Yandex

HOT TOPIC

Viral Foto Nota Biaya Kremasi Jenazah hingga Rp80 Juta Diduga Kartel, Ini Penjelasan Rumah Duka

Kamis, 22 Juli 2021 15:37 WIB
Kompas.com
Editor: Alfin Wahyu Yulianto | Reporter: Ratu Budhi Sejati | Video Production: bagus gema praditiya sukirman

TRIBUN-VIDEO.COM - Sebuah foto yang menunjukkan nota biaya kremasi viral di media sosial.

Dalam foto tersebut, tampak jumlah total biaya mencapai Rp80 juta serta terlihat jelas kop surat tempat kremasi dilakukan.

Terkait foto tersebut pihak rumah duka memberikan penjelasannya.

Nama Rumah Duka Abadi di Jakarta Barat tertulis dalam nota yang viral tersebut.

Dalam nota yang beredar, total tagihan mencapai Rp80 juta dengan rincian, untuk peti jenazah Rp25 juta, transportasi Rp7,5 juta, biaya kremasi Rp45 juta, dan pemulasaran Rp2,5 juta.

Sebelum foto itu viral, terdapat pesan berantai yang menceritakan adanya kartel kremasi.

Terkait hal itu, Business Development Rumah Duka Abadi, Indra Paulus memberikan penjelasannya.

Baca: Tarif Mendadak Melonjak hingga Rp80 Juta, Muncul Dugaan Kartel Kremasi Jenazah Pasien Covid-19

Ia menyampaikan bantahan terhadap foto dan kabar yang beredar di media sosial.

Indra menyampaikan, rumah dukanya tak menyediakan jasa kremasi, hanya menyediakan ambulans, peti, dan rumah persemayaman.

"Bisnis kami itu ambulans, peti, dan rumah persemayaman. Tidak ada kremasi,"jelasnya.

Soal nota, ia membenarkan dikeluarkan oleh pihaknya.

Tetapi soal layanan kremasi disebutnya dilakukan oleh pihak ketiga.

Menurut Indra, rumah dukanya hanya membantu menghubungkan pihak keluarga jenazah dengan krematorium.

Dikutip dari Kompas.com, Kamis (22/7/2021), soal dugaan munculnya kartel kremasi tersebut, Polres Jakarta Barat menyatakan akan menyelidikinya.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kasat Reskrim Polres Jakarta Barat, Kompol Joko Dwi Harsono.

"Pasti akan kami selidiki. Segala yang meresahkan di masyarakat pasti kami selidiki," katanya.

Baca: Hotman Paris Marah soal Dugaan Munculnya Kartel Kremasi Jenazah Covid-19, Desak Polri untuk Selidiki

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria meminta pengusaha krematorium untuk tidak mematok tarif tinggi.

Terutama di tengah pandemi dan untuk jenazah pasien Covid-19.

Menurutnya, saat ini bukan saatnya untuk mencari untung besar.

Ia berharap pengusaha krematorium bisa memiliki niat untuk membantu masyarakat yang kesulitan di tengah pandemi.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto menyebut sedang membangun krematorium di Taman Pemakaman Umum (TPU) Tegal Alur, Jakarta Barat.

Krematorium ini bisa digunakan untuk melakukan kremasi jenazah pasien Covid-19.

Targetnya krematorium tersebut akan selesai pada minggu ini.

"Targetnya selesai minggu ini ya," jelasnya.

(Tribun-Video.com/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dugaan Kartel Kremasi Jenazah Pasien Covid-19: Disebut Peras Warga Puluhan Juta Rupiah"

# Kremasi # Jakarta Barat # Covid-19 # HOT TOPIC

Sumber: Kompas.com
Tags
   #Kremasi   #Jakarta Barat   #Covid-19   #HOT TOPIC

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved