Yandex

METROPOLITAN

Wajah Ketakutan, Ibu yang Sebut Bansos Disunat Pendamping Mendadak Cabut Omongan: Saya Grogi

Jumat, 30 Juli 2021 11:08 WIB
TribunJakarta
Editor: Alfin Wahyu Yulianto | Video Production: Winda Rahmawati

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUN-VIDEO.COM - Diduga korban pungutan liar soal bantuan sosial (Bansos) di Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang tiba-tiba saja mengaku hal yang berbeda saat dikunjungi Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini kemarin, Rabu (28/7/2021).

Adalah Aryani, warga Karang Tengah, Kota Tangerang yang awalnya mengaku mendapatkan perlakuan pungutan liar (pungli) saat menerima bantuan PKH dari Kemensos yakni sebesar Rp 50 ribu.

Saat ditemui kembali di rumahnya pada Kamis (29/7/2021), Aryani tiba-tiba saja menarik omongannya.

Dalam nada lemas, muka layu dan memelas, ia mengaku kalau tidak ada pungutan liar dalam penyaluran bantuan sosial berbentuk PKH dari oknum mana pun.

Ia berujar kala ditanya Risma dirinya hanya grogi jadi asal ngomong tanpa berpikir dua kali.

"Enggak, enggak ada pemotongan, waktu saya hanya grogi saja. Saya bingung mau ngomong apa soalnya tiba-tiba banyak orang dateng," kata Aryani saat dijumpai dikediamannya.

Baca: Risma Sebut Tangerang Kota dengan Pungli Terparah, Pemerintah Setempat Tak Tahu saat Mensos Sidak

Saat disambagi, ekspresi takut terlihat jelas dari raut wajah Aryanih.

Saat berbicara pun sedikit terbata-bata seakan takut untuk menjawab pertanyaan wartawan.

Nampak dia juga berkali-kali berdiskusi dengan seorang tetangga yang mendampinginya saat diwawancarai.

Dia mengaku tidak ada pemotongan Bansos sebesar Rp 50 ribu. Ucapan dia itu keluar secata spontan.


"Tidak ada (Pemotongan Bansos Rp 50 ribu). Saya grogi itu," ucap Aryani secara berulang-ulang.

Kemudian kata dia, kartu Program Keluarga Harapan (PKH) untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) tidak dipegang oleh pendamping.

Namun, dipegang oleh KPM masing-masing.

"Ini dipegang sama saya," katanya lagi.

Dia juga mengaku ucapannya saat ini dapat dipertanggungjawabkan dan tidak ada intervensi dari pihak manapun.

"Tidak ada, ini saya benar-benar grogi," singkat Aryani.

Baca: Ibu-ibu Curhat Bansos-nya Dipotong, Risma Geram: Ayo Sebut Namanya Siapa, Ada Polisi di Sini

Pemerintah Kota Tangerang baru membuka hotline atau layanan pengaduan bilamana ada penyelewengan dana bantuan sosial (bansos) yang ditemukan masyarakat di lapangan.

Sebab, pada Rabu (28/7/2021) Menteri Sosial Tri Rismaharini melakukan inspeksi mendadak di Kecamatan Karang Tengah, Kota Tangerang dan menemukan ada oknum yang melakukan pungutan liar dari bansos.

Pungutan liar berupa penyunatan dana bansos yang diberikan kepada masyarakat di Kota Tangerang.

Lucunya, ternyata selama ini Pemerintah Kota Tangerang baru saja membuka hotline layanan pengaduan soal bantuan sosial.

Wali Kota Tangerang, Arief R Wismansyah mengatakan, identitas masyarakat yang mengadu sudah pasti akan dirahasiakan bila menghubungi hotline tersebut.

"Bagi warga Kota Tangerang yang bansosnya dipotong oleh oknum-oknum, kami minta laporkan ke nomor. Kami sampaikan dan namanya akan dirahasiakan dan mereka akan tetap dapat jaminan untuk dapatkan bantuan," jelas Arief, Kamis (29/7/2021).

Sebagai informasi, nomor pengaduan bansos dapat dihubungi di 08111500293.

Namun, nomor tersebut tidak menerima sambungan telepon dalam bentuk apapun, hanya aduan melalui pesan singkat aplikasi WhatsApp.

Nomor pun tidak bisa digunakan sebagai media pendaftaran bantuan sosial hanya untuk aduan bansos seperti pungli, tidak tepat sasaran dan lainnya.

Baca: Bansos di Tangerang Dipotong Rp50 Ribu, Risma: Ayo Sebut Namanya Siapa, Ada Polisi di Sini

"Sebagai tindak lanjut Kapolres, Kajari dan saya berikan jaminan ke masyarakat bahwa proses bansos berjalan tetap dengan tertib dan lancar sesuai aturan perundang-undangan," ujar Arief.

Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini mengatakan penyelewengan distribusi bantuan sosial untuk masyarakat paling parah ada di Kota Tangerang.

Jenis bantuan yang diberikan oleh Kemensos antara lain Bantuan Sosial Tunai (BST), Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)/ Program Sembako.

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Wajah Ketakutan, Ibu Diduga Korban Pungli Bansos di Tangerang Mendadak Cabut Omongan: Saya Grogi

# pungutan liar # bantuan sosial # Tangerang # Tri Rismaharini

Sumber: TribunJakarta

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved