Yandex

Terkini Nasional

Zubairi Djoerban Ingatkan agar Tidak Terlalu Dini Menerapkan Relaksasi PPKM

Kamis, 22 Juli 2021 17:53 WIB
Tribunnews.com

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUN-VIDEO.COM - Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban mengingatkan, pemerintah tidak buru-buru menerapkan rencana relaksasi atau pelonggaran pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Jika tidak diperhitungan matang, maka dikhawatirkan kasus lonjakan virus corona kembali terjadi.

"Relaksasi PPKM darurat harus dihitung betul. Jangan terlalu dini. Jika salah langkah, kita berisiko menjadi Sisyphus, yang mengulangi tugasnya sia-sia: mendorong batu ke puncak, hanya untuk menggelinding ke bawah kembali. Dorong lagi. Jatuh lagi. Begitu terus. Jangan sampai," kata Zubairi melalui Twitter-nya, Kamis (22/7/2021).

Diharapkan, pemerintah fokus menerapkan perpanjangan PPKM Darurat yang masih berlangsung pada 25 Juli mendatang.

Baca: Airlangga Hartarto Beberkan Alasan Pemerintah Ganti Istilah PPKM Darurat Menjadi PPKM per Level

Menurutnya ada tiga poin penting dalam perpanjangan PPKM Darurat ini, yaitu pengawasan, evaluasi, dan apa rencana besarnya ketika diperlonggar.

"Saya harap kita tetap berperilaku sesuai realita dan tentu saja: tetap optimistis," ujar guru besar FKUI ini.

Ia menilai, sorotan dunia Internasional atas lonjakan kasus yang terjadi di Indonesia seharusnya bisa menjadi pertimbangan pemerintah dalam mengambil keputusan.

"Kita berpengalaman dalam menyangkal realitas Covid-19 yang selalu berujung tidak baik. Sekarang, media internasional menyoroti Indonesia. Itu realitas. Jangan kaget. Lebih bijak kita terima saja dan bangkit untuk membuktikan bahwa kita bisa--sehingga ujungnya akan menjadi baik," pesannya.

Sebelumnya, Pemerintah mewacanakan pelonggaran PPKM Darurat di beberapa daerah dengan sejumlah syarat.

Sesuai Instruksi Mendagri terbaru, pelaksanaan PPKM Level 4 ini akan berjalan sampai dengan 25 Juli 2021.

Baca: Apa Itu PPKM Level 4? Berikut Daftar Kabupaten dan Kota yang Melaksanakannya

Atas arahan Presiden maka pada tanggal 26 Juli 2021 akan dilakukan relaksasi di beberapa daerah hanya dan jika daerah tersebut menunjukkan perbaikan dari semua sisi dengan merujuk pada kriteria level yang telah disepakati.

Relaksasi secara bertahap bisa dilakukan jika tingkat transmisi Covid-19 sudah melambat dan Bed Occupancy Rate (BOR) menurun di bawah 80% secara konsisten selama beberapa waktu tertentu.

Kemudian pemerintah juga akan menentukan level 1 hingga 4 PPKM pada daerah berdasarkan sejumlah hal.

Pertama, penambahan kasus konfirmasi per 100 ribu penduduk selama satu minggu.

Kedua, adalah jumlah kasus covid-19 yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk selama satu minggu.

Serta, Bed Occupancy Rate dari fasilitas rawat isolasi dan ICU untuk covid-19. Ini juga mewakili indikator dari respons kesehatan jika seandainya terjadi peningkatan kasus.

# Zubairi Djoerban # relaksasi # PPKM # Ikatan Dokter Indonesia (IDI) # Covid-19

Baca berita lainnya terkait PPKM

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Ketua Satgas Covid-19 IDI Ingatkan Jangan Terlalu Dini Terapkan Relaksasi PPKM

Editor: Purwariyantoro
Video Editor: Ananda Bayu Sidarta
Sumber: Tribunnews.com
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved