Yandex

Terkini Daerah

Dana BST di Depok Tak Jadi Dipotong Rp50.000 untuk Perbaikan Ambulans, Dikembalikan ke Warga

Jumat, 30 Juli 2021 10:27 WIB
Warta Kota
Editor: Aprilia Saraswati | Video Production: Winda Rahmawati

TRIBUN-VIDEO.COM  - Ketua RW 05 Kelurahan Beji, Kuseri mengaku pihaknya akan mengembalikan uang sebesar Rp 50.000 yang dikatakanya didapat dari hasil donasi warganya.

Pengembalian ini dilakukan setelah ramai adanya informasi dari seorang warga bahwa bantuan sosial tunai (BST) disunat sebesar Rp 50.000 tanpa ada alasan jelas.

Dari dugaan pemotongan itu, terkumpul dana sebesar Rp 11 juta.

Pemotongan dilakukan berbarengan dengan pencairan dana bansos dari Pemerintah Pusat bagi warga terdampak pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat.

Kuseri mengatakan, di RW 05 ada 251 undangan penerima bansos.

Namun yang hadir hanya 231 orang.

Sementara sisanya sebanyak 20 undangan lagi dikatakan Kuseri tidak jelas alamatnya walaupun sudah coba dicari oleh pengurus RT dan RW setempat.

Dana tersebut kemudian dikembalikan ke kantor pos lantaran tak ada penerimanya.

Baca: Risma Sebut Tangerang Kota dengan Pungli Terparah, Pemerintah Setempat Tak Tahu saat Mensos Sidak

Potongan dikembalikan

Setelah ramai diberitakan, pengurus RW memutuskan untuk mengembalikan potongan dana ke warga.

"Donasi yang sempat terkumpul Rp 11.550.000 dari penerima bansos. Semuanya akan dikembalikan, tidak ada lagi uang sisa-sisa," kata Kuseri saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (29/7/2021).

Pengembalian dana yang dikatakan Kuseri sebagai bentuk donasi ini dilakukan para pengurus RW lantaran tak ingin masalah menjadi berlarut-larut.

"Jadi, kami kembalikan saja semua uang, masalah masyarakat mau ikut berdonasi, silakan tapi jangan sekarang. Terserah saja biar tidak ada istilah lagi pemotongan," akunya.

Kuseri memaparkan Rp 50.000 yang diberikan warga merupakan hasil kesepakatan RT/RW dan satuan tugas (satgas) setempat yang bersifat tidak wajib dan menyerahkan semuanya kepada keinginan warga.

"Sebetulnya ini adalah donasi yang sudah berjalan. Bukan hanya sekarang tapi sejak pandemi kita memang berswadaya dengan masyarakat membeli sembako dan sekarang nyari oksigen juga," akunya.

Donasi yang ditarik dari warga sebesar Rp 50.000 itu saat pembagian bansos, kata Kuseri merupakan inisiatif RT/RW, tokoh masyarakat dan teman-teman satgas untuk operasional ambulan yang sedang dibutuhkan oleh warga baik untuk pasien Covid-19 maupun sakit lainnya.

Uang yang nantinya terkumpul dari warga itu, kata Kuseri akan digunakan untuk perbaikan mobil ambulans yang turun mesin.

Baca: Ibu-ibu Curhat Bansos-nya Dipotong, Risma Geram: Ayo Sebut Namanya Siapa, Ada Polisi di Sini

Dana diantaranya untuk mengganti crank shaft, engine mounting, seher, dan lainnya yang membutuhkan biaya Rp 6,5 juta.

 "Sebetulnya kita itu dengan teman-teman sepakat bagaimana caranya bisa cepat agar mobil (ambulans) bisa berjalan. Kita tidak menyangka akan sampai bermasalah seperti ini. Tidak ada pemotongan hanya mohon bantuan untuk perbaikan ambulans dan ganti aki. Bangkainya ada," tandasnya.

Selain Rp 50.000, Kuseri mengatakan ada warga yang memberikan sebesar Rp 300.000.

Si pemberi donasi pun tidak hanya yang menerima bansos, tetapi untuk semua warga dan berlanjut bukan hanya saat pembagian bansos. (WartaKotalive.com/Vini Rizki Amelia)

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Dana BST di Depok Tak Jadi Dipotong Rp 50.000 Untuk Perbaikan Ambulans, Bakal Dikembalikan ke Warga

# bansos # Kelurahan Beji # pasien Covid-19

Sumber: Warta Kota

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved