Terkini Daerah
Tenaga Kesehatan RSUD Mataram Kibarkan Bendera Merah Putih di Ruang IGD, Berharap Pandemi Usai
Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili
TRIBUN-VIDEO.COM, MATARAM – Para tenaga kesehatan (Nakes) ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Kota Mataram tidak ingin ketinggalan memperingati momen Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Di tengah kesibukan melayani pasien, mereka menyempatkan diri melakukan upacara pengibaran bendera merah putih.
Upacara dilakukan secara sederhana di ruang IGD RSUD Mataram, sekitar pukul 09.00 Wita, Selasa (17/8/2021).
Baca: Heboh Ibu-ibu di Mataram Pikul Keranda ke Pemakaman demi Tolak Bala, Kepala Lingkungan Buka Suara
Sekitar 15 orang nakes tugas pagi ruang IGD ambil bagian dalam upacara tersebut.
Nakes perempuan mengambil peran membawa bendara, berjalan kemudian mengikat bendera di tiang infus.
Setelah bendera dikibarkan, lagu Indonesia Raya pun dinyanyikan.
Pengibaran bendera merah putih tersebut berlangsung sekitar 10 menit.
Pasien dan keluarga yang menunggu ikut menyaksikan upacara tersebut.
Meski sederhana namun pengibaran bendera berlangsung khidmat dan lancar.
Baca: HUT Kemerdekaan RI, Gubernur Riau Hadiahi Nakes yang Rawat Pasien Covid-19 Sepaket Buah Segar
”Sebelum mulai tadi kami minta izin sebentar dulu sama pasien dan keluarganya untuk penghormatan bendera,” kata Sehalil Hamzah, salah satu perawat IGD RSUD Kota Mataram, pada TribunLombok.com, Selasa (17/8/2021).
Mereka memita izin agar tidak ada pasien merasa terganggu dengan upacara itu.
Meski sederhana, bagi Sehalil dan nakes lainnya di RSUD Mataram, upacara tersebut sangat berkesan.
Terlebih di masa pandemi Covid-19, mereka sangat rentan terpapar virus Corona.
Sehalil sendiri baru dua minggu sembuh dari virus Corona, dan kembali bertugas melayani pasien Covid-19.
”Pengibaran dilaksanakan sederhana sekali tapi semangat dan nilainya yang kami ambil saat hormat dan menyanyikan lagu Indonesia raya,” katanya.
Mewakili nakes lain, Sehalil Hamzah menjelaskan, selain memperingati HUT RI ke-76, pengibaran bendera merah putih dilakukan untuk menyemangati nakes yang sedang berjuang melawan pandemi Covid-19.
”Mengambil momentum semangat 45 yang tidak pernah pudar dari kami para nakes yang sedang berjuang,” katanya.
Baca: Ada Ketidakadilan Pemberian Tukin, Puluhan Nakes di RSUD Prof WZ Johanes Kupang Demo ke Manajemen
Peringatan HUT RI ke-76 juga menjadi momentum menggelorakan semangat.
Meneguhkan tekad berjuang merebut kembali kehidupan yang merdeka dari Covid-19.
”Hampir 2 tahun sudah bangsa ini meniti waktu dalam pandemi Covid-19,” katanya.
Dari ruang IGD, para nakes berharap masyarakat NTB, khusus Kota Mataram selalu patuh pada anjuran pemerintah dan taat protokol kesehatan.
“Dengan semangat kemerdekaan ini kita menyampaikan kepada pasien, bahwa mereka bisa sembuh dari Covid-19 dan merdeka dari penyakitnya,” ujarnya.
Baca: Ganjar Pranowo Pimpin Upacara HUT ke-76 RI di Asrama Haji Donohudan Bersama Nakes & Pasien Covid-19
Nakes sebagai garda terdepan, kata Sehalil, tidak pernah mengendorkan semangat, kerja keras, dan keiklhasan mengabdi untuk negeri.
”Dengan perjuangan kami selama ini, masyarakat harus bersikap seperti perang dan optimis menang hadapi Covid-19,” imbuhnya.
Para nakes juga berharap Indonesia segera pulih dari pandemi Covid-19. (*)
Baca juga berita terkait di sini
Artikel ini telah tayang di TribunLombok.com dengan judul Nakes Kibarkan Merah Putih di Ruang IGD RSUD Mataram, Hingga Seruan Merdeka dari Covid-19
# tenaga kesehatan # nakes # Mataram # Covid-19 # Upacara Bendera
Video Production: Muhammad Suryo Kartiko
Sumber: Tribun Lombok
LIVE UPDATE
Buntut Penyerangan yang Tewaskan Nakes, Warga 3 Kampung di Tambrauw Mengungsi ke Hutan
6 jam lalu
Local Experience
Keraton Surakarta Berdiri Setelah Perjanjian Giyanti 1755 sebagai Pusat Budaya dan Warisan Tradisi
9 jam lalu
TRIBUNNEWS UPDATE
Wamenkes Dante Ungkap Alasan Nakes Tak Bisa Ikut WFH: Layanan Kesehatan Diperlukan untuk Publik
1 hari lalu
LIVE UPDATE
Jasad Lisa Pratiwi Ditemukan, Evakuasi Dramatis Korban Hanyut di Tibu Ijo Terjepit Material Alam
5 hari lalu
Local Experience
Perpecahan Kesultanan Cirebon Dan Campur Tangan VOC Setelah Wafatnya Panembahan Ratu II
5 hari lalu
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.