Yandex

TRIBUNNEWS UPDATE

Sosok Masudin yang Viral karena Nekat Hirup Napas Pasien Covid-19, Ternyata Terapis Saraf Telinga

Sabtu, 17 Juli 2021 18:59 WIB
Warta Kota
Editor: Aprilia Saraswati | Reporter: Rena Laila Wuri | Video Production: Enggar Tiasto

TRIBUN-VIDEO.COM - Sosok Muhammad Masudin atau Masudin R Syahid menjadi sorotan setelah dinilai tidak percaya covid-19 dengan menghirup dalam-dalam napas pasien Covid-19.

Video tersebut pun menjadi polemik, lantaran menyebut pria penghirup napas itu meninggal dunia.

Video itu diunggah oleh akun Facebook Indy Chen pada 15 Juli 2021.

Siapakah sosok Masudin yang nekat menghirup napas pasien Covid-19?

Masudin merupakan pakar terapi saraf telinga yang cukup diakui keberadaannya di Jombang, Jawa Timur.

Dirinya pernah mendapatkan penghargaan rekor MURI sebagai terapis tercepat pada tahun 2012.

Setelah mendapatkan penghargaan dari Muri nama Masudin mulai dikenal.

Dikutip dari Surya.co.id, terapis gangguan pendengaran dengan pijat saraf telinga itu kemudian kebanjiran pasien setelah mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (Muri) Oktober 2012.

Baca: Fakta Video Viral 2 Pria Nekat Hirup Napas Diduga Pasien Covid-19, Akhirnya 1 Meninggal

Mereka rata-rata dari luar Jombang, bahkan luar Jatim.

Berdasarkan data pendaftar, antrean warga yang hendak diterapi sudah sampai pada Mei 2015.

Bahkan tiga warga Saudi Arabia mendatangi kediamannya, guna mendapatkan terapi dari Masudin, Selasa (12/8/2014).

Tiga warga Saudi yang merupakan satu keluarga kakak-beradik pasien itu menjalani terapi karena sejak lahir nyaris tidak bisa mendengar.

Selanjutnya, tiga warga Arab itu menjalani terapi ala Masudin.

Pada tahun 2018, Kepiawaian Masudin sebagai terapis saraf telinga kian mendunia.

Dikutip dari Wartakotalive.com, setelah menerima anugerah dari Centurion World Records, warga Dusun Ketanen, Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro, Jombang, ini mendapat undangan dari Kerajaan Serbia.

Tujuannnya, selain mendapat apresiasi secara khusus dari Kerajaan Serbia, Masudin juga akan dimintai tolong menyembuhkan salah satu anggota keluarga Kerajaan Serbia yang menyandang gangguan pendengaran sejak lahir.

Pasalnya Pihak Kerjaan Serbia mendengar kepiawaian Masudin menyembuhkan gangguan pendengaran dari Carl E Bolch III, Managing Director Stern Resources yang juga salah satu miliarder asal Amerika Serikat.

Pendengaran Carl E Bolch III berangsur-angsur menuju normal setelah mulai diterapi pengobatan alternatif oleh Mr Masudin di kediaman Masudin pada Jumat 9 Maret 2018 lalu.

"Kebetulan ada keluarga kerajaan Serbia bersahabat baik dengan Carl E Bolch. Keduanya lantas berkomunikasi. Selanjutnya kerajaan Serbia berminat mengundang saya berkunjung ke sana," jelas Masudin kepada SURYAMALANG.COM, Sabtu (24/3/2018).

Bagi Masudin, bukan hal baru memberi terapi telinga untuk orang luar negeri.

Sudah daa puluhan pasien dari beberapa negara yang menggunakan jasa terapi dengan Masudin.

Baca: Buntut Video Selebgram Rayakan Ultah Temannya yang Positif Covid-19, 20 Karyawan Resto di Swab PCR

"Tercatat sudah ada puluhan pasien dari beberapa negara yang datang ke sini. Dan alhamdulillah semuanya bisa mendengar setelah saya terapi," jelas Masudin.

Mereka antara lain berasal dari Malaysia, Brunei Darussalam, Arab Saudi, India, Tiongkok, dan terakhir miliarder Carl E Bolch III dari Amerika Serikat.

Dia dikenal sebagai master terapi saraf telinga berkelas dunia, namun saat ini teman-teman dan keluarga Masudin sedang berduka, karena ia dikabarkan meninggal dunia.

Kabar duka meninggalnya Mr Masudin sebelumnya disampaikan dalam grup Facebook Info Lantas Kriminal Jombang.

"Senen Wage Pukul 23.30. Berita Duka innalilahi wainna ilaihirrojiun. Selamat jalan Sahabat, Bapak Guru, motivator, kyai, kang Muhammad Mashudin ( Masudin R Syahid ) Pakar terapi syaraf telinga dunia. Semoga Husnul khotimah. Al Fatihah. Aamiin," tulis Mohamad Zuhdi dalam grup tersebut.

Sebelumnya aksi Mr Masudin bersama seorang pria lainnya menggunakan peci diduga masih tidak percaya dengan virus corona yang sangat mematikan, malah menghirup napas pasien Covid-19.

Dalam video yang beredar dan membuat geger di media sosial tampak dua orang berpeci sedang melakukan terapi terhadap seorang pasien yang terpapar Covid-19.

Diketahui pria yang mengenakan batik biru bernama Mashudin, ia merupakan seorang pakar terapi saraf telinga asal Dusun Ketanen Desa Banyuarang Kecamatan Ngoro, Jombang, Jawa Timur.

Seorang netizen melalui akun instagramnya membagikan video tersebut dan menyebut kalau tuhan membenci orang yang sombong.

Dari video yang dibagikan terlihat kedua pria itu mendekatkan wajahnya ke wajah pasien, setelah sebelumnya meminta sang pasien bernapas dalam.

Kemudian, pria itu mengibaskan tangannya diduga agar udara yang dikeluarkan pasien bisa terhirup.

Mashudin yang merupakan ahli terapi itu dinyatakan telah meninggal dunia diusia ke-47 tahun pada Selasa (13/7/2021).

Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, Mashudin sempat mengeluhkan sakit lambung dan juga demam, tetapi belum dapat dipastikan apakah dia juga positif Covid-19 atau tidak.(Tribun-video.com)

Artikel ini telah tayang di WartaKotalive.com dengan judul Terapis Telinga Asal Jombang Diundang Keluarga Raja di Serbia

# Masudin # Jombang # pasien Covid-19 # Masudin R Syahid

Sumber: Warta Kota

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved