Minggu, 12 April 2026

Wiki Trends

Wiki Trends - Ubah Konstitusi Presiden Bisa 3 Periode, Presiden Guinea Dikudeta dan Diculik Militer

Senin, 6 September 2021 17:26 WIB
TribunnewsWiki

TRIBUN-VIDEO.COM - Kelompok militer di Guinea melakukan kudeta di negara tersebut dan menangkap Presiden Alpha Conde.

Selain menutup perbatasan Guinea selama seminggu, pasukan khusus juga membubarkan pemerintahan.

Kudeta ini berawal dari serangan pada Minggu pagi di dekat istana presiden Guinea.

Kekacauan melanda masyarakat miskin negara Afrika Barat, Guinea pada 5 September 2021 ketika tentara pemberontak mengatakan mereka telah menangkap presiden dan melancarkan kudeta.

Kudeta tersebut diduga dipimpin oleh unit elit yang merupakan mantan legiuner Prancis, Letnan Kolonel Mamadi Doumbouya.

Baca: Sosok Polwan Penjaga Perbatasan Indonesia dan Papua New Guinea, Tak Segan Patroli Perlintasan Ilegal

Mereka mengatasnamakan Komite Nasional Pengumpulan dan Pembangunan.

Dalam sebuah pernyataan, Mamadi Doumbouya mengatakan telah menangkap Presiden Alpha Conde dan membubarkan pemerintahannya.

Dalam video yang ditampilkan oleh pihak militer, terlihat Alpha Conde mengenakan kemeja bermotif dan jelana jins.

Dia terlihat tidak memiliki luka.

Menurut penasihat presiden, Conde kini masih ditahan, namun tak ada yang mengetahui keberadaannya.

Kabar kudeta Guinea diketahui dari media sosial.

Aksi ini diawalo oleh tembakan keras pada Minggu pagi di dekat istana presiden di ibu kota Conakry dan berlangsung selama berjam-jam.

Tembakan itu memicu ketakutan di negara tersebut yang telah mengalami banyak kudeta dan upaya pembunuhan presiden.

Kementerian Pertahanan mengklaim bahwa serangan itu telah dihentikan.

Tetapi ketidakpastian tumbuh ketika tidak ada tanda-tanda Presiden Aplha Conde berikutnya di televisi atau radio pemerintah.

Tidak segera diketahui seberapa luas dukungan Doumbouya dalam jajaran militer.

Dalam pidato hari Minggu, dia meminta tentara lain "untuk menempatkan diri mereka di pihak rakyat" dan tinggal di barak mereka.

Doumbouya mengaku tidak mempercayai politik yang diegang oleh satu orang.

Terpilihnya kembali presiden pada Oktober telah memicu demonstrasi jalanan yang penuh kekerasan di mana oposisi mengatakan puluhan orang tewas.

Perkembangan hari Minggu menggarisbawahi bagaimana dia juga menjadi rentan terhadap elemen-elemen yang berbeda pendapat di dalam militernya.

Baca: Dahsyat, Pemain Sayap Guinea-Bissau Ini Berlari seperti Kuda

Dalam pernyataan tersebut terlihat Doumbouya mengenakan seragam pasukan khusus.

Ia mengatakan bahwa pihaknya telah menutup semua perbatasan jalur darat maupun udara Guinea.

Sebelumnya, satu-satunya jembatan yang menghubungkan daratan utama ke semenanjung Kaloum ditutup sementara.

Daerah tersebut menampung sebagian besar kementerian dan istana presiden.

Di sekitar Kaloum banyak tantara bersenjata berat berdatangan.

Mereka ditempatkan di sekitar istana, kata seorang sumber militer kepada kantor berita Reuters. (*)

Baca berita terkait lainnya

 
Reporter: saradita oktaviani
Video Production: Panji Yudantama
Sumber: TribunnewsWiki

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved