Yandex

Tribunnews WIKI

Mengenal Happy Hypoxia, Kondisi Berkurangnya Kadar Oksigen di Dalam Tubuh Tanpa Adanya Gejala

Selasa, 13 Juli 2021 13:15 WIB
TribunnewsWiki
Editor: Sigit Ariyanto | Video Production: Panji Yudantama

TRIBUN-VIDEO.COM - Happy hypoxia merupakan kondisi dimana berkurangnya kadar oksigen di dalam tubuh tanpa adanya gejala.

Hal tersebut sangat berbahaya, terlebih bagi penderita COVID-19.

Belum diketahui secara pasti terjadinya happy hypoxia.

Namun, ada teori yang muncul bahwa happy hypoxia terjadi akibat peradangan pada jaringan paru-paru yang disebabkan oleh infeksi virus Corona.

Ada teori lain menyebutkan bahwa happy hypoxia terjadi lantaran gangguan pada sistem saraf yang mengatur oksigen dalam darah.

Penderita happy hypoxia harus mendapat penanganan yang tepat agar tidak membahayakan nyawa penderitanya.

Baca: Dokter Paru: Happy Hypoxia Hanya Terjadi pada Orang Bergejala Covid-19

Tanda-Tanda

Kadar oksigen pada kondisi normal di dalam darah atau saturasi oksigen ada di rentang 95-100 persen atau sekitar 75-100 mmHg.

Kadar oksigen di bawah rentang tersebut dapat menimbulkan happy hypoxia atau kurangnya kadar oksigen dalam tubuh.

Gejala yang dialami penderita happy hypoxia berbeda-beda.

Tergantung pada cepat atau tidaknya perkembangan gangguan tersebut pada tubuh para pengidapnya.

Ada beberapa gejala hipoksia yang umum terjadi, di antaranya:

- Tubuh terasa lemas

- Kulit terlihat pucat

- Kuku dan bibir berwarna kebiruan (sianosis)

- Detak jantung menjadi cepat atau melambat

- Batuk-batuk

- Sesak napas

- Sakit kepala

Jika tidak segera ditangani, hipoksia dapat menyebabkan penderitanya mengalami linglung, penurunan kesadaran, atau bahkan koma.

Meski demikian, pada kondisi tertentu, hipoksia bisa terjadi tanpa gejala apa pun dan baru terdeteksi ketika seseorang menjalani pemeriksaan darah atau pemeriksaan saturasi oksigen menggunakan alat pulse oximeter.

Kondisi hipoksia tanpa gejala inilah yang dinamakan silent hypoxia atau happy hypoxia.

Kondisi happy hypoxia dilaporkan dapat terjadi pada sebagian penderita COVID-19.

Baca: 7 Pasien Covid 19 di Banyumas Meninggal, 3 di Antaranya Alami Gejala Baru yaitu Happy Hypoxia

Penanganan

Berikut cara menangani happy hypoxia pada pasien COVID-19:

- Pemberian oksigen

Umumnya, langkah awal untuk menangani happy hypoxia ialah dengan memberikan oksigen.

Namun, pada penderita happy hypoxia yang bersifat ringan, si penderita masih bisa bernapas.

Penderita happy hypoxia ringan itu akan diberikan oksigen melalui masker atau selang oksigen.

Berbeda halnya dengan penderita happy hypoxia yang mengalami penurunan kesadaran akan segera dirawat di ruang ICU.

- Meningkatkan daya tahan tubuh

Meningkatkan daya tahan tubuh merupakan hal dapat dilakukan agar mengurangi risiko terpapar COVID-19.

Memiliki imun yang bagus membuat tubuh mampu melawan virus dan bakteri penyebab penyakit.

Meningkatkan imun tubuh dapat melalui konsumsi makanan yang kaya akan nutrisi.

Selain itu, terapkan pola hidup sehat dan rajin berolahraga.

Serta penuhi waktu istirahat yang cukup.

(TribunnewsWiki.com/Puan)

Artikel ini telah tayang di TribunnewsWiki dengan judul: Happy Hypoxia

# Tribunnews WIKI # happy hypoxia

Sumber: TribunnewsWiki

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved