Terkini Daerah

Janji BPN pada Warga Jogonalan yang Protes Ganti Rugi Tol Solo-Jogja: Tak akan Sengsarakan Rakyat

Rabu, 25 Agustus 2021 12:59 WIB
TribunSolo.com

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Mardon Widiyanto

TRIBUN-VIDEO.COM - Badan Pertanahan Nasional (BPN) buka suara terkait demo warga Kabupaten Klaten yang protes ganti rugi Tol Solo-Jogja tak layak.

Kepala Seksi (Kasi) Pengadaan Tanah BPN Klaten, Sulistiyono mengatakan sampai saat ini progres pelaksanaan pembebasan lahan Tol Solo-Jogja baru sampai Klaten bagian timur.

"Kita belum sampai ke sana (Klaten bagian barat) yang artinya pengumuman dan musyawarah juga belum dilakukan di sana," kata dia kepada TribunSolo.com, Rabu (25/8/2021).

Sulistiyono menjamin pemerintah tak bakal membuat masyarakat yang terdampak Tol Solo-Jogja menjadi sengsara.

Baca: Warga Karanganom Mendadak Jadi Miliarder setelah Terima Uang Ganti Rugi Proyek Tol Solo-Jogja Rp63 M

Ia mencontohkan pembayaran lahan pertanian di wilayah Klaten bagian timur yang sebelum proyek Tol Solo-Jogja itu dihitung Rp300 ribu hingga Rp400 ribu per patok saja.

"Kalau saat ini, masyarakat bisa mendapatkan ganti rugi mulai Rp600 ribu hingga capai Rp1,5 juta," ujarnya.

"Alhamdulillah, sampai saat ini belum ada masyarakat yang mengajukan keberatan ke tingkat pengadilan," imbuhnya.

Jeritan Warga Klaten

Warga yang mengatasnamakan pendukung Joko Widodo (Jokowi) menggelar demo, Selasa (24/8/2021) sore.

Mereka yang merupakan warga terdampak proyek Tol Solo-Jogja itu menggelar demo di RT 05 RW 02, Desa Joton, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten.

Berdasarkan pantauan TribunSolo.com, pendemo memasang berbagai poster di antaranya bergambar foto Jokowi.

Tak lupa menuliskan 'Paguyuban Masyarakat Pendukung Jokowi Tedampak Tol Solo-Jogja : Kami Mendukung Terlaksananya Proyek Jalan Tol, Tapi Hargailah Tanah, Tanaman dan Bangunan Kami, Sepantasnya. Merdeka!!'

Bahkan warga sempat berorasi di gapura pintu masuk kampung sembari membawa poster dari kertas bertuliskan spidol berwarna.

Dalam poster tersebut tertulis berbagai ungkapan dan keluh kesah warga yang terdampak Tol Solo-Jogja.

Di antaranya 'Pak Jokowi Tulung Kulo Pendukungmu Kulo Nyuwun Ganti Rugi Tinggi (Pak Jokowi Tolong Saya Pendukungmu Saya Minta Ganti Rugi Tinggi)'.

Selain itu, ada poster berwarna hijau yang berisi 'Ojo dumeh yen kowe dadi aku mesti nesu (jangan semena-mena jika kamu jadi aku pasti marah)'.

Koordinator Warga Joton, Budiyono, mengatakan aksi sebagai protes karena ganti rugi Jalan Tol Solo-Jogja yang dinilai merugikan masyarakat.

"Kami warga yang terdampak menginginkan harga yang bisa kita membeli tanah kembali, agar ini bisa melanjutkan hidup kami lebih baik," ucao kepada TribunSolo.com.

Baca: Ramai-ramai Jadi Miliarder, Puluhan Warga di Karanganom Terima Ganti Rugi Tol Solo-Jogja Rp63 Miliar

Budiyono mengaku wilayah Desa Joton merupakan yang paling banyak terdampak proyek Tol Solo-Jogja.

Ia menyebut ada lebih 10 hektar lahan yang terdampak PSN Tol Solo-Jogja.

"Di sini merupakan tenpat pesimpangan exit tol, di sini juga paling banyak rumah, yaitu sekitar lebih dari 100 rumah," ujar dia.

Kemudian, dia berharap aksinya tersebut bisa didengar oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang merupakan sosok yang didukungnya.

"Kita mendukung proyek nasional ini, tapi paling tidak kami menerima ganti rugi yang layak," imbuhnya. (*)



Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Warga Jogonalan Protes Ganti Rugi Tol Solo-Jogja, BPN : Pemerintah Tidak Akan Sengsarakan Rakyat

Baca berita terkait lainnya

 
Editor: Dita Dwi Puspitasari
Video Production: Winda Rahmawati
Sumber: TribunSolo.com

Tags
   #BPN   #Klaten   #Tol Solo-Jogja   #Jogonalan   #ganti rugi
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved