Kamis, 30 April 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Desakan KPI Bubar Mencuat, Buntut Korban Perundungan Dipaksa Teken Damai Akui Tak Pernah Dilecehkan

Sabtu, 11 September 2021 14:53 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menjadi sorotan publik setelah internalnya terlibat kasus perundungan dan dugaan pelecehan.

Tak hanya itu, KPI juga kian menuai kritik kala memperbolehkan penyanyi Saipul Jamil tampil di TV setelah bebas dari penjara atas kasus fedofilia.

Dua hal tersebut lantas membuat sejumlah pihak memunculkan desakan agar KPI dibubarkan.

Diketahui kegeraman sejumlah pihak terhadap KPI kian memuncak setelah adanya kabar bahwa korban pelecehan dan perundungan yakni MS, dipaksa untuk meneken surat damai.

Buntut hal itu, desakan KPI dibubarkan mencuat.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) misalnya.

Melalui juru bicaranya Dara Nasution, PSI menuntut pemerintah dan DPR RI untuk membubarkan KPI.

Tuntutan dari PSI muncul setelah adanya intimidasi pada korban MS.

"Dugaan intimidasi kepada korban MS supaya mencabut laporannya menunjukkan bahwa KPI tidak benar-benar serius mengawal kasus ini."

"Kalau mengawal kasus di internal saja tidak mampu, berarti KPI sudah kehilangan legitimasi untuk mengurusi moral bangsa. Sudah tidak ada gunanya, sebaiknya KPI bubar saja," ujar Dara.

Dari beberapa tahun belakangan, masyarakat saja hampir tidak pernah mendengar adanya kinerja positif dari KPI.

Menurut Dara, selama ini masyarakat juga hanya terus dihadirkan kontroversi dari KPI.

"Mulai dari membatasi lagu di radio, sensor iklan Shopee, mau mengawasi Netflix. Di sisi lain, kualitas tayangan TV nasional juga tidak ada perbaikan," kata Dara.

Dara Nasution juga menyinggung soal anggaran operasional KPI yang mencapai Rp60 miliar.

"Sebagai pembayar pajak, kami tidak rela uang kami dipakai membiayai lembaga yang performanya tidak becus dan tersangkut skandal seks. Di masa pandemi ini, lebih baik anggaran untuk KPI digunakan membantu rakyat," kata Dara.

"Apa yang dialami oleh MS adalah potret buram penanganan kekerasan seksual di negeri ini. Ini seperti melihat kasus Ibu Baiq Nuril terulang kembali."

"Tentu ini preseden buruk karena akan berpotensi membungkam korban-korban lainnya. Pihak kepolisian mestiny lebih berpihak pada korban," jelasnya.

Beberapa waktu belakangan, KPI memang tengah menjadi sorotan.

Saat kasus dugaan pelecehan dan perundungan yang dialami MS, KPI juga disoroti sikapnya memperbolehkan Saipul Jamil yang pernah terjerat kasus pedofilia untuk tampil di televisi.

KPI menilai, Saipul boleh tampil di TV dalam konteks memberikan edukasi bahaya aksi pedofilia.

Sementara itu, terkait kasus yang kini menimpa MS, KPI diduga memaksa MS meneken damai dan mencabut laporan dugaan kekerasan dan pelecehan terhadap korban.

Korban MS juga disebut diminta untuk mengakui tidak pernah mengalami pelecehan apapun selama bekerja di KPI.

"Dia menolak karena sudah mendapat arahan dari kami. Termasuk disuruh teken surat perdamain dan pencabutan pelaporan," kata Mehbob, tim kuasa hukum korban.

(Tribun-Video.com)


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Desakan KPI Dibubarkan Mencuat setelah Korban Pelecehan Diintimidasi agar Damai dan Cabut Laporan

# Saipul Jamil # Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) # TRIBUNNEWS UPDATE

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Reporter: Nila
Sumber: Tribunnews.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved