Yandex

Terkini Daerah

NTB Miliki Pabrik Pemusnah B3, Mampu Mengolah 300 Kg Limbah Medis Tiap Jam

Rabu, 15 September 2021 08:12 WIB
Tribun Lombok
Editor: Danang Risdinato | Video Production: Ardrianto SatrioUtomo

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUN-VIDEO.COM - Setelah puluhan tahun, Nusa Tenggara Barat (NTB) akhirnya memiliki pabrik pemusnah limbah medis bahan beracun berbahaya (B3).

Pabrik ini dengan fasilitas incinerator khusus limbah medis ini beroperasi di Dusun Koal, Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat.

Pengoperasian pabrik diresmikan Gubernur Provinsi NTB Zulkieflimansyah, Senin (13/9/2021).

Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 (PLB3) Rosa Vivien Ratnawati yang hadir dalam peresmian itu menjelaskan, selama ini sebagian besar limbah medis NTB diekspor ke Pulau Jawa.

Limbah tersebut dimusnahkan menggunakan jasa pemusnah limbah medis di sana.

Baca: Buntut Video Viral Oknum Warga di NTB Tangkap Lumba-lumba, Kini Mereka Dilaporkan ke Polisi

"Pabrik ini sudah punya izin dan bisa menerima limbah medis," katanya.

Kementerian, kata Rosa, juga menyiapkan anggaran khusus untuk operasional pengumpulan limbah selain bantuan tiga kendaraan operasional.

Saat ini, kemampuan incinerator dapat mengolah limbah medis sebanyak 300 kilogram (kg)  per jam dan beroperasi selama 24 jam.

Ditambah lagi fasilitas pendingin (cold storage) yang dapat menyimpan limbah selama 90 hari sebelum diolahmusnahkan.

Karena itu, Wakil Gubernur NTB Sitti Rohmi Djalillah yang hadir pada acara tersebut, menginginkan limbah medis se-NTB bisa diolah di sini.

Baca: Fakta Viral 2 Pemuda di Bima Naik Motor Bawa Lumba-lumba, Begini Tanggapan BKSDA NTB

Namun demikian, Rohmi mengakui terdapat beberapa kendala yang harus segera diselesaikan.

"Kendalanya ketersediaan listrik, air, bahan bakar, sinyal komunikasi dan akses jalan yang akan diperbaiki," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di TribunLombok.com dengan judul NTB Buat Pabrik Pemusnah B3, 300 Kg Limbah Medis Diolah Tiap Jam

Sumber: Tribun Lombok

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved