Kamis, 21 Mei 2026

Travel

Sensasi Menikmati Kopi di Forest Kopi, Kedai yang Berada di Ketinggian 1.000 Mdpl

Rabu, 23 Juni 2021 21:54 WIB
Tribun Jateng

TRIBUN-VIDEO.COM - Minum kopi di kedai kopi sudah menjadi gaya hidup kaum milenial.

Terlebih popularitas kedai kopi modern dengan berbagai variasi semakin bermunculan.

Tak hanya di kota-kota besar, pertumbuhan kedai kopi modern juga bermunculan hingga ke pelosok desa.

Seperti sebuah kedai kopi yang terletak di Desa Kembanglangit, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Adalah Forest Kopi yang menyuguhkan sensasi menyeruput kopi di ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut dengan suhu 17 derajat Celcius.

Ditambah letaknya yang berada di tengah hutan damar akan memanjakan mata para penikmat kopi.

Berjarak 30 kilometer dari pusat kota Batang, akses menuju Forest Kopi sangat mudah ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Letaknya pun strategis di pinggir jalan Batang menuju Dieng.

Tak heran banyak pengunjung yang melintas menyempatkan mampir untuk beristirahat sejenak sambil menikmati pemandangan yang disuguhkan Forest Kopi.

Sejak dibuka pada April 2019 lalu, Forest Kopi tak pernah sepi pengunjung.

Baca: Musim Kopi 27, Kedai Kopi Milik Kapten BSFC dan Persija Jakarta yang Cocok untuk Tempat Nongkrong

Terlebih saat hari libur, tak sedikit pengunjung yang rela antre dan menunggu untuk mendapatkan tempat duduk hingga berjam-jam.

Maka tak heran Forest Kopi kini menjadi tempat hits dan magnet wisata baru di Kabupaten Batang yang mampu menyedot wisatawan dari luar daerah.

Pemilik Forest Kopi, Intan Narulita mengatakan, dengan menggunakan tanah PT Perhutani seluas dua hektare, kedai ini menyajikan sebuah tempat dengan suasana baru syahdu nan romantis bagi para penikmat kopi.

Seperti Syarah Amirotul, dia yang datang bersama teman-temannya enggan untuk beranjak dari Forest Kopi meski harus menunggu lama.

"Datang memang sudah ramai sekali, sudah nunggu tempat duduk sampai dua jam belum dapat, tapi memang sudah niat yaa jadi harus sabar," tutur gadis yang berasal dari Pekalongan itu.

Menurutnya, menyeruput kopi di kedai Forest Kopi memiliki sensasi tersendiri karena bisa menghilangkan penat serta bisa menikmati nuansa alam yang masih asri.

"Kalau kopinya menurut saya ya sama dengan kedai lainnya, tapi lokasinya karna berada di alam jadi sensasinya beda ditambah disini gak ada sinyal jadi bisa intens ngobrol," ujarnya.

Secara umum menu kopi yang disajikan Forest Kopi seperti kedai kopi pada umumnya, seperti v60, espresso, vietnam drip, kopi tubruk, caffe latte, dan berbagai minuman coklat dan susu serta minuman panas atau dingin lainnya.

Selain berbagai minuman, ada juga sajian kuliner makanan ringan dan berat, seperti mendoan, nugget, kentang goreng, gemblong goreng,ayam penyet, ayam goreng, dan mi instan.

"Untuk minuman kopi, harganya sangat terjangkau dengan produk termurah Rp13 Ribu, termahal mencapai Rp20 Ribu," ujar Intan.

Karena berada di wilayah yang cukup tinggi, lokasi Forest Kopi belum terjangkau oleh jaringan internet sehingga cocok untuk ajang berkumpul dan mengobrol dengan waktu yang berkualitas.

"Untuk sementara ini memang Forest Kopi belum ada jaringan internet ataupun Wifi, sehingga datang ke sini benar-benar waktunya sangat berkualitas untuk komunikasi dengan keluarga, saudara dan teman sambil menikmati kopi dan makanan," ujarnya.

Forest Kopi memang cukup menarik wisatawan, pada hari biasa saja, Intan mengungkapkan pengunjung bisa mencapai 500 orang dan hari libur seperti Sabtu dan Minggu 1.500 orang dengan omzet mencapai Rp25 juta.

Agar pengunjung tidak jenuh saat mengantre, Intan pun berinovasi dengan membuat wanawisata Forest Bridge dimana pengunjung bisa merasakan sensasi berjalan di jembatan gantung yang cukup memacu adrenalin dengan membayar tiket Rp20 Ribu.

"Forest Bridge sendiri memang kita buat sebagai wanawisata dengan tarif segitu pengunjung bisa sepuasnya menikmati alam di jembatan gantung sambil menguji adrenalin atau sekedar berswafoto," jelasnya.

Intan berencana untuk melebarkan sayap bisnisnya itu dengan menambah lahan sebesar dua hektar untuk membuat resort, camping ground, dan wanawisata lainnya.

Adanya kedai kopi dengan nuansa baru yang cukup menyedot pengunjung hingga luar daerah membuat Bupati Batang Wihaji cukup terkesan dengan konsep yang disajikan.

Baca: 101 Coffee House Rumah Bagi Pecinta Kopi, Kedai Kopi Pertama dengan Mesin Pencetak Foto

"Forest Kopi memiliki pesona alam yang menarik dengan berbagai wahana keindahan alamanya, tempatnya sangat romantis cocok untuk anak muda, keluarga dan anak-anak,"tutur Bupati Wihaji.

Ia juga mendukung adanya kedai kopi baru yang memanfaatkan kekayaan alam yang ada di Kabupaten Batang sehingga dengan potensi panorama yang indah bisa dijadikan wisata untuk mendukung Visit Batang 2022.

"Oleh karenanya, untuk mendukung industri pariwisata Pemkab Batang sudah MoU dengan PT Perhutani untuk memanfaatkan hutan produksi yang dikelola oleh masyarakat,"

Ia juga mengatakan Pemkab akan terus mendukung anak - anak muda maupun kelompok sadar wisata yang memiliki inovasi, kreativitasnya dalam mengembangkan potensi alam untuk dijadikan tempat wisata.

Bahkan, Bupati Wihaji memberikan kelonggaran pajak usaha pariwisata, yang termasuk objek pajak daerah dengan tidak memungut pajak pada usaha pariwisata yang masih merintis.

Kelonggaran tersebut dikarenakan saat ini Pemkab masih getol membangun industri pariwisata dengan tagline Heaven of Asia.

"Kalau sudah jalan dan pengunjungnya semakin ramai dan untung, baru kita pikir bareng objek pajaknya, karena memang saat ini kami masih terus membangun industri pariwisata," tandasnya.(TribunJateng/Dina Indriani)

# kopi # Forest Kopi # Kedai Kopi

Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Forest Kopi Kafe di Tengah Hutan Damar Batang, Sensasi Menyeruput Kopi di Ketinggian 1.000 Mdpl

Video Production: Ignatius Agustha Kurniawan
Sumber: Tribun Jateng

Tags
   #kopi   #Forest Kopi   #kedai kopi

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved