Yandex

Terkini Daerah

Kekeringan Tak Separah Tahun Lalu, Pemkab Boyolali Tetap Salurkan Bantuan Air

Rabu, 15 September 2021 09:13 WIB
TribunSolo.com
Editor: Danang Risdinato | Video Production: Arief Miftakhul Firdaus

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo

TRIBUN-VIDEO.COM - Kekeringan di Boyolali tahun ini tak separah tahun lalu.

Musim kemarau basah, jumlah desa yang terdampak kekeringan tak begitu banyak seperti tahun lalu.

Bahkan ada satu kecamatan yang sudah bebas dari masalah ketersediaan airnya.

Data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, tahun 2021 ini hanya 6 kecamatan di Boyolali yang mengalami darurat kekeringan.

Antara lain, kecamatan Juwangi, Wonosegoro, Wonosamodro, Musuk dan Tamansari.

Hanya sekitar 25 desa di 6 Kecamatan itu yang mengalami krisis air bersih. Masih ada sebagian desa di kecamatan itu yang masih memiliki sumber air meskipun tinggal sedikit.

Baca: Ratusan Motor Balap Liar di Boyolali Diamankan Polisi, Ada Sepeda Motor Bebek hingga Ninja 250 cc

Sedangkan tahun lalu, selain 6 kecamatan itu, kecamatan Selo juga masuk dalam status darurat kekeringan.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Boyolali Widodo Munir menyatakan berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), tahun ini merupakan kemarau basah.

Artinya meski terjadi kemarau namun masih terjadi hujan.

Dengan begitu, wilayah terdampak kekeringan ini tak sebanyak tahun lalu.

Apalagi, di wilayah Selo yang sebelumnya juga masuk dalam status tanggap darurat kekeringan, mulai saat ini warga sudah bisa mengatasi masalah air bersih itu.

"Kecamatan Selo sudah bisa mandiri menyiapkan air bersih. Dengan mengalirkan air dari sumber-sumber air dari Merapi Merbabu," kata Widodo, usai pemberangkatan penyaluran air bersih ke wilayah terdampak, di halaman BPBD Boyolali, Selasa (14/9/2021).

Dia menyebut meski air yang dialirkan ke desa-desa di kecamatan Selo hanya kecil, tapi bisa terus menerus.

Sehingga masalah air bersih ini dapat ditangani secara mandiri oleh warga.

Baca: BMKG Prediksi 22 Wilayah di Indonesia Kekeringan Ekstrem, Jalani Lebih dari 100 Hari Tanpa Hujan

Sementara itu, terkait status Siaga Darurat Kekeringan di Kabupaten Boyolali telah ditetapkan dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Boyolali nomor 360 / 593 tahun 2021.

Dengan status siaga itu, Pemkab juga akan menyalurkan bantuan air bersih ke masyarakat terdampak.

Pemkab Boyolali juga telah menyiapkan 2019 tangki air bersih untuk disalurkan kepada masyarakat.

Dari 2019 tangki itu yang paling banyak berasal dari sumbangan masyarakat, CSR atau instansi terkait.

"kalau kita punyanya hanya 400 (tangki air). Tapi biasanya yang dari CSR (Bantuan masyarakat/swasta) jumlahnya lebih banyak," imbuhnya. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Kemarau Basah di Boyolali, Kekeringan Tak Separah Tahun Lalu: Pemkab Tetap Salurkan Bantuan Air

# Bantuan Air Bersih # kemarau basah # kekeringan

Sumber: TribunSolo.com
Tags
   #kekeringan   #BMKG   #kemarau basah   #Bantuan Air Bersih   #Boyolali   #BPBD

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved