Yandex

TRIBUNNEWS UPDATE

Fakta-fakta Pembunuhan di Perumahan Everfresh Mitra Raya Batam, Pelaku Merasa Puas Bunuh Korbannya

Kamis, 10 Juni 2021 17:59 WIB
Tribun Batam

TRIBUN-VIDEO.COM - Qui Hong (60) wanita paruh baya keturunan Tionghoa warga Perumahan Everfresh Mitra Raya Batam Centre tewas seusai dicekik oleh Syamsul Arifin (22) asal Riau.

Pelaku merupakan mantan anak buah anak korban bernama Edi Sugianto.

Pelaku kemudian merencanakan pembunuhan Qui Hong untuk balas dendam.

Berikut fakta-fakta yang terjadi dalam pembunuhan tersebut yang dirangkun TribunBatam.id:

1. Arifin Mengaku Dendam

Gara-gara dipecat, seorang pemuda di Batam, Kepri, tega membunuh seorang wanita tua yang tak lain adalah ayah dari mantan bosnya.

Pelaku bernama Syamsul Arifin (22 tahun) melampiaskan rasa dendamnya itu kepada Qui Hong (60) di Perumahan Everfresh Batam.

Pelaku dipecat oleh bosnya awal Februari 2021 lalu.

2. Pelaku Merancang Pembunuhan

Bukan tanpa sengaja, aksi pembunuhan yang dilakukan Arifin memang sudah dia rencanakan secara matang.

"Saya memang rencanakan pembunuhan terhadap ibu bos saya itu. Karena saya sakit hati," sebut Syamsul Arifin, Rabu (9/6/2021).

Untuk merealisasikan rencananya itu, pelaku datang ke rumah korban di perumahan Everfresh sekitar pukul 16.00 WIB.

Di sana dirinya berpura-pura mengantar paket.

"Dia sempat tanya sama saya, mau ngapain. Saya bilang mau antar barang dan masuk ke dalam rumah," sebutnya.

Setelah paket diletakkan, Pelaku mulai beraksi.

Baca: Rekonstruksi Pembunuhan di Pariaman, Parang Melayang Setelah Kepala Dusun Dihina di Depan Istri

3. Tangan Korban Patah

Saat melakukan aksinya, tangan korban ditarik paksa padahal tangan kanannya masih memegang pintu.

Akibatnya, tangan kanan korban mengalami patah tulang.

Usai genggamannya lepas, pelaku lalu memiting kepala korban sampai korban sudah bernapas.

Takut korban menjerit minta tolong, pelaku langsung mengeluarkan lakban yang memang sudah dia persiapkan saat datang ke rumah tersebut.

Mulut korban kemudian langsung di lakban hingga korban susah bernapas dan akhirnya lemas tak berdaya.

4. Arifin Cekik Leher Korban hingga Tewas

Untuk memastikan korban tewas, pelaku kembali mencekik korban dengan kedua tangannya.

Sekuat tenaga korban dicekik hingga tidak bergerak sedikitpun.

"Setelah tidak bergerak, saya baru melepaskan tangan saya," sebutnya.

5. Tinggalkan Korban dengan Ditutup Selimut

Untuk menghilangkan kecurigaan, pelaku menggendong tubuh korban ke dalam kamar.

Dia ditutup dengan menggunakan selimut.

Selain itu, pelaku juga membersihkan tubuh korban dari lakban yang ada di mulut.

Usai melakukan aksi kejahatannya, pelaku kemudian keluar dari rumah dengan santai seolah tidak ada kejadian.

6. Terungkap Berkat Rekaman CCTV

Untuk mengungkap kasus tersebut Polisi mengecek setiap kamera CCTV yang ada di perumahan mewah tersebut.

Karena saat itu korban hanya sendiri di rumah pada pukul 16.00 WIB, Polisi pun mulai mencocokkan waktu dan sejumlah orang yang masuk ke perumahan Everfresh.

"Kita mencocokan setiap orang yang masuk ke sana. Kemudian kita pas kan waktu korban sendirian di rumah," sebut Andri.

Ternyata terlihat satu sosok orang yang tidak asing oleh keluarga korban.

Dia adalah Syamsul Arifin, orang yang dulu pernah bekerja bersama Edi Sugianto yang merupakan anak dari korban.

Baca: Pembunuhan Wanita Hamil 7 Bulan, Korban Dikubur di Septic Tank, Sempat Dilaporkan Hilang

7. Pelaku Ditangkap di Rumah Pamannya

Akhirnya pelaku bisa ditangkap di tempat persembunyiannya.

Ternyata pelaku bersembunyi di rumah pamannya yang berada di kawasan Punggur, Kota Batam.

"Kita tangkap di kawasan Punggur. Dia bersembunyi di rumah pamannya," sebut Andri.

8. Ingin Mantan Bosnya Menderita

Menurut pelaku, pembunuhan terhadap Qui Hong dilakukan agar mantan bosnya yang bernama Egi Sugianto merasakan sakit dan penderitaan akibat ibunya dibunuh secara sadis.

Setelah orangtua dari bosnya tewas di tangannya, Syamsul Arifin berharap mantan Bosnya tersebut merasakan penderitaan yang dalam.

"Saya pilih bunuh orangtuanya agar dia rasakan sakit yang lebih dalam. Biar dia menderita," sebutnya menerangkan.

9. Pelaku Mengaku Puas

Merasa rencana pembunuhannya berhasil. Arifin mengaku puas setelah menghabisi orangtua mantan bosnya tersebut.

Menurutnya rencana pembunuhannya berhasil.

"Saya sudah puas setelah membunuh dia," tegasnya.(Tribun-video.com/ TribunBatam)

# pembunuhan # Kasus Pembunuhan # Batam # Perumahan Everfresh Mitra Raya Batam Centre # dendam

Baca berita lainnya terkait pembunuhan

Artikel ini telah tayang di TribunBatam.id dengan judul DERETAN Fakta Pembunuhan Qui Hong di Perumahan Everfresh, Pelaku : Saya Puas Setelah Bunuh Dia

Editor: Purwariyantoro
Reporter: Rena Laila Wuri
Video Editor: Muhammad Eka Putra
Sumber: Tribun Batam
VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved