Yandex

Terkini Daerah

Ratusan Warga Pantai Amal Tolak Pembangunan Tembok di Kawasan Wisata

Selasa, 21 September 2021 07:38 WIB
Tribun Kaltara
Editor: Bintang Nur Rahman | Video Production: Andheka Malestha

Laporan Wartawan Tribunkaltara.com, Andi Pausiah

TRIBUN-VIDEO.COM, TARAKAN – Ratusan masyarakat pesisir dan gabungan organisasi kemahasiswaan tergabung dalam Forum Masyarakat Amal Lama Bergerak menggelar aksi demo menuntut Pemkot Tarakan, Senin (20/9/2021).

Demo yang digelar di depan Gedung DPRD Kota Tarakan ini menyuarakan aksi tolak pembangunan tembok pembatas Pantai Wisata Amal Lama yang saat ini tengah dikebut pemerintah.

Dikatakan Muhammad Rijal, Korlap Aksi Forum Masyarakat Amal Lama Bergerak pembangunan tembok wisata Pantai Amal dinilai menghambat dan mempersulit mata pencaharian masyarakat yang bermukim di sana.

“Seperti kita ketahui, masyarakat Pantai Amal Lama mata pencahariannya notabenenya nelayan. Salah satu alasannya itu,” jelasnya.

Baca: Puluhan Mahasiswa HMI Banjarmasin Gelar Demo Darurat Vaksin, Sempat Ricuh Karena Pejabat Tak Keluar

Selanjutnya sesuai UU Kepariwisataan Nomor 10 Tahun 2009, salah satu isinya pemerintah dalam membuat pariwisata itu harus didukung oleh masyarakat setempat.

“Tindakan ini bentuk tidak mendukung, Pemkot sebagai yang membuat kebijakan harus mendengarkan aspirassi dari kami. Tembok yang didirikan bukan di pantai melainkan di pas depan halaman rumah masyarakat dengan tinggi 4 meter,” bebernya.

Ia melanjutkan, sepanjang pembangunan Kawasan wisata di sana dibangun tembok.

Baca: Bupati Lembata NTT yang Baru Dilantik Langsung Disambut Aksi Demonstrasi Mahasiswa

Sehingga kendalanya saat akan melaut, dimana perahu diparkir di pinggi pantai cukup menyulitkan masyarakat.

“Tidak ada akses. Tindak lanjutnya kesepakatn bersama tadi anggota dewan sebagai fasilitator mempertemukan masyarakat Amal Lama dengan Wali Kota Tarakan dengan instansi terkait,” jelasnya.

Pihaknya akan tetap mengawal kasus ini karena dengan berakhirnya demo hingga siang tersebut bukan akhir dari tuntutan yang diinginkan.

“Ini sebagain dari proses. Ada RT 5, RT 4 dan RT 3, sebagian besar hadir tadi. Sekitar seratusan orang tadi ikut bergabung dalam forum hari ini,” pungkasnya.

Adapun hasil pertemuan tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan.

Baca: Rumah Warga Sungai Limau Padang Pariaman Rusak akibat Abrasi Pantai, Dapurnya Sudah Ambruk

Di antaranya pertama dalam waktu tertentu paling lambat tanggal 25 September 2021 DPRD Kota Tarakan akan melaksanakan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Pemkot Tarakan berkenaan dengan tuntutan Forum Masyarakat Amal Lama.

Kesepakatan poin kedua yakni DPRD Kota Tarakan akan melakukan kunjungan lapangan guna meninjau lokasi sesuai dengan tuntutan Forum Masyarakat Amal Lama.

Poin kesepakatan terakhir yakni jika pembangunan yang dilaksanakan oleh Pemkot Tarakan di Amal Lama tidak pro rakyat, maka DPRD Kota Tarakan merekomendasikan kegiatan pembangunan di Pantai Amal Lama dihentikan.

Dalam surat tertulis tersebut ditandatangani Wakil Ketua DPRD Tarakan Muhammad Yunus dan Yulius Dinandus, kemudian Korlap Forum Masyarakat Amal Lama yakni Selamet dan M. Rijal tertanggal 20 Sseptember 2021. (*)

Sumber: Tribun Kaltara
Tags
   #Pantai Amal   #kawasan wisata   #demo
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved