Yandex

HOT TOPIC

Momen Jokowi Telepon Kapolri soal Pungli hingga 49 Preman Tanjung Priok Langsung Ditangkap

Sabtu, 12 Juni 2021 20:40 WIB
Tribun Video
Editor: Purwariyantoro | Reporter: Fina RakhmatulMaula | Video Production: Muhammad Ulung Dzikrillah

TRIBUN-VIDEO.COM - Presiden Joko Widodo menelepon Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk melaporkan adanya pungutan liar (pungli) dan aksi premanisme di kawasan Terminal Tanjung Priok.

Momen tersebut terjadi saat berdialog dengan para pengemudi truk kontainer di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (10/6/2021).

"Pagi hari ini saya senang bisa bertemu dengan Bapak-Bapak semuanya. Saya mendapatkan keluhan yang saya lihat dari media sosial, terutama driver banyak yang mengeluh karena urusan bongkar muat," ucap Presiden membuka dialog.

Presiden Jokowi sengaja menyempatkan diri bertemu para sopir kontainer untuk mendengar langsung keluhan yang mereka alami, terutama soal pungutan liar (pungli).

Tak hanya pungutan liar, ada pula aksi kriminalitas penodongan hingga pembegalan yang menimpa sejumlah korban.

Aduan Sopir Truk kepada Presiden

Seorang pengemudi truk bernama Agung mengungkapkan, dirinya dan sejumlah rekannya mengalami pembegalan.

Kejadian tersebut dialaminya saat New Priok Container Terminal One (NPCT 1) dibangun beberapa waktu lalu.

Agung menceritakan, saat itu di sekitar lokasi pembangunan sering terjadi macet.

Tiba-tiba ada seorang oknum yang melompat ke truk dan menodong pengemudi dengan senjata tajam.

Oknum tak dikenal tersebut kemudian mengambil barang yang ada di kendaraan seperti ban, aki, dan lain sebagainya.

Baca: Pengakuan Preman Tanjung Priok yang Ditangkap seusai Jokowi Lapor Kapolri, Dapat Rp250 Ribu Sehari

Tak hanya itu, Agung juga menceritakan, terkadang oknum tersebut juga mengambil ponsel, dompet hingga uang milik pengemudi.

Senada dengan Agung, Abdul Hakim rekan sesama sopit truk menyebut bahwa kemacetan merupakan penyebab para preman bisa leluasa menjalankan aksinya.

Abdul juga menceritakan soal banyaknya pungutan liar di sejumlah depo.

Menurutnya, para karyawan depo sering meminta imbalan berupa uang tip agar laporannya bisa diproses segera.

Mendengar cerita para sopir kontainer, Presiden Jokowi langsung menelpon Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo agar masalah itu segera dituntaskan.

Reaksi Kapolri

Menanggapi hal tersebut, Kapolri langsung sigap dan saat ini telah menangkap sebanyak 24 terduga pelaku pungli di kawasan tersebut.

"Pak Kapolri selamat pagi," sapa Presiden.

"Enggak, ini saya di Tanjung Priok, banyak keluhan dari para driver_kontainer yang berkaitan dengan pungutan liar di Fortune, di NPCT 1, kemudian di Depo Dwipa. Pertama itu," jelas Presiden.

Di hadapan para pengemudi truk kontainer, Presiden Jokowi meminta Listyo Sigit untuk menindak tegas bagi pelaku yang melakukan aksi kriminal di Terminal Pelabuhan Tanjung Priok.

Mendengar perintah tersebut, Listyo Sigit menyanggupi permintaan dari Presiden Jokowi.

Kapolri lantas mengaku siap dan akan segera membereskan dugaan pungli dan premanisme tersebut.

"Siap Bapak," jawab Kapolri.

Tak berselang lama, setelah adanya laporan tersebut, Kapolri langsung memerintahkan anggotanya memburu para pelaku.

Baca: Jokowi Telpon Kapolri dan Cerita soal Sopir Kena Pungli, 49 Orang Preman Langsung Ditangkap

Kirim Pesan Pendek, Antisipasi Polisi datang

49 pelaku pungutan liar di Tanjung Priok diamankan polisi, pada Jumat (11/6/2021).

Polisi menemukan barang bukti, berupa ponsel dari penangkapan 49 pelaku pungli terhadap para sopir truk kontainer

Terdapat isi pesan singkat yang disebar oleh salah satu orang, di antara pelaku pungli kepada rekannya untuk mengantisipasi kedatangan polisi

Dilansir Kompas.com, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, Jumat (11/6/2021) mengatakan, para tersangka yang ditangkap merupakan pelaku dengan peran masing-masing di pos masing-masing dari dua PT yang ada di Pelabuhan Tanjung Priok.

"Kemaren kita ketahui ada kegiatan tatap muka Bapak Presiden dengan sopir truk kontainer di Pelabuhan. Ada keluhan dari supir kontainer tentang adanya pungli dilaukan oleh karyawan dan preman hingga menghambat perekonomian," kata Yusri.

Yusri pun mengakui penangkapan para pelaku ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden Jokowi.

Para pelaku akan dijerat dengan Pasal 368 (1) KUHP tentang pemerasan dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal sembilan tahun.

Besaran Pungli, hingga Keterlibatan Perusahaan

Menurut Yusri, pungli yang ditarik oleh para pelaku kepada para sopir kontainer ini paling kecil seharga Rp2000 sampai dengan Rp20.000.

"Ini yang dilakukan oleh pelaku pungli (meminta) uangnya mulai dari Rp2.000, Rp5.000, sampai Rp20.000. Jadi masuk per pos-pos," ucap Yusri.

Yusri mengatakan, petugas akan bergerak cepat, untuk merespons laporan para sopir atau masyarakat dengan datang ke lokasi yang disampaikan.

"Jadi kami mengharapkan juga bantuan masyarakat jika masih melihat orang-orang seperti mereka (pelaku pungli) untuk segera laporan. Ini ultimatum keras dari Kapolda pada Kapolres untuk menindak segera," katanya

Baca: Presiden Telepon Kapolri soal Pungli di Tanjung Priok, 49 Orang Langsung Diringkus Polda Metro Jaya

Yusri menjelaskan, pungli tersebut dilakukan di sejumlah pos yang berada di area PT Greating Fortune Container (GFC) dan PT Dwipa Kharisma Mitra Jakarta.

Sebagian besar tersangka yang ditangkap merupakan pegawai PT Greating Fortune Container (GFC) dan PT Dwipa Kharisma Mitra Jakarta.

Kini, polisi masih memburu pelaku lainnya dan mendalami kasus tersebut untuk mengetahui apakah ada keterlibatan pemimpin perusahaan.

"Saya katakan, apakah masih ada (pelaku) yang di atasnya lagi, kami masih kejar terus. Masih kita dalami, karena ini baru permukaan yang kita amankan," ujar Yusri.

Pelaku Pungli, Akui 'Sudah Lumrah'

Seorang preman berinisial SJ, mengaku dari hasil pemalakan sopir truk kontainer, dalam kurun waktu 8 jam ia bisa mendapatkan uang Rp250 ribu

SJ mengungkapkan, dirinya berperan melakukan pungutan liar di kerani trucking.

SJ mengungkapkan, uang Rp250 ribu tersebut didapatkannya dari hasil pungli dari pukul 7 pagi hingga 3 sore.

Uang tersebut nantinya akan dibagi dengan sejumlah rekan pungli di sana.

SJ menuturkan, pungutan liar di sana sudah lama terjadi, sehingga menjadi hal yang lumrah.

Ia bahkan mengungkapkan, sopir truk kontainer juga sudah mengerti dan memaklumi hal itu.

Meski sudah menjadi kebiasaan, masih ada pula sopir yang enggan memberikan uang tersebut.

Jika hal tersebut terjadi, SJ mengatakan, maka pihak pelabuhan akan memperlambat proses angkut barang.

Momen Presiden Jokowi menelpon Kapolri, curi perhatian

Hal itu menanggapi dari curhatan para sopir truk kepada truk kepada Presiden, soal pungutan liar

Seusai ditelepon Presiden, Kapolri sigap dan langsung buru pelaku

49 pelaku ditangkap, hingga sebut pungutan liar sudah jadi hal lumrah

Kini, polisi masih dalami kasus pungli, apakah ada keterlibatan pimpinan perusahaan.(*)

# Jokowi telepon Kapolri # Jokowi # Kapolri # Listyo Sigit Prabowo # pungli # Tanjung Priok

Baca berita lainnya terkait Jokowi telepon Kapolri

Sumber: Tribun Video
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved