Yandex

HOT TOPIC

Dilaporkan soal Kehamilan Palsu, Pasutri Korban Penganiayaan Satpol PP Gowa Mengaku Hanya Pasrah

Jumat, 23 Juli 2021 22:20 WIB
Kompas.com
Editor: Aprilia Saraswati | Reporter: Nila | Video Production: Muhammad Eka Putra

TRIBUN-VIDEO.COM - Pasutri yang menjadi korban penganiayaan oknum Satpol PP di Gowa, resmi dilaporkan ke pihak kepolisian,

Pelaporan itu dibuat oleh sebuah ormas di Kabupaten Gowa, terkait kehamilan palsu yang sebelumnya diakui korban.

Kini, pasutri tersebut mengaku hanya bisa pasrah atas apa yang kini menimpanya.

Kasus penganiayaan yang dialami oleh pasangan suami istri yakni Nur Halim (26) dan sang istri Riana (34) ini sebelumnya menjadi sorotan.

Keduanya diketahui dianiaya oleh oknum Satpol PP Gowa saat razia PPKM di Desa Panciro, Kecamatan Bajeng, Rabu (14/7/2021).

Kala itu, Riana mengaku tengah hamil 9 bulan.

Namun faktanya, hasil USG Riana menunjukkan negatif adanya kehamilan.

Pelaporan terhadap pasutri tersebut dilakukan oleh Brigade Muslim Indonesia (BMI) di Mapolres Gowa pada Kamis (22/7/2021).

Ketua BMI, Zulkifli mengaku kecewa karena korban Riana yang sebelumnya mengaku hamil saat dianiaya ternyata hasil tes USG negatif.

"Kami merasa kecewa sebab korban ternyata tidak hamil padahal telah tersebar luas bahwa ia mengakui kehamilannya sudah 9 bulan dan setelah tes USG ternyata negatif," kata Zulkifli, Kamis.

Baca: Wanita Korban Pemukulan Satpol PP di Gowa yang Ngaku Hamil Dilaporkan, Pelapor Bukti USG Negatif

Baca: Viral Video Istri Sah yang Sedang Hamil Gerebek Suaminya Sedang Selingkuh dengan Pramugari

Terkait laporan tersebut, Riana mengaku sudah menerima informasi.

Ia menganggap pelaporan tersebut adalah ujian hidup bagi keluarganya.

Ia juga mengungkapkan telah memasrahkan kasus yang menyeretnya ini.

"Iya saya sudah dapat informasi bahwa saya dilaporkan akan berita palsu terkait kehamilan saya dan ini saya serahkan sepenuhnya kepada Allah."

"Allah Maha Adil dan tidak memberikan cobaan kepada hamba-Nya jika hamba-Nya tak mampu melewati cobaan ini," kata Amriana pada Jumat (23/7/2021).

Riana mengaku perutnya kini tak lagi membesar dan sudah lumrah sejak beberapa bulan terakhir.

Riana mengaku bahwa perutnya kadang membesar dan terkadang juga mengecil tanpa diketahui penyebabnya.

"Perut saya memang kadang membesar dan kadang mengecil, saya juga tidak tahu penyebabnya apa padahal saya ingin sekali kembali menjadi seorang ibu yang bisa melahirkan anak tetapi segalanya kami serahkan kepada Allah," kata Ariana.

Terpisah, saat dikonfimasi, Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan membenarkan laporan tersebut.

Ia mengatakan pelapor membawa rekaman video sebagai barang bukti.

"Kemarin pelapor datang dengan membawa bukti berupa rekaman live serta rekaman video yang berisi korban mengaku hamil dan saat ini masih dalam proses penyelidikan" kata Mangatas Tambunan melalui sambungan telepon, Jumat (23/7/2021).

Sementara, saat ini pelaku penganiayaan pada Riana, MH yang menjabat sebagai Sekretaris Satpol PP telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Gowa untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

(Tribun-Video.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jadi Korban Penganiayaan Satpol PP, Suami Istri Dilaporkan Atas Berita Kehamilan Palsu, Ini Penjelasannya"

# Mapolres Gowa # penganiayaan # Satpol PP Gowa # Gowa 

Sumber: Kompas.com

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved