Yandex

Mancanegara

Para Ilmuwan Italia Sebut Virus Corona Lebih Dahulu Muncul di Eropa, Bukan di China

Jumat, 23 Juli 2021 10:08 WIB
Tribunnews.com
Editor: Kharis Ardiyansah | Video Production: Andheka Malestha

TRIBUN-VIDEO.COM - Sebuah studi baru yang dilakukan oleh para Ilmuwan Italia menunjukkan bahwa benua Eropa kemungkinan telah terpapar virus corona (Covid-19) lebih awal dari China.

Menurut hasil studi mereka, virus corona mungkin telah menyebar di Italia pada awal Oktober 2019, dua bulan sebelum China menyampaikan kepada dunia tentang temuan kasus pneumonia yang disebabkan oleh penyakit yang tidak diketahui.

Dikutip dari laman Sputnik News, Kamis (22/7/2021) malam, para peneliti menguji ulang sampel darah individu untuk kanker paru-paru sebelum pandemi dimulai.

Salah satu peneliti, Giovanni Apolone mengatakan bahwa tiga sampel ditemukan mengandung antibodi terkait virus corona, Immunoglobulin M (IgM), yang menunjukkan bahwa seseorang baru saja terinfeksi.

Perlu diketahui, IgM merupakan antibodi yang lebih awal diproduksi saat ditemukannya infeksi dalam tubuh.

Baca: Apa Itu Long Covid? Peneliti Sebut Ada 200 Gejala, dari Halusinasi hingga Penurunan Ukuran Penis

"Hasil pengujian ulang ini menunjukkan bahwa apa yang kami laporkan sebelumnya pada pasien tanpa gejala adalah sinyal yang masuk akal dari sirkulasi awal virus di Italia," kata Apolone.

Namun, hasil studi ini tidak memberikan bukti konklusif terkait infeksi SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan Covid-19.

Menurut penelitian, dari tiga jenis antibodi itu, tidak ada sampel yang mengandung kadar cukup dan dianggap sebagai bukti adanya infeksi oleh Universitas Erasmus di Belanda, sebuah fasilitas yang berafiliasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca: Penelitian Oxford: Vaksin AstraZeneca dan Pfizer Efektif Lawan Varian Delta hingga Kappa

Salah satu Ilmuwan yang terlibat dalam penelitian itu, Gabriella Sozzi mengatakan bahwa hal ini mungkin terjadi karena pada awal pandemi virus bersifat kurang agresif dan kurang menular.

Meskipun studi ini tidak menjawab pertanyaan mengenai asal usul virus corona, namun temuannya kemungkinan akan memulai perdebatan tentang masalah ini.

Sebelumnya, kasus Covid-19 kali pertama diketahui dilaporkan terjadi di kota Wuhan, China pada Desember 2019.

Sementara Eropa melaporkan kasus pertamanya pada Januari 2020.

Kendati demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa penyakit menular itu bisa saja muncul di benua tersebut pada awal November 2019. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Studi Terbaru Sebut Virus Corona Lebih Dahulu Muncul di Eropa, Bukan di China

# virus corona # Ilmuwan Italia # pandemi # peneliti # pasien

Sumber: Tribunnews.com
Tags
   #virus corona   #Ilmuwan Italia   #pandemi   #peneliti   #pasien

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved