Terkini Daerah
Batu Giling Berlubang di Masaran Sragen, Warisan Masa Lampau yang Masih Menjadi Teka-teki
Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari
TRIBUN-VIDEO.COM - Ada yang menarik dan misterius di tengah Dukuh Gebangkota, Desa Gebang, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen.
Tak hanya ada gua misterius yang memiliki sejarah panjang saat dipakai Pangeran Mangkubumi kala masa penjajahan.
Tapi disamping poskamling Dukuh Gebangkota, terdapat sebuah batu berbentuk tabung sempurna dengan diameter kurang lebih 70 cm, dengan tinggi 80 cm.
Bagian atas berbentuk seperti gerigi, dan terdapat lubang di bagian tengahnya.
Batu berwarna hijau, karena sudah dicat oleh warga setelah dipindahkan dari tempat asalnya dipinggir sungai Mungkung.
Oleh warga sekitar, batu tersebut disebut sebagai batu giling.
Baca: Warga Sragen Geger dengan Temuan Kerangka Kepala Manusia di Selokan, Tubuh Terpisah 200 Meter
Kegunaannya belum diketahui secara pasti, karena batu itu diperkirakan sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda, sekitar tahun 1700-an.
Ada dua versi terkait kegunaan dari batu tersebut menurut warga setempat.
Perangkat Gebang, Jumali mengatakan dulunya batu tersebut digunakan sebagai alat penggilingan tebu secara manual.
"Katanya untuk menggiling tebu, daerah sini dulunya daerah tebu semua, menurut cerita orang dulu seperti itu," katanya kepada TribunSolo.com, Rabu (22/9/2021).
Jumali menambahkan, sebenarnya terdapat 2 batu giling yang memiliki bentuk dan ukuran yang sama.
Sayangnya, satu batu lainnya kini sudah hilang karena saat ditemukan sudah dalam keadaan pecah.
Versi kegunaan lainnya, diungkapkan oleh Suroto, ketua RW setempat, yang tinggal tak jauh dari batu giling itu diletakkan.
Menurut Suroto, batu tersebut sering diteliti oleh arkeolog dari UNS Solo maupun UGM Yogyakarta.
Saat ditanya Suroto, arkeolog menjelaskan jika batu tersebut diduga sebagai alat untuk penggilingan serat, yang digunakan untuk membuat sejenis karung.
Baca: PON XX PAPUA: Sragen Kirim 2 Atlet ini Wakili Jateng, Disebut Punya Kans Medali
"Orangtua dis ini memang tidak tahu asal-usulnya, tapi saya tanya arkeolog yang sering datang ke sini prediksinya untuk menggiling serat," jelasnya.
Serat yang dimaksud ialah serat yang digunakan untuk membuat karung goni.
Hal itu diperkuat dengan lokasi ditemukan yang berada di pinggir aliran sungai.
Bahkan konon ceritanya tak ada yang berani memindahkan batu misterius tersebut.
"Karena untuk menggiling serat, membutuhkan air yang terus mengalir," jelasnya.
"Jadi bukan untuk membuat gula, namun membuat kain, prediksinya seperti itu," tambahnya mengakhiri.
(*)
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Teka-teki Batu Giling Berlubang di Masaran, Warisan Masa Lampau, Tak Ada yang Berani Memindahkannya
# zaman Belanda # batu giling # Sragen # warisan
Sumber: TribunSolo.com
TRIBUNNEWS UPDATE
Atap Sekolah MTsM Sambungmacan Sragen Ambruk saat KBM, Timpa Siswa & Guru hingga Dilarikan ke RS
6 hari lalu
LIVE UPDATE
Update Kasus Tewasnya Siswa SMPN 2 Sumberlawang Sragen, Kepsek Sudah Selesai Diperiksa Aparat
7 hari lalu
Local Experience
Tak Ada yang Berani Menebang, Pohon Asam Ini Diyakini Penuh Aura Mistis
Rabu, 6 Mei 2026
Local Experience
Tarian Tradisional Madura, Dari Sakral hingga Penuh Jiwa Kepahlawanan
Rabu, 6 Mei 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.