Sabtu, 25 April 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

IDI Kecam Aksi Penyerangan KKB Papua dan Minta Pemerintah Serius Jamin Keselamatan Tenaga Medis

Sabtu, 18 September 2021 18:41 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Aksi Penyerangan secara brutal yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua menuai kecaman dari berbagai pihak.

Satu di antaranya Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Papua dalam jumpa pers, Jumat (17/9/2021).

IDI Papua meminta kepada pemerintah untuk serius melindungi pengabdian tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di Papua.

Baca: IDI Wilayah Papua Minta Jaminan Keamanan untuk Nakes di Papua, Istana Ultimatum KKB: Segera Hentikan

Dikutip dari Tribunnews.com pada Sabtu (18/9/2021) Ketua IDI Wilayah Papua, Donald Aronggear mengatakan, keberadaan para nakes di Papua murni karena malaksanakan tugas melayani masyarakat.

"Jadi kami organisasi wilayah IDI meminta kepada pemerintah, berharap sekali memberikan jaminan keamanan teman-teman kami yang bertugas," ujar Donald.

"Dimana pun namanya pengabdian khususnya pada tenaga kesehatan dilindungi. Artinya perlindungan harus maksimal. Pemda harus memberikan perlindungan maksimal bersama TNI dan Polri. Tidak mungkin nakes bisa masuk ke daerah tersebut kalau tidak ada jaminan keamanan.' imbuhnya

Ia mengungkapkan, kejadian yang menimpa nakes berupa kekerasan KKB berpengaruh pada sejumlah program pelayanan kesehatan.

Hal ini lantaran para nakes merasa takut dan khawatir saat bekerja.

Donald berharap kejadian ini tidak terulang kembali.

Baca: Pasca-kekerasan Nakes di Papua, Istana Ultimatum KKB: Hentikan Aksi Brutal Tanpa Rasa Kemanusiaan

Ia meminta agar seluruh elemen memberikan perlindungan dan keamanan kepada nakes.

Elemen tersebut di antaranya pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat dan tokoh agama setempat.

"Kami meminta kepada pemerintah daerah provinsi Papua beserta TNI-POLRI untuk menjamin keamanan dan keselamatan tenaga kesehatan yang bertugas di seluruh wilayah Papua," ujar Donald.

"Kami juga berharap kejadian serupa tidak lagi berulang sehingga tenaga kesehatan dapat memberikan pelayanan dengan tenang tanpa ada tekanan maupun rasa takut." mintanya.

Menurut Donald, berkurangnya nakes di daerah pelosok Papua berdampak pada kebutuhan pelayanan kesehatan bagi masyarakatnya terlebih saat pandemi Covid-19.

Sementara itu, Deputi V Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Bidang Politik, Hukum, Keamanan dan HAM, Jaleswari Pramodhawardani memperingatkan kepada KKB Papua agar segera mengakhiri aksi brutal itu.

Baca: 9 Nakes dan 1 TNI Korban Kekerasan KKB Papua Berhasil Dievakuasi

Ia menegaskan aksi tersebut tidak mencerminka rasa kemanusiaan.

Selain itu, Ia meminta aparat penegak hukum menuntaskan dengan tegas serangkaian aksi teror KKB di Papua.

"KKB harus segera menghentikan tindakan yang sama sekali tidak memiliki rasa kemanusiaan ini. Aparat penegak hukum harus bertindak dan melakukan penegakan hukum secara tegas dan tuntas atas serangkaian aksi teror KKB," pungkasnya.

Menurut Jaleswari, aksi KKB sudah masuk dalam tindakan pidana serius terlebih kepada nakes yang sedang bertugas di fasilitas kesehatahn masyarakat.

Baca: Hendak Evakuasi Jasad Nakes Korban KKB, Tim Evakusi Ditembaki Kelompok Organisasi Papua Merdeka

Seperti informasi sebelumnya, KKB di Papua menyerang para nakes di Puskesmas Kiwirok, Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin (13/9/2021).

Para nakes tersbeut mengalami kekerasan dan kekejaman KKB secara brutal. (Tribun-Video.com/Tribunnews.com)

Baca juga berita terkait di sini

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Istana Ultimatum KKB Papua: Segera Hentikan Aksi Brutal yang Tidak Memiliki Rasa Kemanusiaan

# TRIBUNNEWS UPDATE # KKB # Papua # Kiwirok # penyerangan # IDI # tenaga kesehatan

Editor: Panji Anggoro Putro
Video Production: Unzila AlifitriNabila
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #TRIBUNNEWS UPDATE   #KKB   #Papua   #Kiwirok   #penyerangan   #IDI   #tenaga kesehatan

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved