Yandex

TRIBUNNEWS UPDATE

Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron Bantah KPK Tawari Pegawai TMS Kerja di BUMN

Selasa, 14 September 2021 21:01 WIB
Tribunnews.com
Editor: fajri digit sholikhawan | Reporter: Rena Laila Wuri | Video Production: Aditya Hellen

TRIBUN-VIDEO.COM - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah telah menawarkan pegawai KPK yang tidak lulus Tes Wawasan kebangsaan (TWK) untuk bekerja di luar lembaga antirasuah tersebut.

Hal ini dibenarkan Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron.

Pasalnya beredar kabar bahwa KPK menawarkan 57 pegawai nonaktif bergabung ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Wakil Ketua KPK, Nurul Ghufron, membantah kabar pihaknya meminta pegawai nonaktif yang tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) agar memberi surat mengundurkan diri untuk kemudian diusulkan bergabung ke Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Diketahui, para pegawai tak lulus TWK itu akan selesai masa tugasnya pada 1 November 2021 mendatang.

"Yang jelas dari kita enggak ada meminta pengunduran diri dan lain-lain," kata Ghufron saat dihubungi, Selasa (14/9/2021).

Ghufron mengaku tidak mengetahui perihal surat permohonan penyaluran pegawai nonaktif ke perusahaan pelat merah.

"Yang jelas form-nya (surat permohonan) saya enggak tahu. Kalau ditawari, itu bukan ditawari, mereka itu katanya sih, ya, mereka nanya masa sih pimpinan enggak memikirkan mereka. Begitu," dia menjelaskan.

Baca: Novel Baswedan Tanggapi Tawaran Kerja di BUMN untuk Pegawai KPK yang Tak Lolos Jadi ASN

Dilansir Tribunnews.com, Ghufron mengatakan, tidak semua 57 pegawai nonaktif mengindahkan penawaran bekerja di BUMN.

Dia mengklaim ada sebagian dari mereka yang meminta bantuan kepada pimpinan.

"Artinya, mereka yang TMS kan ada macam-macam levelnya, ada yang melawan, kemudian ada yang meminta tolong. Mungkin ada yang minta tolong begitu, mereka mungkin inisiasi di antara mereka sendiri, itu mungkin," katanya.

Sementara itu, Penyidik Senior KPK, Novel Baswedan menanggapi perihal tawaran TMS masuk ke perusahaan plat merah.

Novel dengan tegas menyatakan penawaran tersebut sebagai bentuk penghinaan.

"Bagi kami itu adalah suatu penghinaan," tegas Novel.

Novel mengaku bekerja di KPK bukan hanya mencari gaji melainkan berjuang membasmi korupsi di Indonesia.

Penyidik nonaktif gegara TWK itu, bahkan mencurigai adanya pihak di KPK yang memiliki kepentingan pribadi.

"Hal ini semakin menggambarkan adanya kekuatan besar yang ingin menguasai KPK untuk suatu kepentingan yang bukan kepentingan memberantas korupsi," ujar Novel.(Tribun-Video.com/ Tribunnews)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Nurul Ghufron Bantah KPK Tawari Pegawai TMS Kerja di BUMN

# TRIBUNNEWS UPDATE # Komisi Pemberantasan Korupsi  # Tes Wawasan Kebangsaan # Nurul Ghufron 

Sumber: Tribunnews.com

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved