Yandex

Hot Topic

HOT TOPIC: Konflik Memanas di Tengah Gencatan Senjata Israel-Palestina, hingga Awal Mula Serangan

Kamis, 17 Juni 2021 01:30 WIB
Tribun Video
Editor: Panji Anggoro Putro | Reporter: Fina RakhmatulMaula | Video Production: Muhammad Suryo Kartiko

TRIBUN-VIDEO.COM - Konflik Israel dan Palestina merupakan konflik yang paling abadi dan paling tragis di dunia.

Konflik antara dua negara ini seakan tak pernah ada habisnya.

Lagi-lagi, militer Israel mengonfirmasi telah mengirim serangan udara ke Jalur Gaza, pada Rabu (16/6/2021).

Dilansir Reuters, serangan udara terbaru yang diluncurkan oleh Israel ini diklaim sebagai tanggapan atas peluncuran balon pembakar yang menyebabkan kebakaran di ladang, tepatnya di Israel selatan.

Baca: Ada Balon Udara Berisi Bahan Bakar Melintas dari Gaza, Israel Langsung Kirimkan Serangan Udara

Balon-balon itu diluncurkan sebagai protes terhadap pawai bendera provokatif di Yerusalem, di mana ribuan orang Israel melakukan pawai melalui Kota Tua.

Melalui unggahan Twitter terbaru dari Reuters, dijelaskan bahwa stasiun radio Hamas mengatakan, pesawat Israel menyerang sebuah kamp pelatihan Palestina di Jalur Gaza.

"Ini menandai serangan Israel pertama di daerah kantong, sejak gencatan senjata mengakhiri 11 hari pertempuran bulan lalu," cuit Reuters, Rabu (16/6/2021).

Penyebab Serangan terbaru

Dikutip dari Kompas.com, WAFA, sebuah Kantor Berita resmi Palestina melaporkan serangan udara menimpa Khan Younis serta serangann tersebut mengakibatkan kerusakan "materi"

Kantor berita tersebut melaporkan di situs lain, di selatan Kota Gaza menjadi sasaran, namun tak ada korban dari insiden tersebut.

Serangan udara itu adalah yang pertama di Gaza sejak gencatan senjata mulai berlaku hampir satu bulan lalu.

IDF mengatakan menyerang kompleks militer Hamas dan tempat pertemuan untuk brigade Khan Younis dan Gaza.

Baca: Kondisi Terkini Gaza, Militer Israel Konfirmasi Serangan Udara setelah Setujui Gencatan Senjata

Bentrok Pawai Bendera

Pawai itu dipandang sebagai ujian besar pertama bagi pemerintahan baru Israel, yang dipimpin oleh Perdana Menteri sayap kanan Naftali Bennett.

Dikutip dari Kompas.com yang melansir dari CNN pada Rabu, (16/Juni) melaporkan ekstremis Yahudi sayap kanan yang ambil bagian dalam pawai meneriakkan "Matilah orang Arab" dan "Ini rumah kami."

Polisi Israel dengan perlengkapan anti huru hara memblokir jalan-jalan di sekitarnya, dan secara paksa memindahkan pengunjuk rasa Palestina dari rute tersebut.

Menurut warga Palestina, tiga puluh tiga pengunjuk rasa Palestina terluka, menyusul bentrokan dengan pasuka n keamanan Israel.

Korban diantaranya karena granat kejut, peluru karet dan tembakan langsung.

Baca: Israel Serang Jalur Gaza seusai Sepakat Gencatan Senjata, Pesawat Tempur Bom Kamp Latihan Palestina

Perdana Menteri Baru Israel

Kepemimpinan Benjamin Netanyahu resmi berhenti, dan kini digantikan Naftali Bennett sebagai Perdana Menteri Israel yang baru.

Perdana Menteri Palestina, Mohammad Shtayyeh mengatakan pemerintahan baru Israel yang dipimpin Naftali Bennett sama buruknya seperti Benjamin Netanyahu.

Mohammad Shtayyeh memang menyebutkan penggulingan Benjamin Netanyahu menutup salah satu periode terburuk konflik Israel-Palestina pada 10 Mei lalu.

Palestina meyakini pemerintah Israel baru yang akan dipimpin oleh pemimpin Naftali Bennett tetap melanjutkan kebijakan sama seperti Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

"Kami tidak melihat pemerintahan baru ini lebih baik dari sebelumnya, dan kami mengecam perdana menteri baru Naftali Bennett yang mendukung pendudukan Israel," kata Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh.

“Pemerintah baru tidak memiliki masa depan jika tidak mempertimbangkan masa depan rakyat Palestina dan hak-hak mereka yang sah," ujarnya.

Diketahui mulai dari Senin, 14 Juni 2021, Parlemen Israel Knesset mengesahkan Naftali Bennett menjadi perdana menteri baru di Israel.

Baca: Gempur Gaza Lewat Udara Pagi Ini, Tentara Israel Siapkan Skenario Serangan dari Hamas

Saling Ingin Kuasai Wilayah

Konflik dan ketegangan antara Israel dan Palestina tak kunjung reda.

Aksi saling serang terus dilancarkan kedua belah pihak.

Proses penyelesaian konflik yang telah berlangsung puluhan tahun ini telah menimbulkan konflik-konflik lain yang tumpang tindih.

Alasan Palestina dan Israel berperang, karena masing-masing ingin mendapatkan dan menguasai wilayah yang sama.

Hukum internasional yang dilanggar, hingga minimnya dukungan Liga Arab

Baca: 12 Tahun Pimpin Israel, Benjamin Netanyahu Kini Resmi Dilengserkan dan Digantikan Mantan Sekutunya

Konflik yang terjadi antara Israel-Palestina seperti tak berujung.

Dua negara memperebutkan wilayah yang sama, wilayah di antara Laut Mediterania dan Sungai Jordan.

Tetapi wilayah ini diberi label Israel di peta saat ini.

Terdapat kota Yerusalem yang dianggap suci bagi orang Arab Palestina maupun orang Yahudi Israel.

Hingga saat ini, terdapat masalah yang pelik, seperti dimana letak perbatasan negara Israel dan Palestina? (Tribun-Video.com)

Baca juga berita terkait di sini

# HOT TOPIC # Israel # Palestina # gencatan senjata

Sumber: Tribun Video
Tags
   #HOT TOPIC   #Israel   #Palestina   #gencatan senjata
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved