Yandex

INDONESIA UPDATE

Sosok Koordinator Pungli di Tanjung Priok, Jabat Supervisor di Pelabuhan, Pakai Sepatu Rp2,7 Juta

Minggu, 13 Juni 2021 14:19 WIB
Tribun Video
Editor: fajri digit sholikhawan | Reporter: Firdausi Rohmah Rizki Ananda | Videografer: fajri digit sholikhawan | Video Production: bagus gema praditiya sukirman

TRIBUN-VIDEO.COM - Terungkap sosok bos yang mengoordinis aksi pungutan liar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Sabtu (12/6/2021).

Bos pungli tersebut bernama Ahmad Zainul Arifin (39) yang merupakan supervisor karyawan outsourcing dari PT MTI.

Dari hasil pungli tersebut, Zainul bisa membeli sepatu bola berwarna hitam seharga Rp2,7 juta.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Putu Kholis Aryana mengungkapkan peran dari Zainul.

Putu mengungkapkan, pelaku Zainul berperan memberikan perintah kepada setiap operator crane untuk memilih truk mana yang boleh dibongkar muat terlebih dahulu.

Aksi pungutan liar tersebut menggunakan modus meletakkan kantong plastik atau botol air minral.

Pelaku Zainul mendapat uang jatah dari para operator sebesar Rp100-150 ribu per hari.

Uang tersebut digunakan Zainul untuk keperluan pribadi.

Zainul juga berperan sebagai koordinator yang memberikan pengumuman ke operator terkait adanya pihak kepolisian yang akan menindak pelaku pungli.

Baca: Sosok Bos Pungli di Tanjung Priok, Supervisor Karyawan Outsourcing yang Dipekerjakan di JICT

Zainul mengarahkan para operator lewat grup Whatsapp Dapur RTGC A agar bisa menyangkal tindakan yang mereka lakukan.

Zainul ditangkap oleh pihak kepolisian bersama 6 orang lainnya pada Jumat (11/6/2021).

Dari penangkapan tersebut, pihak kepolisian menyita sejumlah barang bukti di antaranya sepatu bola dan uang tunai hasil pungli.

Putu mengungkapkan, dari hasil pungli tersebut, Zainul membeli sepatu bola berwarna hitam seharga Rp2,7 juta.

Selain itu barang bukti lainnya yang juga disita aparat kepolisian yakni uang tunai senilai Rp600 ribu dengan rincian 120 lembar uang pecahan Rp5 ribu.

Atas perbuatannya tersebut, para pelaku pungli dijerat dengan Pasal 368 KUHP tentang tindak pidana pemerasan dimana ancaman hukumannya sembila 9 tahun penjara.

Kasus pungli ini terbongkar seusai Presiden Joko Widodo berdialog dengan sejumlah sopir truk kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (10/6/2021).

Presiden Jokowi kemudian menelepon Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit untuk melaporkan adanya tindak kriminal di pelabuhan tersebut.(*)

# INDONESIA UPDATE # pungli # Tanjung Priok # pungutan liar

Sumber: Tribun Video

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved