Selasa, 21 April 2026

TRIBUNNEWS UPDATE

Dokter Banyak yang Gugur Meski Telah Divaksin, IDI Minta Nakes Diberi Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga

Selasa, 29 Juni 2021 19:00 WIB
Kompas.com

TRIBUN-VIDEO.COM - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengusulkan agar pemerintah mempertimbangkan penyuntikan vaksin dosis ketiga (booster) kepada tenaga kesehatan.

Hal ini mengingat sudah ratusan tenaga kesehatan yang gugur akibat Covid-19.

Selain itu, banyak tenaga kesehatan terinfeksi Covid-19 bersamaan dengan lonjakan kasus saat ini, meski mereka telah divaksinasi.

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) merekomendasikan tenaga kesehatan (nakes) baik dokter maupun perawat serta masyarakat Indonesia mendapat booster alias suntikan dosis ketiga vaksin virus corona (covid-19).

Hal ini untuk melindungi keselamatan para nakes sebagai garda terdepan penanganan Covid-19.

Dikutip Kompas.com, Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Slamet Budiarto membenarkan sudah ada ratusan dokter yang meninggal dunia akibat terpapar Covid-19.

Bahkan, beberapa dokter yang meninggal dunia itu setelah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Namun, Slamet tak menyebutkan secara detail berapa jumlah dokter yang meninggal akibat Covid-19 meski sudah divaksinasi.

"Ini sebagian besar dokter yang meninggal sudah divaksin dua kali, artinya ini terkait efikasi vaksin," kata Slamet dalam diskusi secara virtual, Selasa (29/6/2021).

Baca: Bertepatan dengan HUT ke-56 Harian Kompas, 10 Ribu Pekerja Media Difasilitasi untuk Vaksin Covid-19

Baca: Sejumlah TKA Asal China Ditolak saat Minta Vaksin, Begini Penjelasan Satgas Covid-19 Lebak

Slamet berharap pemerintah mengambil kebijakan agar para dokter dan tenaga kesehatan mendapatkan vaksin Covid-19 dosis ketiga atau booster.

Sehingga, jika dokter dan nakes terpapar Covid-19 akan mengalami gejala ringan.

"Jadi ini diupayakan melindungi dokter dan tenaga kesehatan agar tidak terinfeksi," ujarnya.

Selain itu, Slamet meminta, jaminan ruang isolasi dan ruang ICU apabila dokter dan tenaga kesehatan terpapar Covid-19.

Sebab, selama ini banyak dokter yang kesulitan mendapatkan tempat tidur di rumah sakit sehingga penanganannya terlambat.

"Bahkan ketua IDI kami di cabang meninggal karena kesulitan mencari RS dan kemudian akhirnya dapat RS tapi terlambat akhirnya meninggal dunia. Jadi kami mohon pemerintah lebih melindungi dokter dan nakes," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, LaporCovid-19 mendata ada 1.026 tenaga kesehatan yang gugur akibat Covid-19.

Adapun data tersebut dihimpun sejak awal pandemi hingga 28 Juni 2021 pukul 13.00 WIB.

"Iya (angka 1.026) akumulasi," kata Inisiator LaporCovid-19 Irma Hidayana kepada Kompas.com, Selasa (29/6/2021).

Jika dirincikan, terdapat 1.026 tenaga kesehatan yang dirincikan terdiri dari 401 dokter, 39 dokter gigi, 325 perawat, 160 bidan.

Kemudian 30 ahli teknologi lab medik, tiga terapis gigi, enam rekam radiologi, dua sopir ambulans, tiga tenaga farmasi, tiga elektomedik, sanitarian.
Lalu, ada sembilan sanitarian, sembilan apoteker, satu fisikawan medik, dua epidemiolog, satu antomolog kesehatan dan lebih dari 30 tenaga kesehatan dari kategori lainnya. (Tribun-video.com/ Kompas)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Banyak Dokter Meninggal Meski Telah Divaksinasi, IDI Minta Nakes Diberi Vaksinasi Dosis Ketiga"

Editor: Tri Hantoro
Reporter: Rena Laila Wuri
Video Production: Gianta Firmandimas Adya Mahendra
Sumber: Kompas.com

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved