Selasa, 21 April 2026

Terkini Daerah

3 Mahasiswa Papua Buka Usaha Roti Bakar demi Penuhi Biaya Kuliah

Sabtu, 7 Agustus 2021 12:09 WIB
Tribunnews.com

TRIBUN-VIDEO.COM, JAYAPURA - Terinspirasi dari Petrus Arwimbar, tiga mahasiswa Papua ini membuka usaha roti bakar untuk menopang kebutuhan kuliahnya sehari-sehari.

Petrus berusaha membuka tempat cucian motor di Jalan Baru, Pasar Youtefa, Abepura, Kota Jayapura. Ketiga mahasiswa ini bernama, Eiles Kogoya (23), Anfris Marteseray (24) dan Yesakim Kogoya (19). Mereka berteman dengan Petrus untuk berjualan roti bakar.

Usaha ini sudah terpikir sejak lama, namun baru terealisasi di 2 Agustus tahun ini.

Eiles dan Yesakim asal Kabupaten Tolikara dan Anfris berasal dari Depapre Tanah Merah, Kabupaten Jayapura.

Mereka bertiga merupakan mahasiswa di Universitas Cenderawasih, Fakultas Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

Mereka bertiga baru memulai usaha ini, namun tapi yakin untuk tetap eksis.

Eiles Kogoya salah satu dari tiga mahasiswa itu mengatakan, awalnya mereka terinspirasi dari salah satu temannya yang bekerja di Pencucian motor.

"Saya lihat teman dia punya usaha pencucian motor, dia fokus dan menjalani usaha itu dengan baik," kata Elisa kepada Tribun-Papua.com di Jayapura, Jumat (6/8/2021).

"Hal itu membuat saya terinspirasi untuk buka usaha juga," ujarnya.

Dia mengatakan, awalnya bingung mau usaha apa, namun setelah mereka bertiga berembuk akhirnya memutuskan untuk jual roti bakar.

Baca: Varian Delta Terdeteksi di Papua Barat, Jubir Satgas Covid-19: Masyarakat Harus Lebih Waspada Lagi

"Awalnya binggung, tapi melihat penjual roti bakar, di daerah Kotaraja kami pun berpikir coba usaha roti bakar saja dulu," kata mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Uncen ini.

Dengan modal saling sumbang uang, mereka bertiga merakit sebuah gerobak sederhana yang sudah dibeli sejak Januari lalu.

"Kita punya gerobak roti ini sudah dibeli dari Januari, karena belum lengkap perlahan kami cicil dari Ban hingga kaca, ya puji Tuhan akhirnya lengkap dan pada 2 Agustus tong sudah bisa jualan," ujarnya.

Elies menyebutkan, untuk beberapa hari ini mereka mulai berjualan pukul 17.00 WIT hingga pukul 20.00 WIT.

"Karena pembatasan waktu jadi kita jam empat sore itu sudah siap disini jam lima sudah mulai jualan,"katanya.

Sudah lima hari mulai berjualan, pendapatan yang diraih per hari Rp300 ribu sampai Rp400 ribu rupiah.

Lanjut dia, saat ini mereka baru memulai usaha jadi ada saja kendala yang mereka alami.

"Ini baru pertama kali jualan, jadi bahan-bahannya masih kurang, dan juga sekarang ini kita baru belajar bisnis jadi untuk manajemen uangnya masih minim, susah untuk atur," ujarnya.

Ia berharap, usaha yang digeluti mereka berjalan lancar dan bisa sukses.

"Saya yakin pasti kedepanya jika sudah jalan baik kami rencana akan buka cabang dan juga cari teman-teman anak Papua yang bisa kerja," ujarnya.

Ia berpesan kepada setiap anak Papua yang merantau, jangan membuat orang tua terbebani, harus bisa kerja, buka usaha dan lain sebagainya agar bisa menopang kebutuhan hidup ditanah rantau. (VP/Amel)

# Papua # roti bakar # Jayapura

Editor: fajri digit sholikhawan
Sumber: Tribunnews.com

Tags
   #Papua   #roti bakar   #Jayapura

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved