Yandex

TRIBUNNEWS UPDATE

Kakek 80 Tahun di Banyuwangi Tempuh Puluhan Kilometer Berdagang Anyaman Bambu demi Istri yang Stroke

Senin, 20 September 2021 15:53 WIB
Kompas.com
Editor: fajri digit sholikhawan | Reporter: Rena Laila Wuri | Video Production: Muhammad Eka Putra

TRIBUN-VIDEO.COM - Meski di usianya yang tidak muda lagi, Jumali (83) masih semangat bekerja jualan anyaman bambu atau biasa disebut gedek secara keliling.

Hal ini ia lakukan demi sang istri yang menderita sakit stroke.

Sehingga Jumali mengayuh sepedanya puluhan kilometer dan berharap ada warga yang membeli.

Biasanya Jumali berjualan di Desa Jajag, Kecamatan, Gambiran, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa.

Jumali memilih tak mau menganggur meski usianya sudah senja, karena harus berjuang mencukupi kebutuhan istri.

Apalagi Mbah Jum harus merawat istrinya, Rehani (75), yang terbaring di atas kasur lantaran terkena sakit stroke.

Kakek berusia 80 tahun itu juga turut merawat seorang cucu.

"Bagaimana lagi karena memang ini sudah menjadi tanggung jawab saya sebagai seorang kepala keluarga," ucapnya.

Setiap hari, Jumali harus menuntun sepeda ontel tuanya di jalanan Banyuwangi, Jawa Timur.

Di bagian jok belakang sepedanya terikat anyaman bambu atau biasa disebut gedek.

Anyaman bambu tersebut merupakan barang jualannya.

"Saya keliling jauh-jauh, ke daerah Jajag, sampai ke daerah kota juga. Berangkat jam 7 pagi laku tidak laku jam 1 siang saya pulang," kata Mbah Jum, di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Penganjuran, Kecamatan Banyuwangi, Sabtu (18/9/2021).

Baca: Sosok Kakek 60 Tahun yang Hamili Pelajar SMP di Banyuwangi, Terbongkar saat Bayinya Dibuang ke Sumur

Tak terasa, warga Dusun Krajan, Desa Macan Putih, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, ini sudah melakoni pekerjaannya itu selama 60 tahun.

Mbah Jum sadar bahwa gedek bambu saat ini sudah ketinggalan zaman dan sepi peminat.

Pasalnya, kini banyak bangunan yang memakai bahan yang lebih modern.

Ia mengaku tak punya pilihan lain untuk berganti profesi lantaran usianya yang telah senja.

"Saat ini, memang cukup sulit jualan gedek seperti ini, tapi ya bagaimana tidak ada pilihan lain lagi," tuturnya sambil tersenyum, Sabtu (18/9/2021).

Dilansir Kompas.com, anyaman bambu miliknya dijual Rp75 ribu.

Namun tak jarang ia sering menurunkan harga hingga Rp60 ribu supaya laku terjual.

Dari setiap gedek yang laku, Mbah Jum hanya mendapat penghasilan Rp20 ribu hingga Rp30 ribu yang masih dibagi dengan si pembuat.

"Tipis hasilnya, saya kasih Rp60.000 kadang, dengan penghasilan Rp20.000-Rp30.000 setiap gedek nya, karena saya bagi hasil sama yang buat, di sini saya menjualkan. Tapi, alhamdulillah masih cukup, saya juga tidak mengeluh," ujar dia.(Tribun-Video.com/ Kompas)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kisah Jumali, Lansia 80 Tahun Menempuh Puluhan Kilometer Berdagang Anyaman Bambu demi Istri yang Stroke

# TRIBUNNEWS UPDATE  # Banyuwangi # Anyaman bambu # stroke # viral di media sosial

Sumber: Kompas.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved