Yandex

Tribunnews Update

Seorang Ibu Histeris di PN Medan Minta Anaknya Dihukum Mati, Ungkap Alasan hingga Tuduhan ke Polisi

Jumat, 11 Juni 2021 11:08 WIB
Tribun Medan

TRIBUN-VIDEO.COM - Sidang Muhammad Arif (25) atas kasus kepemilikan narkoba digelar di Ruang Cakra IV Pengadilan Negeri Medan.

Sidang digelar pada Kamis (10/6/2021) dan dihadiri sejumlah orang termasuk ibu MA, Lenasari Lubis.

Arif divonis 12 tahun hingga membuat sang ibu histeris dan meminta sang anak dihukum mati.

Lenasari berteriak hingga membuat pengunjung sidang lain melihat ke arah ruangan sidang.

Lena meminta hakim menghukum mati anaknya daripada harus menderita selama 12 tahun di penjara.

Ia juga menyebut anaknya tak pernah menjadi bandar sabu-sabu.

Hal itu disampaikannya sambil berurai air mata.

Lena kemudian menceritakan, anaknya sudah menjadi pejuang kanker sejak usai tujuh tahun hingga membuatnya lumpuh.

Ia harus menjual rumahnya untuk biaya pengobatan dan kini di usia Arif yang menginjak 25 tahun, tak mungkin melakukan hal tersebut.

Sang ibu menyebut, anaknya dijebak dan tak mau sang anak dihukum atas sesuatu yang tidak diperbuat.

"Di umur 7 tahun dia (Muhammad Arif) kena kanker, ku jual rumahku. Lumpuh dia bertahun-tahun, sekarang diumurnya 25 tahun, dia dihukum tanpa kesalahannya, tidak mau aku," kata Lena sambil terisak.

Dikutip dari TribunMedan.com, Jumat (11/6/2021), Lenasari tak terima sang anak dituduh sebagai pengedar narkoba.

Sementara itu, Muhammad Arif yang mengikuti persidangan melalui daring juga meminta hal yang sama.

Ia meminta dihukum mati daripada harus dipenjara selama 12 tahun.

"Saya terima hukuman mati daripada harus dihukum 12 tahun," kata Arif.

Dalam perkara ini, Muhammad Arif turut diwajibkan membayar denda Rp 1 miliar subsidair tuga bulan penjara.

Menurut hakim, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan menyimpan dan menguasai 2 Kg sabu.

Muhammad Arif menyebut dirinya dijebak polisi Polrestabes Medan.

Hal yang sama juga disampaikan dalam sidang sebelumnya.

Dalam sidang sebelumnya, Muhammad Arif mengatakan, dalam proses penindakan, urinenya direkayasa oleh polisi sehingga hasilnya menjadi positif.

Sebelumnya, Muhammad Arif ditangkap polisi di Jalan Prof HM Yamin, Kelurahan Sei Kera Hilir, Kecamatan Medan Perjuangan Kota Medan.

Dalam penangkapan itu, polisi menuduh Arif membawa sabu-sabu seberat dua kilogram.

(Tribun-Video.com/Tribun-Medan.com)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Seorang Ibu Histeris Minta Anaknya Dihukum Mati, Sang Anak Bilang Dijebak Polisi Polrestabes Medan

# narkoba  # Pengadilan Negeri Medan # TRIBUNNEWS UPDATE # hukum mati # narkoba

Editor: Alfin Wahyu Yulianto
Reporter: Ratu Budhi Sejati
Video Editor: Muhamad RisqiMei
Sumber: Tribun Medan
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved