APA ITU
Apa Itu Sindrom Gilbert? Kenali Gejalanya
TRIBUN-VIDEO - Sindrom Gilbert merupakan suatu jenis penyakit yang diturunkan secara genetik.
Penyakit ini ditandai dengan kadar bilirubin indirek yang tinggi dalam darah.
Bilirubin indirek merupakan pigmen yang terbentuk dari hasil pemecahan sel darah merah oleh limpa.
Pigmen ini sendiri berwarna kuning kecokelatan, sehingga pada Sindrom Gilbert mata dan kulcit pengidap akan berwarna kuning, meskipun kondisi organ hati pengidap Sindrom Gilbert normal dan tidak terganggu.
Penyebab Sindrom Gilbert adalah mutasi atau perubahan pada gen UGT1A1, yaitu gen yang mengendalikan kadar bilirubin dalam tubuh.
Penyebab mutasi gen UGT1A1 ini belum diketahui secara pasti hingga saat ini.
Gen ini berperan dalam menyampaikan instruksi dari otak ke organ hati untuk menghasilkan enzim, yang berfungsi dalam merubah bilirubin indirek menjadi bilirubin direk, sehingga dapat dibuang melalui urine dan feses.
Pada Sindrom Gilbert, mutasi gen ini mengakibatkan organ hati tidak mampu menghasilkan enzim tersebut.
Akibatnya, terjadi penumpukan bilirubin indirek di dalam aliran darah pengidap.
Pengidap Sindrom Gilbert umumnya tidak menyadari bahwa dirinya mengidap penyakit langka ini.
Sebenarnya, gejala Sindrom Gilbert sudah ada sejak lahir.
Namun, umumnya kondisi ini baru disadari setelah pengidapnya memasuki masa pubertas, karena kadar bilirubin yang makin meningkat, sehingga menyebabkan gejala yang timbul semakin jelas.
Kendati demikian, gejala pada Sindrom Gilbert hampir serupa dengan penyakit lain.
Beberapa gejalanya, antara lain:
- Konjungtiva mata dan kulit berwarna kuning.
- Diare.
- Mual dan muntah.
- Nafsu makan menurun.
- Nyeri dan rasa tidak nyaman di bagian perut.
- Rasa lelah yang berlebihan.
Oleh karena Sindrom Gilbert merupakan jenis penyakit yang termasuk ringan dan tidak membutuhkan penanganan medis khusus, dokter umumnya akan memberikan obat, seperti phenobarbital, untuk membantu menurunkan kadar bilirubin yang tinggi dalam darah.
Gejala Sindrom Gilbert seperti kuning pada konjungtiva mata dan kulit pengidapnya, umumnya tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya.
Hingga saat ini, belum diketahui cara pencegahan yang efektif dari Sindrom Gilbert, karena penyakit ini bersifat genetik dan diturunkan secara langsung dari keluarga.
# Sindrom Gilbert # gejala Sindrom Gilbert # penyakit # bilirubin
Artikel ini telah tayang di TribunnewsWiki dengan Judul Sindrom Gilbert
Area lampiran
Pratinjau video YouTube APA ITU Sindrom Gilbert?
Video Production: Dimas HayyuAsa
Sumber: TribunnewsWiki
LIVE UPDATE
Daftar Penyakit Tidak Menular Dominan di Rumah Sakit Manado, Gagal Ginjal Kronik hingga Infeksi
Rabu, 14 Januari 2026
Nasional
Viral Temuan diduga Sumur Minyak di Bangkalan Jatim, Berbau Menyengat dan Menyala saat Diberi Api
Sabtu, 10 Januari 2026
Live Update
Bocah di Karanganyar Pengidap Jantung Bocor Alami Dua Penyakit Langka, Cek Laborat di Hongkong
Rabu, 7 Januari 2026
TRIBUN HEALTH
Waspada Super Flu H3N2 di Indonesia, Anak-Anak Jadi Kelompok Paling Rentan
Jumat, 2 Januari 2026
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.