Selasa, 28 April 2026

Terkini Daerah

Diduga Dicovidkan, Calon Paskibraka Gagal Berangkat ke Jakarta, Hasil Tes PCR Mandiri Berbeda

Kamis, 29 Juli 2021 16:36 WIB
Tribun Jateng

TRIBUN-VIDEO.COM - Keluarga calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang gagal berangkat ke Jakarta menduga anak mereka 'dicovidkan' agar gagal melaju ke Jakarta.

Peristiwa itu menimpa remaja bernama Christina yang mendapat hasil PCR positif hanya beberapa jam sebelum keberangkatan ke Jakarta.

Namun, ketika melakukan PCR ulang secara mandiri ia dinyatakan negatif.

Mendapati hal itu Christina bersama pihak keluarga pun mendatangi kantor Dinas Pemuda dan, Keolahragaan (Dispora) Kabupaten Mamasa untuk menanyakan kejanggalan ini.

Pasalnya, setelah melakukan tes PCR ulang di Kabupaten Mamasa, Christina pun dinyatakan negatif Covid-19 pada Selasa (27/7/2021).

Salah satu perwakilan keluarga, Habel Salta mengaku, kejanggalan yang dialami Christina berupa tes PCR yang dilakukan siswi SMA Negeri 1 itu di Mamuju tidak transparan.

Apalagi, lanjutnya, Christina menerima hasil tes PCR-nya beberapa jam sebelum keberangkatannya ke Jakarta, Sabtu (24/7/2021).

"Kejangalan yang kami dapat, pihak yang menangani kurang kejelasan sehingga kami mengadakan tes ulang bersama dinas Kesehatan Mamasa dan ada hasilnya dinyatakan negatif," ujar Habel saat diwawancara wartawan, Rabu(28/7/2021).

Selain itu, kata Habel, Christina dalam kondisi baik saat berada di Mamuju.

Pihak keluarga menyesalkan Dispora Sulawesi Barat tak lagi mendampingi Christina setelah dinyatakan positif Covid-19.

"Kejanggalan lain setelah di Mamuju dinyatakan postif, panitia seleksi di sana melepaskan begitu saja, sehingga kami sangat prihatin karena kami seolah tidak diperdulikan sehingga kami pihak keluarga merasa prihatin," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dispora Sulawesi Barat Muhammad Hamzih menegaskan, tidak ada upaya untuk menyingkirkan Christina maupun Arya untuk menjadi anggota Paskibraka pada peringatan HUT ke-76 RI di Istana Negara 17 Agustus mendatang.

Keputusan mengadakan tes PCR ulang, kata Hamzih, murni dari instruksi Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Hamzih juga berkata bahwa dia sudah meminta toleransi kepada panitia nasional agar kedua putra putri Sulbar itu bisa menjadi anggota Paskibraka nasional setelah menjalani isolasi mandiri (isoman).

Namun, kata Hamzih, panitia yang berada di Jakarta tidak memberikan toleransi dan menginstruksikan kalau kedua pelajar tersebut diganti dengan siswa yang lain.

"Saya meminta satu minggu tapi mereka (pihak Jakarta) meminta sampai hari Senin," ujar Hamzih.

Terkait kepulangan Christina yang tidak didampingi oleh pihak Dispora Sulbar, Hamzih menjelaskan Christina setelah dinyatakan positif Covid-19 menjadi kewenangan Satgas Covid-19 sesuai arahan Gubernur Sulawesi Barat Andi Ali Baal Masdar.

Hamzih berujar, yang menangani Christina hingga dipulangkan ke Mamasa adalah tim Satgas Covid-19 Sulawesi Barat.

"Jadi saya tegaskan tidak ada satu pun permainan dan menggoda saya untuk mencoba-coba merubah hasil seleksi (Paskibraka) kemarin untuk wilayah Sulbar," tegas Hamzih.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak dua pelajar asal Sulawesi Barat, Arya Maulana Mulya dan Christina, harus mengubur impiannya menjadi anggota Paskibraka tingkat nasional usai dinyatakan positif Covid-19.

Hasil swab PCR kedua pelajar dari Kabupaten Majene dan Mamuju ini keluar hanya beberapa jam sebelum keberangkatannya ke Jakarta pada Sabtu (24/7/2021) malam. 

(*)

Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Keluarga Calon Paskibra Gagal ke Jakarta Duga Putrinya 'Dicovidkan', Hasil Tes PCR Mandiri Berbeda

# Paskibraka # Kabupaten Mamasa # Sulawesi Barat # Covid-19

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Video Production: Danang Risdinato
Sumber: Tribun Jateng

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved