Yandex

TRIBUNNEWS UPDATE

Kim Jong Un Sebut Kpop Rusak Generasi Muda, Korut Nyatakan Siap Perang Budaya Hentikan Penyebaran

Minggu, 13 Juni 2021 17:43 WIB
Tribunnews.com
Editor: Dita Dwi Puspitasari | Reporter: Fransisca Krisdianutami Mawaski | Video Production: Bintang Nur Rahman

TRIBUN-VIDEO.COM - Baru-baru ini pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengeluarkan pernyataan kontroversial soal aliran musik yang kini tengah digandrungi sebagian anak muda di dunia yakni Korean Pop (K-Pop).

Kim Jong Un disebut menyatakan bahwa K-Pop dapat merusak generasi muda Korea Utara.

Bahkan informasi yang beredar menyebut bahwa politisi Korea Utara telah menyatakan perang budaya baru untuk menghentikan penyebaran dan pengaruh industri Korea Selatan itu.

Dikutip dari Tribunnews.com, Sabtu (12/6), Kim Jong Un mengatakan bahwa Kpop tidak ubahnya seperti kanker ganas yang dapat merusak generasi muda Korea Utara.

Baca: Kim Jong Un Tak Suka K-Pop, Dinda Kirana Idap Kista hingga Rapor Shin Tae-young di Timnas Indonesia

Pengaruh itu dinilai Kim telah merusak pakaian, gaya rambut, pidato, hingga perilaku anak muda di negaranya.

Kim bahkan tak segan menjatuhkan hukuman kejam bagi rakyatnya yang kedapatan menonton drama dan film Korsel serta menikmati musik Kpop.

The New York Times memberitakan bahwa politisi Korea Utara telah menyatakan perang budaya baru.

Hal ini dilakukan agar dapat menghentikan penyebaran dan pengaruh produk industri hiburan Korea Selatan itu.

Perang budaya tersebut akan dilakukan melalui kampanye anti-Kpop rahasia.

Informasi ini diketahui Daily NK dari dokumen internal Republik Rakyat Demokratik Korea yang bocor.

Sementara itu, Institut Studi Perdamaian dan Unifikasi dari Universitas Nasional Seoul telah melakukan survei pada 116 orang yang melarikan diri dari Korut pada 2018 hingga 2019.

Survei menunjukkan, hampir setengahnya mengaku kerap menonton hiburan dari Korsel saat masih berada di negaranya.

Baca: Kim Jong Un Tersenyum Lebar di Parade Pyongyang, Pamerkan Senjata yang Diklaim Terkuat di Dunia

Desember lalu, Kim memperkenalkan serangkaian undang-undang baru soal hukuman bagi warga yang nekat menikmati hiburan dari Korsel.

Disebutkan bahwa hukuman kerja paksa yang awalnya hanya lima tahun, kini menjadi 15 tahun.

Mengutip Variety, mereka yang tertangkap menyelundupkan konten Korea Selatan berisiko menerima hukuman yang lebih berat, termasuk hukuman mati.

Pemimpin redaksi Asia Press International, Jiro Ishimaru mengatakan, Kim khawatir invansi budaya Korsel dapat membuat rakyatnya mulai mempertimbangkan negeri ginseng itu dibanding Korut.

"Bagi Kim Jong Un, invasi budaya dari Korea Selatan telah melampaui tingkat yang dapat ditoleransi," ujar Jiro Ishimaru, pemimpin redaksi situs Jepang Asia Press Internasional, yang memantau Korea Utara.

(TribunVideo.com/Tribunnews.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kim Jong Un Sebut K-Pop sebagai Kanker Ganas, Tingkatkan Hukuman bagi Warga yang Nekat Mendengarkan

Baca berita terkait lainnya

Sumber: Tribunnews.com
Tags
   #Kim Jong Un   #Korea Utara   #Korea Selatan   #Kpop

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved