Yandex

Terkini Daerah

Kapolda Sumsel Dimutasi dari Jabatannya, Polri Bantah Ada Keterkaitan soal Kasus Sumbangan Rp2 T

Kamis, 26 Agustus 2021 15:53 WIB
Tribunnews.com
Editor: Purwariyantoro | Video Production: Wening Cahya Mahardika

TRIBUN-VIDEO.COM - Setelah ramai kasus sumbangan fiktir Rp2 triliun, Kapolda Sumatera Irjen Pol Eko Indra Heri dimutasi dari jabatannya.

Irjen Pol Eko Indra Heri akan segera menempati jabatan barunya sebagai Kors Ahli Kapolri.

Hal tersebut diketahui berdasarkan TR Kapolri bernomor ST : 1701/VIII/KEP/2021, tertanggal 25 Agustus 2021.

Dilansir TribunWow.com, surat tersebut ditandatangani oleh As Kapolri Bidang SDM, Irjen Wahyu Widada atas nama Kapolri.

Selain itu, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono juga membenarkan kabar pindah jabatan tersebut.

Ia menyebut surat itu ditandatangani pada 25 Agustus 2021.

Baca: Namanya Dikaitkan Kasus Bantuan Akidi Tio, Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri Dimutasi

"Iya benar (surat telegram, Red)," kata Rusdi dikutip dari Tribunnews.com, Kamis (25/8/2021).

Dalam surat tersebut, Irjen Eko Indra Heri akan menggantikan posisi Irjen Teguh Sarwino sebagai Kors Ahli Kapolri.

Sementera itu, Irjen Teguh akan dirotasi menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Jemen Sahli Kapolri.

Sedangkan posisi Irjen Eko sebagai Kapolda Sumsel akan digantikan oleh Irjen Pol Toni Harmanto.

Bantahan Mabes Polri

Kendati demikian, Mabes Polri membantah mutasi Irjen Eko Indra Heri dari Kapolda Sumatera Selatan jadi Kors Ahli Kapolri berkaitan dengan kisruh sumbangan fiktif.

Sebelumnya, nama Irjen Pol Eko Indra Heri memang terseret dalam kasus sumbangan bodong Rp2 T dari keluarga Alm Akidi Tio untuk penanganan Covid-19.

Irjen Pol Eko Indra Heri saat itu menjadi pihak yang diserahi sumbangan dari Heriyanti anak Akidi Tio yang akhirnya hanya isapan jempol belaka.

Terkait hal tersebut, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono menyampaikan mutasi yang dilakukan kepada Kapolda Sumsel hanya penyegaran organisasi biasa di korps Bhayangkara.

"Sudah lama menjadi Kapolda dan untuk penyegaran organisasi," kata Argo, Kamis (26/8/2021).

Argo menegaskan, mutasi Irjen Eko Indra Heri sebagai Kors Ahli Kapolri masih satu level jabatan yang setara dengan Kapolda.

Oleh sebab itu, mutasi ini disebut tak berkaitan dengan kasus sumbangan Rp2 T yang sempat dialami oleh Irjen Eko Indra Heri.

"Pindahnya juga dalam level yang sama," tukas dia.

Baca: Seusai Polemik Sumbangan Fiktif Rp2 M Akidi Tio, Kapolda Sumsel Dimutasi, Ini Jabatan Barunya

Tanggapan Irjen Pol Eko

Saat dikonfirmasi awak media, Iren Eko menyampaikan pesan untuk tetap semangat dan terus berbuat baik.

Diberitakan TribunSumsel, Irjen Eko tetap menyampaikan rasa syukurnya atas perpindahan jabatan tersebut.

"Alhamdulillah, tetap semangat dan terus berbuat baik," ujarnya melalui pesan singkat WA.

Sebagai gantinya, jabatan kapolda Sumsel kini akan diemban oleh Irjen Pol Toni Harmanto yang sebelumnya menjabat Kapolda Sumbar.

Terlepas dari ada tidaknya dana itu, Eko mengaku sudah memaafkan Heriyanti.

"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada mereka-mereka yang berempati pada saya atas kejadian ini."

Karena itu, Eko meminta seluruh pihak menghilangkan semua kegaduhan dan kembali berkonsentrasi menangani Covid-19.

"Masyarakat kita masih sangat membutuhkan perhatian dan dukungan kita untuk penanganan Covid-19 ini," terang Eko, dikutip dari Kompas.com, Kamis (5/8/2021).

"Kita kembali berkonsentrasi, saatnya kita memilih mau jadi pejuang atau jadi pecundang."(TribunWow.com/Tribunnews)

# Kapolda Sumsel # Irjen Pol Eko Indra Heri # mutasi # sumbangan Rp2 triliun

Baca berita lainnya terkait Kapolda Sumsel

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Polri Bantah Mutasi Irjen Eko Indra Heri Terkait Kisruh Sumbangan Rp2 Triliun Keluarga Alm Akidi Tio

Sumber: Tribunnews.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved