Yandex

Terkini Daerah

Menkes Budi Gunadi Tanggapi Korupsi Masker Dinkes Banten: Enggak Takut Dosanya Gede Banget

Jumat, 4 Juni 2021 16:10 WIB
TribunJakarta
Editor: Purwariyantoro | Video Production: Muhammad Ulung Dzikrillah

Laporan Wartawan TribunJakarta.com Jaisy Rahman Tohir

TRIBUN-VIDEO.COM - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin angkat bicara terkait dugaan korupsi pengadaan masker KN95 yang dilakukan pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten dan pihak swasta.

Budi sangat manyesali praktik rasuah itu yang dilakukan di tengah bencana.

Terlebih, objek korupsinya merupakan alat yang sangat dibutuhkan para tenaga medis dalam menangani pasien Covid-19.

Budi berharap, di saat pandemi yang kasus penularannya tengah melonjak ini para pejabat Dinkes harus kompak dan saling membantu masyarakat.

"Aduh, jangan deh, aku bilang ke teman-teman Dinkes pesannya inikan lagi bencana gini, sudah, kita berbuat baik bagi sesama deh," ujar Budi seusai menghadiri vaksinasi di kawasan Intermark, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (2/6/2021).

Bahkan, bukan lagi mengingatkan tentang konsekuensi hukum dari kejahatan luar biasa tersebut, Budi mengingatkan tentang ganjaran dosa yang sangat besar.

"Enggak usah yang kaya gitu-gitu nanti dosa. Enggak takut dosanya gede banget gitu ya," ujar Budi.

Baca: 20 Pejabat Dinkes Banten Pilih Mundur seusai Kasus Korupsi Masker Terungkap, Gubernur Buka Suara

Sementara, terkait 20 pegawai Dinkes Banten yang mengundurkan diri imbas kasus korupsi itu, Budi enggan menanggapi.

"Dinkes itu di bawah Pemda ya, bukan di Kementerian Kesehatan," pungkas Budi.

Mengutip TribunBanten.com, Kejaksaan Tinggi Banten menetapkan tersangka dan menahan tiga orang yang diduga melakukan korupsi dalam pengadaan 15.000 masker Covid-19 jenis KN95 senilai Rp 3,3 miliar pada Dinkes Provinsi Banten Tahun 2020, Kamis (27/5/2021).

Ketiga tersangka itu yakni AS dan WF dari pihak swasta atau penyedia masker serta LS selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) Dinkes Provinsi Banten.

Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Banten Asep Mulyana mengatakan pihaknya melakukan penahanan terhadap ketiga tersangka karena dikhawatirkan menghilangkan barang bukti, melarikan diri dan mengulangi perbuatannya.

"Pada sore hari ini kami dari tim penyidik Kejaksaan Tinggi Banten, telah melakukan upaya paksa penahanan terhadap tiga orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi masker KN-95 berdasarkan hasil temuan penyidik," ujar Asep.

Selanjutnya, ketiga tersangka ditahan di Rutan Pandeglang.

Asep mengatakan pihaknya telah menemukan cukup alat bukti untuk menetapkan AS, WF dan LS sebagai tersangka.

Penetapan tersangka dilakukan setelah jaksa penyidik setelah melakukan pemeriksaan mendalam dan komperhensif terhadap sejumlah saksi, ahli dan serta alat bukti lainnya.

Saksi tersebut di antaranya Kepala Dinkes Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti.

Tim penyidik menyimpulkan adanya kerugian negara sebesar Rp1,680 miliar dari nilai proyek atau kegiatan pengadaan masker sebesar Rp3,3 miliar," kata Asep.

Ketiga tersangka dijerat Pasal 2 dan atau Pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Asep juga mengatakan Kejati Banten akan mendalami jeratan sangkaan pemberatan kepada ketiga tersangka mengingat dugaan korupsi itu dilakukan di tengah bencana pandemi Covid-19.

“Terkait pemberatan akan kami tinjau dan terus kami dalami,” ujarnya.

20 Pejabat Dinkes Banten

Setelah penangkapan tersangka korupsi itu, sebanyak 20 pejabat Dinkes Provinsi Banten berbondong-bondong mengundurkan diri, Senin (31/5/2021).

Berdasarkan informasi yang diperoleh, para pejabat yang terdiri dari eselon III dan IV ini mengundurkan diri lantaran kasus korupsi yang berada di pusaran Dinkes Provinsi Banten.

Para pejabat tersebut mengundurkan diri dari Dinkes dengan tanda tangan diatas materai 6000 lantaran diduga tertekan dan menyayangkan sikap Kadinkes yang tidak melindungi para pejabat yang tersandung kasus korupsi.

"Sesuai perkembangan saat ini, rekan kami ibu LS ditetapkan sebagai tersangka kasus pengadaan masker untuk penanganan Covid-19. Yang bersangkutan dalam melaksanakan tugas sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sesuai perintah Kepala Dinas Kesehatan. Dengan kondisi penetapan tersangka tersebut kami merasa sangat kecewa dan bersedih karena tidak ada upaya perlindungan dari pimpinan," jelas bunyi dalam surat pengunduran diri yang diterima oleh Tribunbanten.com.

Baca: Jadi Terpidana Kasus Korupsi, Mantan Wabup Ponorogo Depresi Harus Ganti Rugi Rp1,050 M Uang Negara

Surat tembusan tersebut ditujukan kepada Ketua DPRD, Sekda, Inspektorat, Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala BKD Banten.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BKD Provinsi Banten, Komarudin mengatakan terkait pengunduran tersebut merupakan hak dari masing-masing individu tersebut.

Pihaknya pun akan melakukan klarifikasi kepada para pejabat yang mengundurkan diri tersebut agar tidak menjadi simpang siur.

"Prinsipnya kita akan klarifikasi, apakah ini diterima atau tidak. Karena pengangkatan mereka oleh gubernur, mundurnya ada SK gubernur lagi tentang pemberhentian mereka," tegasnya.(*)

# korupsi pengadaan masker # Korupsi Pengadaan Masker KN95 # masker # Banten # Menkes Budi Gunadi Sadikin # Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin

Baca berita lainnya terkait korupsi pengadaan masker

Sumber: TribunJakarta

VIDEO TERKAIT
KOMENTAR

Video TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved