Kamis, 9 April 2026

TRIBUN TRAVEL UPDATE

TRIBUN TRAVEL UPDATE: Berburu Mutiara di Sekarbela Kota Mataram

Kamis, 3 Juni 2021 13:17 WIB
Tribun Lombok

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Sirtupillaili

TRIBUN-VIDEO.COM, MATARAM – Bila jalan-jalan ke Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) tidak lengkap rasanya bila tidak mampir ke ‘kampung mutiara’ Sekarbela.

Kampung yang terletak di Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram ini dikenal sebagai pusat kerajinan emas dan mutiara.

Di sini hampir semua warganya menekuni usaha sebagai perajin atau pedagang emas dan mutiara.

Kampung Mutiara Sekarbela ini berada di Lingkungan Pande Mas, Kelurahan Karang Pule, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram. Lokasinya tidak jauh dari pusat pemerintahan Kota Mataram dan jalan utama.

Karena akses jalannya sudah sangat bagus, kampung ini bisa diakses dengan mobil, motor, dan bus-bus besar.

Bila datang dari Bandara Internasional Lombok, hanya butuh waktu 40 menit melalui jalur bypass yang menghubungkan bandara dengan ibu kota Mataram.

Kampung Mutiara Sekarbela juga sudah sangat terkenal di Lombok, sehingga para wisatawan bisa bertanya kepada setiap orang di Kota Mataram.

Sekarbela sejak lama dikenal sebagai pusat penjualan emas dan mutiara. Saat memasuki kampung ini, di sepanjang jalan terdapat deretan toko emas dan mutiara. Etalase-etalase toko yang memajang emas dan mutiara disertai sinar lampu mempercantik pemandangan di kampung padat penduduk ini.

Tidak sekedar sebagai pusat penjualan emas dan mutiara, di Sekarbela para Tribunners juga bisa melihat langsung para perajin membuat hiasan dari emas dan mutiara di sini. Hal inilah yang menjadi daya tarik para wisatawan datang langsung membeli mutiara ke tempat ini.

Warga di Sekarbela dikenal kreatif. Dahulunya warga di sini sebagian besar bekerja sebagai petani. Namun belakangan mereka beralih menjadi perajin emas, mutira, dan peran. Selain pandai berdagang mereka juga pandai membuat mutiara dari laut menjadi lebih cantik dengan ikat berbahan emas atau perak.

Keahlian ini mereka miliki sejak dulu dan diwariskan secara turun temurun ke generasi penerus sampai sekarang. Konon, kemampuan warga Sekarbela berdagang didapat dari para pedagang Arab yang menetap di sana.

Baca: Sopir Truk Mendadak Kaya setelah Makan Siput Laut, Sang Anak Kunyah Mutiara Langka Seharga Rp5 M

Baca: Gigit Benda Keras saat Makan, Anak Sopir Truk Ternyata Kunyah Mutiara Oranye Langka seharga Rp5 M

Maklum, lokasi kampung ini dekat dengan Pelabuhan Ampenan yang dahulu menjadi pusat perdagangan nusantara. Pedagang dari berbagai bangsa pun singgah di Sekarbela.

Jadi selain membeli mutiara, di Sekarbela Tribunners juga bisa mempelajari sejarah kampung dan melihat langsung proses pembuatan kerajinan hiasan dari emas, perak, dan mutiara.

Harga mutiara di tempat ini bervariasi tergantung jenisnya. Warga di tempat ini mengenal dua istilah untuk jenis mutiara. Ada mutira air laut dan mutiara air tawar.

Mutiara air laut merupakan mutira asli hasil proses budi daya bertahun-tahun di laut Lombok. Harga mutiara ini lebih mahal dibandingkan mutiara air tawar.
Harganya mutiara ini dihitung per gram, mulai Rp 200 ribu hingga Rp 700 ribu per geram. Tergantung kualitas dan grade-nya.

Sedangkan mutiara air tawar lebih murah, karena tidak diproses di laut dan prosesnya lebih cepat. Banyak juga mutiara sitesis yang dibuat para perajin. Harga mutiara air tawar di kampung ini juga bervariasi, mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 200 ribu per ikat, juga tergantung kualitas dan grade.

Berbeda dengan mutiara air laut yang dijual per gram, mutiara air tawar dijual perkikat, gelang atau kalung.

Untuk membedakan mutiara air laut dan air tawar, bisa dilihat dari tiga hal yakni dari sisi bentuk, warna, harga dan gradenya.

Mutiara air laut biasanya berbentuk bulat sempurna sedangkan mutiara air tawar agak lonjong, bakpao, dan bulat tidak sempurna.

Dari sisi warna mutira, mutiara air laut putih, gold, hitam, abu, dan lebih mengkilap. Juga ada hijau dan cokelat setelah dirawat pakai mesin. Sedangkan mutiara air tawar warna asli putih pecat, violet, dan silver.

Harga dua jenis mutiara ini pun jauh berbeda.

Grade mutiara air laut AAA, AA, A, B, C, dan low grade. Sedangkan grade mutiar air tawar hanya super dan standar.

Pandemi Covid-19 yang melanda sejak 2020 berdampak besar terhadap para pedagang mutiara di Sekarbela, Kota Mataram. Dulu kampung ini tidak perah sepi dari para wisatawan yang datang memborong mutiara, omzet pedagang sampai puluhan juta per hari.

Tapi sekarang jauh menurun, sampai saat ini sepi dari pembeli.

Tapi sebagian pedagang memanfaatkan penjualan secara online. Sehingga mereka masih bisa tetap menjual produk mutiaranya ke berbagai daeah di Indonesia.(*)

# Tribun Travel Update # Mutiara # Kota Mataram

Editor: Sigit Ariyanto
Video Production: Ramadhan Aji Prakoso
Sumber: Tribun Lombok

Video TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved