Yandex

TRIBUNNEWS UPDATE

Dianggap Tak Masuk Akal, Jusuf Kalla Minta Polemik Hibah Rp2 T Dihentikan: Pemberi & Penerima Salah

Kamis, 5 Agustus 2021 06:45 WIB
Tribunnews.com
Editor: Alfin Wahyu Yulianto | Reporter: Tri Suhartini | Video Production: Enggar Tiasto

TRIBUN-VIDEO.COM - Soal polemik sumbangan Rp2 triliun yang diberikan keluarga Akidi Tio, Mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla ikut buka suara.

Pria yang akrab disapa JK ini menuturkan, kejadian serupa sempat terjadi di Indonesia.

Sehingga ia pun meminta agar sumbangan Rp2 triliun ini dihentikan.

Sebab ada beberapa fakta yang membuatnya tidak masuk akal.

Jusuf Kalla menyebut, kala itu ia sempat menghentikan satu di antara kasus di masa silam yang menyebut utang Indonesia bisa dilunasi oleh temuan ribuan ton emas.

Baca: Harta Heriyanti Tak Sampai Rp2 T, Profil Keluarga Akidi Tio Disorot dan Tak Masuk Daftar Konglomerat

Untuk itu, dari pelajaran kasus sebelumnya, JK meminta agar sumbangan Rp2 triliun ini dihentikan.

Menurutnya, pernyataan langsung dari Kapolda Sumsel sudah cukup untuk menghentikan kasus yang menjadi sorotan nasional ini.

Terlebih, sumbangan tersebut awalnya diberikan secara pribadi kepada Kapolda Sumsel, Irjen Pol Eko Indra Heri.

Sumbangan yang diserahkan secara pribadi itu pun disebut JK tak masuk akal.

"Jadi semuanya tidak masuk akal. Tidak ada logikanya menyumbang pribadi lewat Kapolda, yang menerima salah, yang memberi juga salah," jelas JK.

Dikutip dari Tribunnews.com, hal tersebut disampaikan Jusuf Kalla saat diwawancarai sebuah stasiun televisi pada Rabu (4/8/2021).

Menurutnya, secara logika, ketika ada seseorang yang hendak menyumbang sebanyak Rp2 triliun, paling tidak harus memiliki harta Rp10 triliun.

Baca: Saldo Rekening Anak Akidi Tio Tak Mencapai Rp2 Triliun, Ini Penjelasan Kepolisian

Pasalnya, tidak mungkin seseorang menyumbangkan seluruh hartanya, tanpa tersisa.

JK pun menceritakan kasus lama terkait isu temuan emas yang bisa membayar seluruh utang Indonesia.

Adapun isu tersebut disampaikan oleh mantan Menteri Agama, Said Agil Husin Al-Munawar.

Said pernah menyebut, temuan emas itu merupakan peninggalan Kerajaan Pajajaran yang tersimpan di bawah Prasasti Batutulis, Bogor.

JK yang kala itu menjabat sebagai Menko Kesra langsung memanggil Said Agil Husin Al-Munawar untuk mengklarifikasi ucapannya.

Mengetahui ucapan Said hanya omong kosong, JK pun langsung menghentikan kasus tersebut.

(Tribun-Video.com/Tribunnews.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Teringat Kasus Lama, Jusuf Kalla Minta Sumbangan Rp 2 Triliun Dihentikan: Semuanya Tak Masuk Akal

# TRIBUNNEWS UPDATE # Akidi Tio # Jusuf Kalla # sumbangan Rp2 triliun

Sumber: Tribunnews.com

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved