkan rumah kami sudah lama," katanya kepada TribunSolo.com, Kamis (23/9/2021).
"Saya di sini sedang membongkar rumah saya untuk mengambil beberapa benda yang bisa saya pasang lagi di rumah baru nanti," pungkasnya.
Ya, rumah-rumah di Dukuh Ngentak ini bakal dijadikan lokasi pembangunan tol Solo-Yogyakarta.
Warga telah menerima uang ganti rugi, sehingga mereka sudah pindah ke lokasi yang baru.
Rata-rata warga Desa Kranggan yang rumahnya terdampak mencari tempat tinggal baru di berbeda tempat.
Salah satu warga Dukuh Ngentak, Desa Karanggan, Kabupaten Klaten, yang terdampak Tol Solo-Jogja Agung 'Bakar' Setiyoko mengatakan hampir semua warga di Dukuh tersebut yang terdampak.
"Sudah ada yang pindah beberapa minggu yang lalu, ada yang beli perumahan, ada yang di perkampungan," kata Agung kepada TribunSolo.com, Selasa (21/9/2021).
Baca: Meski Dapat Ganti Rugi Proyek Tol Solo-Jogja Rp6 Miliar, Petani di Klaten Ini Tak Bisa Beli Sawah
Agung mengatakan warga yang terdampak, mencari tempat tinggal baru, tidak satu lokasi.
Ia menyebutkan, mereka pindah mencari rumah baru ada yang tetap di wilayah Kecamatan Polanharjo, ada juga yang membeli rumah di Kecamatan Wonosari serta Delanggu.
"Saya pindah di Desa Segaran, tapi saya masih ada warung makan yang saya punya, jadi jika sampai saya benar-benar disuruh pindah, saya pindah ke sana (warung makan)," kata Agung.
Dia mengatakan, setelah hampir semua wilayah Dukuh Ngentak yang terdampak proyek Tol Solo-Jogja, kini tinggal beberapa orang.
Dia menuturkan dukuh tersebut memiliki jumlah penduduk yang sangat kecil dibandingkan dukuh lainnya di Desa tersebut.
"Dukuh Ngetak merupakan dukuh dengan jumlah penduduk paling sedikit di Desa Kranggan," pungkasnya. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Potret Dukuh Ngentak di Desa Kranggan Klaten, Rumah Dirobohkan untuk Pembangunan Tol Solo-Jogja
Local Experience
Mitos dan Kearifan Lokal di Deles Indah yang Diyakini Menjaga Keselamatan Pengunjung
Selasa, 14 April 2026
Local Experience
Misteri Kampung Siluman, Hutan Pinus yang Menyimpan Sejarah Erupsi Merapi Tahun 1930
Rabu, 8 April 2026
Local Experience
Inilah Candi Plaosan! Sebuah Bukti Cinta Beda Agama di Masa Kerajaan Mataram Kuno
Senin, 6 April 2026
Local Experience
Hanya Bisa Ditemui Hari Kamis, Ini Keunikan Legondo Khas Klaten
Senin, 6 April 2026
Local Experience
Asal Usul Nama Balerante, Desa di Lereng Merapi dengan Jejak Sejarah dan Legenda yang Mengakar Kuat
Senin, 6 April 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.