Yandex

Terkini Daerah

Keluarga Pasien Covid-19 Tak Terima Jenazah Dimakamkan Pakai Prokes, Mengamuk dan Melukai 2 Perawat

Minggu, 25 Juli 2021 10:50 WIB
Kompas.com
Editor: Dita Dwi Puspitasari | Video Production: Winda Rahmawati

TRIBUN-VIDEO.COM - Keributan antara keluarga pasien Covid-19 dan perawat terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Gunawan Mangunkusumo, Ambarawa, Jawa Tengah, Jumat (23/7/2021) sekitar pukul 14.30 WIB.

Akibat kejadian tersebut, dua perawat mengalami luka di bagian tangan karena terkena gunting.

 Kepala Sub Bagian Humas Polres Semarang AKP Sugiyarta mengungkapkan, kejadian tersebut dipicu karena keluarga korban yang memercayai hoaks terkait pemulasaran jenazah Covid-19.

 "Jadi keluarga pasien NAS warga Desa Pringapus Kecamatan Pringapus ini mendapat informasi jika pasien yang dinyatakan Covid-19 tidak mendapat perawatan semestinya, tidak selayak perawatan jenazah pada umumnya, dia ingin mengetahui kondisi jenazah tersebut," jelasnya di Mapolsek Ambarawa, Sabtu (24/7/2021).

Baca: Warga Bondowoso Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19, Keluarga Jasad hingga Bakar Peti Mati

Sugiyarta mengungkapkan, kakak NAS yang bernama NH dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit.

"Kemudian Keluarga korban ingin mengetahui kondisi jenazah dan meminta tolong difotokan, namun ditolak oleh sekuriti," ungkapnya.

Kemudian, datang perawat yang memakai APD dan bersedia membantu untuk memfotokan, sambil memberikan edukasi terkait protokol kesehatan (prokes) dalam pemulasaran jenazah dan penyebab kematian.

Mendapat penjelasan dari perawat tersebut, keluarga menerima dan mengikhlaskan.

"Mereka cekcok dan adu badan. Lalu NAS memegang gunting dan menusukkan ke meja.

Baca: Puluhan Warga Bondowoso Adang Ambulans & Rebut Paksa Jenazah Pasien Covid-19, Berakhir Pembakaran

 Para sekuriti dan perawat mencoba merebut gunting tersebut, namun karena pegangan kuat melukai tangan perawat yang mencoba mengambil gunting. Jadi tidak ada penusukan, tapi terluka karena merebut," ungkapnya.

Sugiyarta mengatakan, pihak rumah sakit kemudian menghubungi pihak kepolisian dan situasi sudah kondusif.

"Sampai saat ini belum ada laporan resmi ke kepolisian dari pihak rumah sakit.

Kita mengupayakan mediasi antara keluarga dengan rumah sakit untuk diberikan edukasi," paparnya. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Termakan Hoaks, Keluarga Pasien Covid-19 Ngamuk di RSUD Ambarawa, 2 Perawat Terluka"

Baca berita terkait lainnya

Sumber: Kompas.com

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved