Yandex

Virus Corona

Hasil Cek Fakta 4 Klaim Menyesatkan Terkait Virus Corona di Inggris

Jumat, 30 Juli 2021 17:06 WIB
Tribunnews.com
Editor: Sigit Ariyanto | Video Production: Andheka Malestha

TRIBUN-VIDEO.COM - Klaim menyesatkan soal pandemi virus corona hingga penggunaan vaksin berkembang menjadi perbincangan masyarakat, terutama di Inggris.

Dilansir BBC, berikut ini Tribunnews rangkum empat penjelasan soal klaim salah terkait virus corona, lengkap dengan penjelasannya:

1. Klaim: Jumlah kremasi dan pemakaman tidak lebih tinggi dari biasanya

Hasil cek fakta: klaim ini tidak benar.

Orang-orang di Inggris dalam beberapa bulan terakhir berbagi data lewat Freedom of Information Request (FOI) terkait kremasi dan pemakaman di otoritas lokal di seluruh Inggris.

Berdasarkan pemeriksaan fakta, di Inggris saja ada peningkatan tajam untuk pemakaman pada 2020, terutama karena Covid-19.

Mereka mengklaim angka kematian akibat Covid-19 tidak lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya dan mempertanyakan apakah benar-benar ada kelebihan kematian akibat Covid.

Salah satu contoh yang dibagikan secara luas adalah data yang dirilis oleh Dewan Kota Birmingham.

Baca: Mengenal Covid-19 Delta Plus, Varian Baru dari Mutasi Virus Corona yang Menjadi Ancaman Baru

Baca: Hanya Dalam 3 Minggu, Makam Covid-19 di Manokwari Hampir Penuh akibat Lonjakan Kasus Virus Corona

Dewan memberi tahu BBC bahwa angka-angka yang awalnya diberikan sebagai tanggapan terhadap FOI salah karena proses pelaporan yang tidak tepat.

Data pada 2020 menunjukkan angka terendah dalam enam tahun terakhir.

Tetapi berdasarkan data yang dikoreksi, ada 8.316 penguburan dan kremasi pada 2020, lebih banyak dari tahun sebelumnya dan hampir tertinggi sejak 2009.

The Cremation Society telah menghitung 70.000 lebih kremasi pada 2020 dibandingkan pada tahun 2019.

Ada lebih dari 115.000 kematian, jumlah ini melebihi jumlah kematian biasanya sepanjang tahun di Inggris sejak wabah dimulai.

2. Klaim: Vaksin tidak efektif karena pasien yang datang ke rumah sakit membludak

Hasil cek fakta: ini tidak benar.

Pada Selasa (27/7/2021), Sir Patrick Vallance, Chief Scientific Officer Inggris, memposting hasil koreksi tentang statistik yang ia rujuk selama konferensi pers sehari sebelumnya.

“Sekitar 60 persen rawat inap karena Covid bukan dari orang yang divaksinasi ganda, melainkan 60 persen awat inap dari Covid saat ini dari orang yang tidak divaksinasi,” katanya di Twitter.

Sebelum dikoreksi, angka-angka tersebut digunakan sebagai bukti untuk mengklaim "kegagalan vaksin".

Tetapi klaim bahwa vaksin tidak efektif tidak benar, lapor Koresponden Kesehatan BBC Nick Triggle. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Hasil Cek Fakta 4 Klaim Menyesatkan Terkait Virus Corona di Inggris

# virus corona # Inggris  # BBC

Sumber: Tribunnews.com
Tags
   #virus corona   #Inggris   #BBC

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved