Yandex

wiki

Wiki Trends - Mantan Atlet Dayung Nasional Peraih Emas SEA Games Jadi Nelayan Kecil

Sabtu, 14 Agustus 2021 22:17 WIB
TribunnewsWiki
Editor: Alfin Wahyu Yulianto | Video Production: Panji Yudantama

TRIBUN-VIDEO.COM - Ditengah euforia para atlet Indonesaia yang memenangkan medali Olimpiade Tokyo, ada kisah haru yang dialami oleh Abdul Razak.

Ia merupakan mantan atlet dayung Indonesia yang kini menjadi nelayan.

Berbagai medali emas hingga perunggu pernah ia menangkan semasa menjadi atlet dayung.

Abdul Razak juga pernah membawa pulang medali emas SEA Games di Malaysia pada 1989.

Kehidupan Abdul Razak itu dibagikan oleh pengguna Twitter La Orde Basir.

Dalam unggahan tersebut terlihat Abdul Razak yang tengah menunjukkan berbagai pencapaian menterengnya.

Setiap hari ia bekerja sebagai nelayan kecil di Desa Mola Bahari, Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

Abdul Razak pernah memenangkan kejuaraan nasional di Semarang dan mendapatkan tiga medali emas.

Tak sampai di situ saja, perjalanan atlet asal Wakatobi ini terus menanjak dengan mengikuti pelatnas di Jatiluhur, Jawa Barat tahun 1988.

Pada tahun 1989, ia mengikuri SEA Games di Malaysia dan berhasil membawa pulang empat medali emas bagi Indonesia.

Berbagai kejuaraan luar negeri pernah ia ikuti, termasuk Asian Games di China 1990 serta Sea Games di Filipina dengan memperoleh berbagai medali emas maupun perunggu.

Abdul Razak juga pernah mengikuti Olimpiade 1992 di Barcelona, Spanyol hingga babak semifinal.

Namun setelah mengikuti kejuaraan dayung di Eropa, ia mendapat kabar bahwa istrinya meninggal dunia usai melahirkan.

Ia pun langsung pulang ke Wakatobi dan menuju makam istrnya.

Hatinya hancur, ia menangis dan tidur di sebelah makam istrinya ditemani sanak keluarga.

Namun Abdul Razak tetap melanjutkan kariernya sebagai atlet dayung.

Pada tahun 1994, kejuaraan terakhir yang diikutinya pada Asia Games di Jepang berhasil mendapatkan perunggu.

Selama menjadi atlet dayung, Abdul Razak telah banyak mengumpulkan 48 medali, yakni 36 medali emas, delapan medali perunggu, dan empat medali perak.

Kemudian pada tahun 1995, ia memilih untuk pensiun dari berbagai kejuaraan dan menjadi pelatih dayung untuk daerah Jawa Timur.

Selama 16 tahun menjadi pelatih, ia pun diangkat menjadi PNS di Dispora Jatim, hingga akhirnya pada tahun 2000 ia dipanggil Gubernur Sulawesi Tenggara, La Ode Kaimoeddin dan pindah ke Dispora Sultra.

Setelah pensiun, ia kembali ke kampung halamannya di Kabupaten Wakatobi, dan tinggal di rumah gubuk yang kecil dan telah retak-retak.

Gaji pensiun yang kecil tidak mencukupi untuk memperbaiki rumah dan tidak cukup memenuhi kebutuhan rumah tangganya, sehingga ia beralih pekerjaan menjadi nelayan.

Walau telah menjadi nelayan, ia tetap melatih anak-anak di sekitar rumahnya untuk menjadi atlet dayung.

Berkat tangan dinginnya, tujuh anak didiknya mendapatkan medali emas di ajang PON, dan ia rela walau harus menjual motor kesayangannya untuk modal ke Jawa Barat.(*)

# Wiki Trends # Olimpiade Tokyo # atlet

Sumber: TribunnewsWiki
Tags
   #Olimpiade Tokyo   #atlet   #Wiki Trends
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved