Tak Hanya Rampas Harta, Pelaku Begal Juga Tega Perkosa Korbannya
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari
TRIBUN-VIDEO.COM, PRABUMULIH - Setelah menjadi buronan polisi sejak lama, akhirnya satu dari enam komplotan begal motor di jalan lintas tengah (Jalinteng) Prabumulih-Baturaja yang menggunakan senjata api (senpi) berhasil diringkus jajaran satuan reserse kriminal Polsek RKT, Senin (8/5/20217) sekitar pukul 17.00.
Pelaku yang licin bak belut dan merupakan otak begal motor di wilayah Prabumulih dan Muaraenim tersebut yakni Bambang bin Umar Kuan (33) warga Dusun 3 Desa Suka Merindu Kecamatan Lubai Kabupaten Muaraenim.
Tonton juga:
Aksi Wanita Cantik Latihan Silat, Gerakannya Bikin Melongo!
Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum: Penahanan Ahok Tidak Bisa Ditawar-tawar
Sementara para pelaku lain yang tak lain merupakan keluarga dekat pelaku, masih dalam pengejaran pihak kepolisian dan satu pelaku yakni Mis telah menjalani hukuman di Rutan Kelas IIB Prabumulih.
Tidak hanya diringkus, Bambang terpaksa dilumpuhkan petugas menggunakan timah panas yang bersarang di kaki kirinya, lantaran mencoba menembak petugas menggunakan senjata api rakitan laras panjang.
Pelaku dan komplotannya sendiri dikenal kejam dan sering beraksi di Jalan Lintas Tengah serta menyasar pengendara-pengendara yang akan melintas menuju Lubai Kabupaten Muaraenim dan pengendara mengarah ke Kabupaten OKU, OKUT dan OKUS.
Dari tangannya, petugas mengamankan barang bukti berupa empat pucuk senjata api rakitan yang terdiri dari dua senjata laras panjang dan dua jenis pistol rakitan beserta dua butir peluru.
Selanjutnya untuk kepentingan penyelidikan dan proses lebih lanjut, pelaku berikut barang bukti diamankan di Mapolsek RKT.
Informasi berhasil dihimpun, diringkusnya Bambang bermula dari nyanyian Mis yang merupakan anggota komplotan begal Jalinteng pada November 2016 lalu ke polisi.
Dalam pengakuannya, Mis mengatakan komplotannya tidak hanya segan melukai namun juga tega memperkosa korban untuk menguasai kendaraan bermotor milik korban.
Komplotan begal jalinteng itu sendiri dikomandoi atau diketuai pelaku Bambang, dimana diduga melengkapi anggota begal dengan senjata dalam beraksi dan mengkoordinir para pelaku.
Mendapat pengakuan itu, jajaran Polsek RKT melakukan penelusuran dan mengetahui identitas pelaku, selanjutnya melakukan penggerbekan ke kediaman pelaku dan tempat perembunyian lain namun pelaku terus berhasil lolos.
Selanjutnya pada Senin (8/5/2017), petugas mendapat informasi dari masyarakat yang menyatakan pelaku berada di pondok kebun karet miliknya.
Tidak ingin membuang waktu, petugas langsung melakukan penggerebekan ke pondok kebun karet namun pelaku yang mengetahui kehadiran petugas langsung kabur dengan membawa senjata api laras panjang.
Tidak hanya kabur, pelaku bahkan sempat mengacungkan senjata api hendak menembak petugas. Polisi yang sigap langsung melumpuhkan pelaku tepat dibagian kaki kiri yang membuat Bambang tak berkutik.
Petugas kemudian mengamankan Senjata api laras panjang milik pelaku, selanjutnya mengamankan tiga pucuk senpi rakitan lainnya dari kediamannya.
Dihadapan petugas, Bambang mengakui jika dari komplotan begal satu keluarga itu dirinya paling tua dan menjadi panutan.
"Kami berenam ada yang adek, ada sepupu dan keponakan. Kami beraksi biasanya kumpul dulu dan ada yang bertugas mengintai atau mengikuti korban, jika sudah ada calon korban kemudian semua anggota komplotan turun melakukan penyergapan," ujar bapak tiga anak itu, Selasa (9/5/2017).
Bambang mengatakan, motor hasil melakukan begal kemudian dijual seharga Rp 2 juta dan uang hasil penjualan dibagi rata ke anggota begal yang ikut beraksi.
"Kadang bagi enam, kadang kalau yang ikut merampok empat orang dibagi empat. Kami jual ke siapa yang butuh motor, tidak ada pesanan," katanya.
Ditanya terkait senjata api, Bambang mengelak jika empat senpi rakitan itu miliknya namun hanya dua pucuk merupakan miliknya.
"Panjang dan pendek punya saya, sedng dua senpi lainnya milik DE (inisial buron-red)," tuturnya.
Kapolres Prabumulih, AKBP Andes Purwanti SE MM melalui Wakapolres Prabumulih, Kompol Rocky Marpaung SIk MH didampingi Kapolsek RKT, Iptu Vedria SH mengungkapkan, pelaku dan komplotannya merupakan pelaku yang tercatat empat kali melakukan begal diwilayah Prabumulih.
"Untuk di Prabumulih komplotan ini sudah empat kali melakukan aksi, itu berdasarkan laporan ke Polsek RKT. Mereka beraksi di jalur Prabumulih-Baturaja, sementara di wilayah Lubai Kabupaten Muaraenim sebanyak 6 kali melakukan aksi," ujarnya.
Wakapolres mengatakan, saat dilakukan penggerbekan pondok pelaku telah dikepung petugas, namun pelaku keluar dan kabur dengan menenteng senpi rakitan laras panjang.
"Petugas kami telah memberikan tembakan peringatan, namun bukan menyerah malah mau menembak petugas. Sehingga petugas terpaksa mengeluarkan tembakan terukur dan melumpuhkan pelaku," katanya.
Lebih lanjut Rocky menuturkan, untuk aksi di Kabupaten Muaraenim tepatnya di Desa Beringin Kecamatan Lubai, komplotan pelaku tidak hanya tega melukai korban namun juga memperkosa istri korban.
Sementara di Prabumulih pelaku merampok korban Hermansyah tepat di jalan Prabumulih-Baturaja di depan Hotel Kasih Abadi Desa Karang Bindu.
"Jadi kawanan ini berani dan kejam dalam melancarkan aksinya, tidak hanya melukai tapi memperkosa istri korbannya," tuturnya.
Rocky menegaskan, atas perbuatannya Bambang akan dijerat pasal berlapis yakni pasal 365 KUHPidana tentang pencurian disertai kekerasan dan UU Darurat no 12/1951 tentang kepemilikan senjata api.
"Untuk perbuatan pencurian dengan kekerasan pelaku akan diancam maksimal 12 tahun penjara, sedangkan kepemilikan senjata api illegal akan diancam maksimal 10 tahun penjara," tegasnya.(*)
Video Production: Sigit Ariyanto
Sumber: Tribun Sumsel
Tribunnews Update
Detik-detik Penangkapan Begal Sadis di Bengkulu, Pelaku Tengah Staycation Bersama Pacar
Kamis, 26 Maret 2026
LIVE UPDATE
Dewan Sorot Direktur Petro Prabu: Masih Pengurus Partai, Status Pengurus & Program Jadi Tanda Tanya
Rabu, 25 Februari 2026
Live Tribunnews Update
7 Remaja Sok Jagoan di Prabumulih Berujung Ditangkap Polisi usai Konvoi Bersajam saat Bulan Puasa
Senin, 23 Februari 2026
LIVE UPDATE
Hasil Rapat Dengar Pendapat Bersama DPRD Prabumulih: PT AMS Tak Ada Kontribusi Bagi Wilayah
Rabu, 28 Januari 2026
LIVE UPDATE
Menjelang Pernikahan, Rara Lida Datangi Wali Kota Prabumulih Bahas Rencana Resepsi
Rabu, 21 Januari 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.