Yandex

FAKTA VIRAL

Viral Pungli di Pos Penyekatan, Pelaku Oknum BPBD, Damkar hingga Satpol PP, Bantah Gaji Kerja Kecil

Jumat, 23 Juli 2021 16:39 WIB
TribunWow.com
Editor: Aprilia Saraswati | Video Production: Danang Risdinato

TRIBUN-VIDEO.COM - Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan aksi pungutan liar (pungli) oleh oknum Satgas PPKM Covid-19.

Dalam rekaman video yang beredar, tampak detik-detik ketika pelaku yang memakai seragam dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meminta sejumlah uang.

Peristiwa ini rupanya terjadi di pintu masuk Tol Kramasan (Palembang-Lampung) Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, pada Rabu (21/7/2021).

Adapun para korbannya adalah para sopir truk yang tidak bisa menunjukkan sertifikat vaksin atau hasil swab antigen.

Diketahui kedua berkas itu merupakan syarat yang diperlukan untuk melewati wilayah perbatasan.

Para oknum pungli ini menawarkan para sopir yang tak memiliki berkas itu untuk membayar sejumlah uang agar bisa lewat.

Padahal seharusnya, para sopir yang tak memiliki berkas tersebut wajib diminta putar balik untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.

Jumlah pungli yang ditarik oleh para pelaku bervariasi, mulai dari Rp20 ribu, Rp30 ribu, hingga paling besar Rp50 ribu per satu truk.

Menurut keterangan pihak kepolisian, para oknum yang melakukan pungli memisahkan diri dari rombongan polisi.

Diketahui ada lima oknum dari berbagai instansi yang ditangkap dalam kasus pungli ini.

Mereka adalah Boediono (23) - honorer BPBD Kabupaten Ogan Ilir, Apri Ridho Rahmatullah (27) - honorer Satpol PP dan Damkar Kabupaten Ogan Ilir.

Baca: Oknum Petugas Satgas Covid-19 Sumsel Lakukan Aksi Pungli terhadap Sopir Truk, Begini Modusnya

Baca: Sudah Ditangkap, Ini Modus 5 Oknum Petugas Penyekatan PPKM di Sumsel Lakukan Pungli Rp50 Ribu

Kemudian Nur Kholis (21) - honorer Satpol PP dan Damkar Kabupaten Ogan Ilir, dan Heriyanto (39) - honorer Dishub Kabupaten Ogan Ilir.

Serta Nanda Putra (19) - honorer Dishub Kabupaten Ogan Ilir.

Boediono (23) selaku oknum honorer BPBD yang ada di video mengaku meraup ratusan ribu dari aksi pungli yang ia lakukan.

Ia mengaku baru tiga hari melakukan aksi pungli di bulan Juli 2021.

Pada tanggal 13 Boediono mendapat Rp30 ribu, lalu di tanggal 16 mendapat Rp60 ribu, dan meraup Rp200 ribu di tanggal 19.

Semua uang tersebut diperoleh hasil memalak para sopir truk.

Ketika ditanyakan apakah gajinya sebagai honorer kecil, Boediono menjawab tidak.

Boediono mengaku sudah tiga tahun bekerja sebagai honorer di BPBD Kabupaten Ogan Ilir.

Para pelaku pungli itu mengaku memakai uang pungli untuk kebutuhan sehari-hari.

Kini, Boediono dan empat oknum lainnya telah membuat surat pernyataan berisi permintaan maaf atas perbuatannya.

Para tersangka juga bisa terancam dijerat dengan pasal 368 KUHP.

Pihak kepolisian menyatakan akan memproses kasus ini bersama Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP).

Lebih lanjut, saat ini kepolisian belum menemukan adanya indikasi keterlibatan oknum anggota Polri.
(*)

Artikel ini telah tayang di TribunWow.com dengan judul Raup Ratusan Ribu Hasil Pungli di Pos Penyekatan, Oknum BPBD Bantah Gajinya Kecil: Saya Inisiatif

# Polda Sumsel # pungli # Ogan Ilir # PPKM

Sumber: TribunWow.com
Tags
   #PPKM   #Polda Sumsel   #pungli   #Ogan Ilir

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved