Yandex

Kesehatan

Listeria, Infeksi Disebabkan Bakteri yang Masuk ke Tubuh Melalui Makanan yang Dikonsumsi

Jumat, 30 Juli 2021 17:16 WIB
TribunnewsWiki
Editor: Kharis Ardiyansah | Video Production: Panji Yudantama

TRIBUN-VIDEO.COM - Listeria atau listeriosis merupakan infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang biasanya masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang dikonsumsi.

Infeksi ini timbul karena pasien mengonsumsi makanan yang telah terkontaminasi, seperti daging yang tidak dimasak dengan benar atau susu yang tidak dipasteurisasi.

Umumnya, seseorang yang mempunyai tubuh yang sehat dan daya tahan tubuh yang kuat jarang terkena listeria.

Namun, penyakit ini bisa berakibat fatal bagi bayi dalam kandungan, golongan lansia, dan orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pengidap HIV/AIDS.

Bakteri penyebab listeria dapat bertahan hidup di dalam bahan makanan meskipun disimpan di dalam lemari pendingin.

Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi orang-orang yang mempunyai risiko lebih tinggi terkena penyakit listeria untuk menghindari konsumsi makanan yang berpotensi tinggi terkontaminasi bakteri listeria di dalamnya, seperti susu mentah dan daging.


Penyebab

Listeria diakibatkan karena adanya infeksi bakteri Listeria monocytogenes yang hidup di air, tanah, dan kotoran hewan.

Bakteri ini dapat menginfeksi manusia melalui makanan atau minuman, seperti

• sayuran mentah yang berasal dari tanah yang terkontaminasi bakteri;

• produk makanan kemasan yang terkontaminasi bakteri setelah proses produksi;

• susu atau produk turunannya yang tidak di-pasteurisasi;

• daging hewan yang tercemar bakteri.

Bakteri Listeria juga bisa bertahan hidup di dalam kulkas atau freezer, sehingga menaruh makanan di tempat tersebut tidak menjamin makanan terbebas dari bakteri.

Baca: Banyak Tenaga Kesehatan yang Terpapar Covid-19, Pelayanan di RSUD Manokwari Terganggu

Gejala

Gejala listeria dapat muncul dalam kurun waktu beberapa hari atau bulan setelah penderita mengonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri listeria.

Beberapa gejala yang sering muncul di antaranya

• mual,

• diare,

• demam,

• menggigil, dan

• nyeri otot

Bakteri listeria juga dapat menyebar ke dalam sistem saraf, terutama bagi anak kecil, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah.

Apabila hal itu terjadi, gejala yang muncul dapat berupa

• leher kaku,

• sakit kepala,

• hilang keseimbangan,

• linglung, dan

• kejang.

Baca: Permintaan Vitamin Meningkat selama Pandemi Covid-19, Kadis Kesehatan Malinau Ingatkan soal Dosis

Pengobatan

Berikut pengobatan yang dapat dilakukan guna menyembuhkan penyakit listeria.

• Bagi pasien yang terkena listeria ringan, dokter biasanya akan menganjurkan pasien untuk beristirahat hingga gejala sembuh dengan sendirinya.

• Bagi pasien yang terkena listeria akut, dokter pada umumnya akan memberikan antibiotik untuk melawan infeksi dan mencegah penyebaran penyakit dan adanya komplikasi.

Namun, dalam beberapa kasus, listeria dapat juga menyebabkan komplikasi serius jika tidak segera ditangani, seperti

• kelahiran prematur,

• keguguran,

• stillbirt,

• abses otak,

• Infeksi lapisan bagian dalam jantung (endokarditis),

• radang otak (ensefalitis),

• radang selaput otak (meningitis), dan

• sepsis.


Pencegahan

Dokter dapat menyarankan tindakan berikut guna mencegah listeria.

• Menjaga kebersihan diri secara teratur, termasuk membersihkan tangan dengan sabun sebelum dan sesudah menyiapkan makanan.

• Membersihkan sayuran mentah sebelum dikonsumsi dan diolah.

• Memasak makanan hingga matang untuk membunuh bakteri.


(TribunnewsWiki.com/Septiarani)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsWiki dengan judul: Listeria

# Listeria # bakteri # makanan # kesehatan

Sumber: TribunnewsWiki
Tags
   #Listeria   #bakteri   #kesehatan   #makanan
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved