Yandex

TRIBUNNEWS UPDATE

Harapan Komisaris Komnas HAM Bisa Temui Jokowi, Ingin Bantu Selesaikan Polemik TWK di Tubuh KPK

Selasa, 21 September 2021 15:57 WIB
Kompas.com
Editor: Alfin Wahyu Yulianto | Reporter: Bima Maulana Rahmad Hidayat | Video Production: Benedikta SwastiRenaningtyas

TRIBUN-VIDEO.COM - Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Choirul Anam menegaskan, Presiden Jokowi masih memiliki kewenangan untuk menyelesaikan polemik  Tes Wawasan Kebangsaan (TWK ).

Untuk itu, ia berharap bisa menemui Presiden Jokowi untuk menjelaskan secara langsung rekomendasi terkait TWK pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Rekomendasi tersebut berupa temuan dan pokok kejadian pada polemik TWK yang saat ini masih ramai diperbincangkan publik.

Dikutip Kompas.com pada Selasa (21/9/2021), Anam menjelaskan Komnas tidak ada maksud ikut campur dalam permainan politik terkait polemik TWK.

Langkah yang diambil masih dalam koridor ketentuan dari undang-undang.

“Ini bukan tanpa sebab dan juga bukan ‘apa-apa ke Presiden’. Ini dalam koridor dan kerangka hukum dan HAM sesuai dengan substansi dalam beberapa undang-undang,” jelasnya.

Sebagaimana informasi sebelumnya, Staf Khusus Presiden Bidang Hukum, Dini Purwono memaparkan Presiden Jokowi telah memperoleh laporan rekomendasi dari Ombudsman dan Komnas HAM berkenaan dengan TWK pegawai KPK pada Minggu (19/9/2021).

Dalam laporan tersebut kedua lembaga itu membeberkan sejumlah pelanggaran yang terjadi pada persoalan TWK.

Ombudsman menyatakan terdapat tindakan maladministasi atau penyimpangan adminstrasi pada penyelenggaraan TWK.

Sedangkan Komnas HAM mengungkapkan adanya sejumlah pelanggaran HAM selama proses asesmen itu.

Terkait polemik ini, sebelumnya Presiden Jokowi tidak ingin turut campur terlalu dalam.

Ia masih menunggu putusan Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi.

“Jangan apa-apa ditarik ke Presiden. Ini adalah sopan santun ketatanegaraan. Saya harus hormati proses hukum yang sedang berjalan,” tegas Jokowi, Rabu (15/9/2021).

Diketahui, penyidik senior Novel Baswedan dan sejumlah pegawai KPK lainnya tinggal menghitung hari untuk segera angkat kaki dari lembaga antirasuah itu.

Pemecatan tersebut lantaran mereka tak lolos TWK dalam rangka alih status menjadi ASN.

Pemberhentian itu resmi dilakukan per (30/9/2021), lebih cepat dari ketetapan yang termuat dalam SK yakni per (1/11/2021).

(Tribun-Video.com/ Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Komnas HAM Harap Bertemu Jokowi untuk Jelaskan Rekomendasi Terkait TWK Pegawai KPK"

# Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) # Choirul Anam # Presiden Jokowi # TRIBUNNEWS UPDATE

Sumber: Kompas.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved