Yandex

Viral di Media Sosial

Pengakuan Pemuda Nikahi 2 Wanita Sekaligus: Istri Kedua Malu, Istri Pertama Pasrah, Saya Bisa Apa

Rabu, 28 Juli 2021 15:40 WIB
Tribunnews Bogor
Editor: Dita Dwi Puspitasari | Video Production: Restu Riyawan

TRIBUN-VIDEO.COM - Menikahi dua wanita sekaligus yakni Nur Khusnul Kotimah (20) dan Yuanita Ruri (21), pemuda warga Lombok Tengah, NTB bernama Korik Akbar (20) mengaku terpaksa.

Sebab rupanya, niatan awal Korik Akbar hanya menikahi satu wanita saja yakni Khusnul.

Adapun Yuanita Ruri diakui Korik adalah mantan kekasihnya yang ia pacari sejak 2016.

Peristiwa pemuda di Lombok menikahi dua wanita sekaligus membuat heboh jagat media sosial.

Dilansir TribunnewsBogor.com dari Kompas.com, alasan sang pemuda, Korik menikahi dua wanita sekaligus pun terkuak.

Baca: Sosok Pria Lombok yang Nikahi Dua Wanita Sekaligus, Sempat Tegang hingga Meminta Segelas Air

Awalnya diakui Korik, dirinya hanya ingin menikahi sang pujaan hati, Khusnul.

Namun secara tiba-tiba, sang mantan kekasih yakni Yuanita Ruri datang dan minta dinikahi juga.

"Saya tidak menyangka, terkejut sekali saya, tapi ya setelah keluarga berunding, saya harus menikahi dua-duanya, mas kawin mereka juga sama, masing masing 1.750.000," kata Korik Akbar.

Resmi menikahi dua wanita sekalgius, Korik mengaku berat.

Karena hingga saat ini, Korik sama sekali tidak memiliki pekerjaan.

Saat ditemui pewarta di rumahnya Desa Kuta, Lombok Tengah, Korik hanya ditemani istri pertamanya saja, Khusnul.

Sementara istri kedua Korik yakni Yuanita Ruri menolak mendampingi suami karena malu.

"Dia tidak mau ketemu orang, malu katanya," ungkap Korik, pelan.

Baca: Cerita Korik, Pria di Lombok yang Nikahi 2 Wanita Sekaligus Mantan Tiba tiba Datang Minta Dinikahi

Kenal di Facebook Lalu Sepakat Menikah

Cerita pernikahan bermula saat Khusnul dan Korik telah bersepakat akan menikah, melalui proses merariq, pada Rabu (21/7/2021).

Khusnul mengaku berkenalan dengan suaminya dari Facebook.

"Saya berkenalan dengannya (Korik) lewat medsos Facebook, hanya kenal sebentar saya dibawa untuk menikah atau merariq (dicuri setelah sepakat akan menikah), Korik ditemani rekannya mengambil saya dari kampung saya di Desa Prabu dan dibawa ke rumah keluarganya di Kuta," kata Khusnul.

Khusnul menuturkan, dalam merariq ini berarti dirinya sepakat 'diculik' oleh laki-laki pilihannya.

Proses mencuri itu dilakukan dari kampung tempat tinggalnya oleh pihak laki-laki, yang sebelumnya telah berunding dengan keluarga dan melakukan proses itu dengan dua orang lainnya yang disepakati keluarga.

Dalam merariq, perempuan akan dibawa menuju rumah keluarga laki-laki.

"Waktu itu saya beralasan akan ke kamar mandi, tapi saya sebenarnya lari dengan Korik, keluarga tidak ada yang tahu, kecuali kakak ipar saya di Malaysia yang menjadi TKW, dialah yang memberitahu keluarga jika saya telah merariq," ungkap Khusnul.

Proses adat masih panjang, kata Khusnul, tapi beberapa menit setelah dia tiba di rumah keluarga Korik, perempuan lain datang minta dinikahkan juga.

Bagi Khusnul, apa yang dijalaninya saat ini adalah takdir.

Sebab usai rencana tersebut ia sepakati dengan Korik, wanita lain justru hadir.

"Dia tahu kami menikah dari Facebook, karena banyak kawan yang mem-posting ucapan selamat, karena info dari medsos itulah madu saya itu tiba-tiba datang minta dinikahkan juga, saya ya bisa apa, namanya sudah takdir, saya terima saja," ungkap Khusnul.

Baca: Pengakuan Pria di Lombok Nikahi 2 Wanita Sekaligus, Kenal dari Sosmed hingga Istri Pasrah Dimadu

Aktivis Perempuan Prihatin

Aktivis perempuan dari Koalisi Perempuan Indonesia, Lilik menyayangkan pernikahan pria dengan 2 perempuan sekaligus.

"Ini belum ada laporan juga mengenai hal ini di Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Lombok Tengah," kata dia melalui sambungan telepon.

Pernikahan laki-laki dengan dua perempuan sekaligus selama Pandemi ini, pernah terjadi 9 bulan lalu dan 1 tahun lalu.

Pernikahan seorang lelaki yang masih menjadi pelajar di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Gerung berinisial AR (18) asal Desa Cendi Manik, Lombok Barat, pada Oktober 2020.

Serta pernikahan Saeful Bahri (28) warga Dusun Bakong Dasan, Desa Lembar Lombok Barat, yang mempersunting dua istri sekaligus, yaitu Hariani (23) dan Mustiawati (23), terjadi bulan Juni 2020 lalu. (*)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Nasib Pemuda Nikahi 2 Wanita Sekaligus, Istri Kedua Malu, Istri Pertama Pasrah : Saya Bisa Apa ?

Baca berita terkait lainnya

Sumber: Tribunnews Bogor

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved