Kamis, 16 April 2026

Mancanegara

Detik-detik Bom Bunuh Diri Kabul Afghanistan: Tewaskan 12 Tentara AS dan 60 Warga Sipil

Jumat, 27 Agustus 2021 10:16 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM – Sepasang bom Kabul Afghanistan yang meledak di luar bandara negara itu, menewaskan sedikitnya 12 tentara AS dan melukai 15 lainnya pada Kamis (26/8/2021).

Melansir Reuters, ISIS mengeklaim berada di balik serangan bom Kabul Afghanistan tersebut.

Selain itu, sedikitnya 60 warga sipil Afghanistan juga dilaporkan tewas akibat bom Kabul sebagaimana dilansir Al Jazeera.

Seorang jenderal tinggi AS mengatakan, saat ini pasukan AS berupaya mengantisipasi lebih banyak serangan ketika proses evakuasi berlanjut dari Afghanistan.

Baca: Bandara Kabul Afghanistan Diserang 2 Bom Bunuh Diri di Tengah Konflik dengan Taliban, 73 Orang Tewas

Ledakan bom Kabul Afghanistan menandai korban militer AS pertama di negara itu sejak Februari 2020, dan merupakan insiden paling mematikan bagi pasukan “Negeri Paman Sam” di Afghanistan dalam satu dekade.

Setidaknya dua bom Afghanistan meledak di kerumunan yang memadati gerbang Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul.

Kerumuman tersebut dengan putus asa mengantre untuk meninggalkan Afghanistan sejak Taliban menduduki Kabul.

Salah satu bom Kabul Afghanistan diledakkan di dekat gerbang bandara dan yang lainnya meledak di dekat Hotel Baron.

Dalam sebuah pernyataan, ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Kelompok teroris itu menambahkan, salah satu pengebomnya menargetkan penerjemah dan orang yang bekerja sama dengan tentara AS.

Kepala Komando Pusat AS, Jenderal Korps Marinir AS Frank McKenzie, mengatakan dalam jumpa pers bahwa ledakan bom Kabul Afghanistan diikuti dengan baku tembak.

McKenzie mengatakan, ancaman dari ISIS di Afghanistan tetap ada di samping sejumlah ancaman lainnya.

"Kami percaya itu adalah keinginan mereka untuk melanjutkan serangan ini dan kami menduga serangan itu berlanjut. Kami melakukan segala yang kami bisa untuk bersiap," kata McKenzie.

McKenzie menambahkan, potensi serangan di masa depan bisa saja berupa serangan roket yang ditembakkan ke bandara atau bom mobil yang mencoba masuk.

McKenzie menuturkan, dia tidak yakin bahwa milisi Taliban telah membiarkan serangan itu terjadi. Sebelumnya, AS dan sekutunya mendesak orang-orang untuk menjauh dari bandara Kabul karena adanya ancaman dari ISIS.

Baca: Jenderal Afghanistan Sebut 3 Sosok di Balik Penyebab Runtuhnya Negara: Trump, Biden, dan Ashraf Gani

Imbauan tersebut dikeluarkan pada Kamis ketika negara-negara Barat berupaya secepat mungkin melakukan evakuasi sebelum tenggat waktu 31 Agustus.

Kedutaan AS di Kabul menyarankan orang-orang yang ingin pergi ke bandara Kabul supaya mengurungkan niatnya sebagaimana dilansir Reuters.

Serupa dengan AS, Inggris mengatakan kepada orang-orang di area bandara untuk pindah ke lokasi yang aman.

"Ada ancaman serangan teroris yang berkelanjutan dan tinggi," tulis Kantor Luar Negeri Inggris dalam pernyataannya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "UPDATE Bom Bunuh Diri Kabul Afghanistan: 12 Tentara AS Meninggal, 60 Warga Sipil Tewas"

Baca berita terkait lainnya

 
Video Production: Dimas HayyuAsa
Sumber: Kompas.com

Tags
   #Afghanistan   #bom bunuh diri   #Kabul   #kerumunan   #Taliban   #ISIS

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved